Monday, September 17, 2012

Memanusiakan Manusia

tak terbayangkan sudah sejauh ini melangkah, menapaki dunia pendidikan. Menjadi seorang pendengar bagi siswa-siswa, menjadi tauladan untuk mereka..

sungguh pendidikan mempunyai tujuan yang mulia,, jauh lebih mulia dari sekedar lulus ujian nasional
jauh lebih mulia dari sekedar mendapat nilai 10, sungguh jauh lebih mulia dari sekedar mendapat ijazah..

tujuan pendidikan sungguh mulia, Memanusiakan Manusia
karena ternyata memang kita belum menjadi benar-benar manusia, masih suka nyontek, suka ngebangkang dan hal- hal lain yang tidak menunjukkan kalo kita benar-benar mempunyai sifat dan sikap mulia ..

Saturday, August 4, 2012

Setiap detik kita punya kesempatan untuk belajar. Meski detik itu adalah detik paling menyebalkan didunia, meski detik itu detik yang paling menyakitkan sekalipun. Tetap saja itu menjadi bagian detik untuk kita belajar.

Tidak hanya duduk mendengarkan didepan papan tulis, tidak juga hanya dalam forum lingkaran, tabligh dan sejenisnya. Karena kita telah disediakan oleh Allah langit dan bumi beserta isi-isinya agar menjadi pelajaran bagi kita untuk orang-orang yang berpikir.

Monday, July 2, 2012

kematian selalu menyisahkan perih..
tapi meski itu sangat perih,,akan ada hikmah yang besar yang seharusnya bisa dipungut..
hikmah besar itu tak lain adalah mengingatkan pada diri ini, bahwa suatu saat..
cepat atau lambat,,ditunggu atau tidak ditunngu,,disiapkan atau tidak disiapkan,
Kematian akan tetap menemui kita..
kita dalah milik Allah,,sebenar-benarnya milik Allah akan kembali kepada Allah..


Sadarkan diri ini bahwa semuanya akan kembali pada-Mu,, sehingga tidak ada waktu lagi untuk bersantai,melakukan hal sia-sia...
Allah matikan kami (aku,orang tuaku,kakakku,saudara seperjuanganku, saudara2 yang saling mencintai karena MU) dalam sebaik-baik keadaan,, khusnul khotimah
 aaaaaamiiiiin

Sunday, July 1, 2012

jika memang aku paham..
tentu saja sudah dari dulu mempersiapkan perasaan seperti ini, perasaan bahwa "semua titipan"..

Allah,,tak ada tempat kami untuk memohon kekuatan selain Engkau..

Mungkin saja cobaan bertubi-tubi ini adalah waktu yang tepat untuk melesat mendekati-MU dengan penuh ketidakberdayaan..

Peringan hamba untuk melakukannya..

Wednesday, June 27, 2012

Kita Hari Ini

Bismillah

Apa pun yang kita hari ini lakukan,seharusnya menuntut kita untuk paham bahwa bagaimana kita hari ini. Kita takkan berhasil menemukan seperti apa esok, jika kita tak benar-benar paham dengan apa yang kita lakukan hari ini. Tentu saja menganalisis kondisi menjadi hal penting yang harus dikupas secara mendalam oleh kita sebelum memulai semuanya lebih jauh.


Medan dan orang (rijal) adalah dua hal yang penting dan terus menerus berubah hingga pada akhirnya dua hal tersebut lah yang membuat setiap gerakan dakwah menjadi berbeda di berbagai tempat. Medan dan kondisi Rijal yang berbeda sangat berpengaruh pada metode dan strategi yang harus dipakai.

Selain dua hal diatas,,kita juga harus tahu bahwa qadhiyah-qadhiyah yang sekarang merebak dan lambat laun akan memghancurkan DK itu sendiri:

    a.    Redupnya cahaya dakwah dan terbiyahBagaiman jadinya jika orang-orang yang bergerak dalam DK lemah dalam aspek tarbiyahnya. Maka barnag tentu kita akan menemukan ekseskusi yang kehilangan ruh.

    b.   Kehilangan kontribusi dan nilai kontribusiCukuplah peringatan  Rasulullah saw, “Barang siapa tidak memperhatikan keadaan kaum muslimin, maka dia bukan bagian dari mereka”. Sadarlah bahawa kita tidak bernilai tanpa kontribusi, dan tidak berarti apa pun kecuali dengan kontribusi yang lillahi ta’ala

    c.    Terjebak pada seremonialKita bukan lembaga sosial, lembaga politik, bukan lembaga ilmiah, kita ini bukan tim elite organisasi, bukan pula tim EO. Kita ini adalah jama’ah dakwah yang memperjuangkan nilai-nilai islam. Ukuran keberhasilan kita sesungguhnya bukan pasa seberapa megah proyek ita, tetapi pada seberapa berarti kita.

    d.   DisorientasiKita ini bukan budak lembaga, bukan pula budak penampilan, bukan juga budak figuritas, camkan kita bukan budak hawa nafsu. Kita ini hamba Allah yang memberikan sebesar-besarnya ketaatan kepada-NYA.

    e.   Taruma persepsiPersepsi yang salah akan menyebabkan kekalahan. Sebab persepsi yang traumatic adalah biang ketidakberdayaan, ketidakberdayaan dimunculkan oelh 3 hal; ketakutan pada masa lalu; ketidaknyamanan pada hari ini; dan kesalahan memandang masa depan

Kemenangan DK merupakan kemenangan islam yang bukanlah sebuah akhir dari segalanya, tetapi juga menjadi awal bagi proyek baru yang menanti.




#Sedikit membedah isi dari buku menuju kemenangan dakwah kampus#

Monday, June 25, 2012

SEMANGAT MEMBINA!!!


Bismillahiwalhamdulillah

“Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran” (Terjemah Q.S Al-Ashr)

Tentu saja seharusnya dan sewajarnya sebagai hamba yang dhoif harus terus diingatkan, dinasehati, ditegur bahkan digiring untuk senantiasa “mengeja” Dzat-Nya. Mengapa saya menggunakan kata “mengeja” untuk mewakili maksudnya? Tidak lain karena makna mengeja dalam kamus saya adalah “proses belajar yang terus menerus”, tanpa henti, tanpa ada batas, dan tidak akan sampai pada sebuah kesempurnaan. Saya tahu betul, hari demi hari adalah proses pembelajaran yang kadang tak luput dari futurnya iman, lemahnya semangat dan luputnya dari mengingat Dzat Yang Maha Mengetahui.

Saya pun sangat menyadari bahwa saya bukan Malaikat yang suci dari dosa, bukan pula Rasul yang langsung ditarbiyah oleh Allah lewat malaikat Jibril, yang jika melakukan kesalahan seketika Allah tegur melalui ayat-ayat cinta-NYA. Terus apa yang bisa menjaga diri ini dan kita semua agar bisa mengenal-NYA dengan intensif? Secara umum, Tarbiyah menjadi salah satu solusi dalam menjaga hati dan sikap tetap pada rel kebenaran. Banyak metode yang digunakan dalam proses Tarbiyah, dan pembinaan dalam mentoring atau halaqoh menjadi metode yang konkrit dalam proses tarbiyah.

Saya merasa, sungguh Hidayah yang Allah berikan bukan begitu saja datang, tapi tak bisa dipungkiri ada media untuk bisa menghantarkan nikmat islam itu menelusuk hingga ke hati saya. Dan saya harus berkata bahwa “lingkaran kecil” di sekolah menengah atas itu menjadi pintu pembuka hidayah Allah yang Alhamdulillah saat ini masih terus saya rasakan nikmatnya. Jujur, ingatan itu membuat tangan saya bergetar menuliskannya. Alasan utama mengapa hari ini saya merasa bahwa membina dan dibina alat yang paling jitu dalam menangkap sinyal hidayah yang Allah sebar dimuka bumi ini.

Itulah yang membuat saya ingin sekali orang disekitar saya, yang saya mencintai mereka karena Allah dapat merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan dahulu. Perasaan itu yang membuat saya ingin terus belajar dan ingin mengajarkan apa-apa yang masih sangat sedikit saya tahu. Namun disamping itu, ada warning  yang tegas yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an,

”Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”( Terjemahan QS. Ash Shaff : 2 dan 3)

Oleh itulah, tugas membina menjadi hal yang tidak sembarang dilakukan. Harus ada perasaan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diucapkan.

Dan terakhir adalah harapan yang disampaikan lewat do’a, Semoga ALLAH mengistiqomahkan diri ini dan orang-orang yang saya cintai karena Allah untuk tidak lelah mengejar Ridho dan Cinta NYA, meski harus jatuh berkali-kali, meski harus meneteskan air mata, keringat bahkan darah sekali pun. Aamiin J

Saturday, June 9, 2012

Micro Teaching


Tepat Tanggal 30 Mei 2012, penilaian Microteaching yang dilakukan di lab microteaching FMIPA Universitas Negeri Jakarta, dan saya beruntung mendapatkan kesempatan pertama untuk menampilkan microteaching dengan materi Relasi.








Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran

View more documents from Astrid_Anindiya.

Friday, June 8, 2012

Filsafat MIPA


HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN MATEMATIKA PADA ZAMAN KUNO
Dua bidang pengetahuan rasional yang tak diragukan lagi berhubungan erat sejak dulu sampai sekarang ialah filsafat dan matematik. Tiga ahli matematik Charles Brumfiel, Robert Eicholz, dan Merrill Shanks yang bekerjasama mengarang sebuah buku pelajaran geometri menulis pernyataan yang berikut:
Pada awal peradaban Yunani, fisafat adalah penelaahan dari semua cabang pengetahuan. Ketika pengetahuan ilmiah manusia bertambah selama berabad-abad, cabang-cabang ilmu tertentu tumbuh sampai mereka memisahkan diri dari filsafat dan menjadi bidang-bidang studi yang terpisah. Kita tidak lagi menganggap ilmu kedokteran , ilmu hukum, matematik, fisika, kimia, biologi, ilmu ekonomi, dan lain-lainnya sebagai bagian-bagian dari filsafat, meskipun filsafat merupakan ayah dari semua ilmu ini.
Thales dari Miletus oleh para penulis sejarah filsafast diakui sebagai Ayah dari Filsafat (The Father of Philosopy). Dalam sejarah matematik Thale diakui sebagai pencipta dari geometri abstrak yang pertama berdasarkan rangkaian petunjuk mengukur tanah dipraktekkan oleh bangsa-bangsa Babylonia dan Mesir selama beradab-adab. Ia sendiri diakui telah membuktikan 6 dalil pokok geometri, diantaranya dalil bahwa kedua sudut alas dari suatu segitiga adalah sama besarnya.
Dari bukti historis di atas ternyata pendapat bahwa filsafat merupakan ayah dan ibu dari matematik adalah keliru. Matematik tidak pernah lahir dari filsafat, melainkan keduanya berkembang bersama-sama dengan saling memberikan persoalan-persoalan sebagai bahan masukan dan umpan balik. Dalam lintasan sejarah kedua saudari kembar filsafat dan matematik itu selanjutnya tumbuh bersama-sama di bawah asuhan filsuf yang juga ahli matematik Pythagoras  (572-497 s.M)
Hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara filsafat dan matematik dipacu pula oleh filsuf Zeno dari Elea. Dua perbincangan paradoks yang terkenal dari Zeno adalah:
1.       Keganjilan Dikotomi
Menurut Zeno gerak tidaklah mungkin terjadi
2.       Keganjilan Achilles
Pelari cepat Achilles tidak  mungkin mengejar seekor kura -kura yang lambat bilamana binatang itu telah erjalan mendahului pada sesuatu jarak tertentu.

Seorang filsuf dari Yunani Kuno setelah masa hidup Zeno yang menegaskan hubungan yang amat erat antara matematik dan filsafat ialah Plato. Menurut Plato geometri merupakan suatu ilmu yang dengan akal murni membuktikan proporsisi-proporsisi abstrak mengenai hal-hal abstrak seperti misalnya, garis lurus , segitiga  atau lingkaran ynag sempurna.

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN FILSAFAT DENGAN MATEMATIKA

Ahli-ahli matematik dengan melalui metode aljabar, tehnik simbolisme, dan teori himpunan telah membaut logika yang semua termasuk bidang filsafat berkembang begitu pesat serta memperjelas pengertian-pengertian seperti kebenaran, denotasi, konotasi, dan bentuk yang digumuli oleh para filsuf. Selanjutnya, matematik merupakan sumber penting yang tak kering-kering sejak zaman kuno sampai abad modern bagi pemikiran filsafati karena memberikan pelbagai persoalan untuk direnungkan, misalnya persoalan apakah obyek matematik (titik, bilangan) secara nyata ada  ataukah hanya fiksi dalam pikiran manusia.
Filsuf merenungkan soal-soal keabadian, kebetulan, evolusi, genus, dan kwantitas. Sebagai padanannya ahli matematik mempelajari ketakterhinggaan, probabilitas, kesinambungan, himpunan dan bilangan. Kesejajaran ini sedikit banyak menunjukkan adanya persamaan dalam segi-segi tertentu antara filsafat dan matematik.Filsafat dan matematik kedua-duanya merupakan pengetahuan rasional. Kelanjutannya dari ciri itu ialah bahwa filsafat maupun matematik tidak melakukan eksperimen dan tidak memerlukan peralatan laboratorium.
Segi persamaan lainnya ialah bahwa filsafat dan matematik bergerak pada tingkat generalitas dan abstraksi yang tinggi. Kedua bidang pengetahuan itu membahas pelbagai ide yang sangat umum dan lazimnya melampaui taraf kekonkritan yang satu demi satu.
Selain itu, filsafat dan matematik juga mempunyai segi-segi perbedaan. Walaupun sama-sama merupakan pengetahuan rasional, filsafat dan mateamtik masing-masing mempergunakan metode rasional yang berbeda. Filsafat boleh dikatakan bebas menerapkan serangkaian metode rasioanl yang bermacam-macam, sedang matematik hanya bekerja sengan satu metode logis, yakni dedukasi.
Penalaahan  terhadap obyek matematik itu berlangsung dengan metode dedukatif dan kebenaran dari hasil penelaahannya harus senantiasa dapat ditunjukkan dengan serangkaian langkah pembuktian. Dalam filsafat proses pembuktian itu tidak mesti terjadi. Tetapi yang pasti ialah bahwa filsafat harus berlangsung dengan alasan-alasan yang diperoleh dari penalaran atau dikemukakan dalam perbincangan yang rasional.
Jadi dalam filsafat tidak terlihat kepastian dan ketegasan seperti halnya dalam matematika. Perbedaan ini menurut filsuf Alfred Cyril Ewing dapat dikembalikan pada 3 sebab yang selengkapnya berbunyi demikian :
Pertama, tidaklah terbukti mungkin untuk menetapkan arti dari istilah-istilah dalam cara sama yang tak bermakna ganda pada filsafat seperti halnya dalam matematik, dengan demikian arti dari istilah-istilah itu cenderung secara tak terasa untuk berubah dalam lintasan suatu perbincangan dan sangat sukar untuk memastikan bahwa filsuf-filsuf yang berlainan akan mempergunakan perkataan yang sama dalam makna yang sama. Kedua, hanyalah dalam lingkungan matematik kita menjumpai konsep-konsep sederhana yang menjadi dasar dari sejumlah besar penyimpulan-penyimpulan yang rumit tetapi ternyata secara ketat bersifat pasti. Ketiga, matematik murni adalah hipotesis, yaitu tidak dapat memberitahu kita tentang apakah yang menjadi peristiwanya dalam dunia yang sesungguhnya, misalnya berapa banyak benda terdapat dalam suatu tempat tertentu, melainkan hanyalah apa yang akan menjadi peristiwanya kalau begini dan begitu salah benar, umpamanya bahwa akan terdapat 12 kursi dalam suatu kamar kalau ada 5+7 kursi. Tetapi filsafat menuju pada corak kategorikal, yakni memberitahu kita apakah senyatanya yang merupakan kasusnya; karena itu tidaklah memadai dalam filsafat sebagaimana halnya sering dalam matematik untuk membuat dedukasi-dedukasi semata-mata dari patokan pikiran atau bahasan.
Dalam bidang matematik orang dengan berpangkal pada aksioma-aksioma yang tak diragukan atau premis-premis yang dianggap sebagai hipotesa menurunkan kesimpulan-kesimpulan sampai yang jauh sekali. Sebaliknya filsafat tidak berminat terhadap kesimpulan-kesimpulan yang jauh, melainkan terutama bersangkut paut dengan analisa dan penilaian dari premis-premis semula.

PEMIKIRAN FILSAFATI TENTANG MATEMATIKA
Bidang pengetahuan sebagai perwujudan interaksi filsafat dan matematik yakni:
- Filsafat Matematik
- Landasan Matematik
- Adi-Matematik
- Filsafat kematematikaan

Filsafat matematik pada dasarnya adalah pemikiran reflektif terhadap matematik. Matematik menjadi suatu pokok soal yang dipertimbangkan secara cermat dan dengan penuh perhatian. Budi manusia yang diarahkan untuk menelaah obyek-obyek tertentu sehingga melahirkan matematik kemudian juga berpikir tentang matematik sehingga menumbuhkan filsafat matematik agar memperoleh pemahaman apa dan bagaimana sesungguhnya matematik itu.
Dua pendapat yang pertama dari ahli-ahli matematik menitikberatkan filsafat matematik sebagai usaha untuk menyusun dan menertibkan bagian-bagian dari pengetahuan matematik yang selama ini terus berkembangbiak. Sedang 2 definisi berikutnya dari ahli filsafat merumuskan filsafat matematik sebagai studi tentang konsep-konsep dalam matematik dan pembenaran terhadap asa atau pernyataan matematik.
Landasan matematik kadang-kadang dipersamakan pengertiannya dengan filsafat matematik. Landasan matematik khususnya bersangkutpaut dengan konsep-konsep dan asas-asas fundamental yang dipergunakan dalam matematik. Menurut Charles Parsons bahwa penelitian landasan senantiasa bersangkutan dengan masalah tentang pembenaran terhadap pernyataan-pernyataan dan asas-asas matematik.
Matematik menumbuhkan 3 mahzab landasan matematik yang terkenal dengan logisisme, formalisme, dan intuitionisme. Mahzab logisisme dipelopori oleh Arthur William Russell yang berpegang pada pendapat bahwa matematik murni semata-mata terdiri atas dedukasi-dedukasi dengan prinsip-prinsip logika dari prinsip-prinsip logika.
Mahzab landasan matematik formalisme dipelopori oleh David Hilbert yang menyatakan bahwa sifat alami dari matematik ialah sebagai sistem lambang yang formal. Matematik bersangkutpaut dengan sifat-sifat struktural dari simbol-simbol dan proses pengelolahan terhadap lambang-lambang itu.
Mahzab landasan matematik intuitionisme yang dipelopori oleh Luitzen Egbertus Jan Brouwer yang berpendapat bahwa matematik adalah sama dengan bagian yang eksak dari pemikiran manusia.
Secara harfiah adi-matematik (metamathematics) memang dapat berarti bidang pengetahuan yang berada diluar atau di atas matematik yang menelaah matematik itu sendiri seperti halnya filsafat matematik. Selanjutnya adi-matematik dimaksudkan sebagai sebuah teori pembuktian untuk menetapkan ada atau tidaknya konsistensi dalam matematik dan menjawab masalah-masalah lainnya seperti problem keputusan dan kelengkapan dalam suatu sistem formal.
Demikianlah dari uraian dimuka ternyata bahwa adi-matematik juga tidak identik dengan filsafat matematik. Seperti halnya landasan matematik, adi-matematik juga lebih terbatas ruang lingkupnya dari pada filsafat matematik, yakni menelaah sifat-sifat dari sesuatu sistem formal khususnya matematik untuk membuktikan konsistensi dan kelengkapan dari sesuatu cabang matematik.
Mathematical philosophy (filsafat kematematikaan) dan philosophy of mathematics (filsafat matematik memang cukup sulit untuk dibedakan. Pembedaan dapat dilakukan dengan menafsirkan bahwa filsafat kematematikaan sebagai filsafat berdasarkan matematik, sedang tafsiran filsafat matematik ialah filsafat mengenai matematik. Filsafat kematematikaan sebagai suatu filsafat berdasarkan matematik yang memakai matematik sebagai pangkal tolak dan sumber ide untuk melakukan pemikiran filsafati. Sedangkan filsafat matematik merupakan pemikiran filsafati tentang matematik untuk memperoleh pemahaman mengenai segenap segi apa dan bagaimana dari matematik itu.

Thursday, June 7, 2012

Jangan Tanyakan
Seberapa Tinggi Kecerdasan yang Kau miliki
Tapi Tanyakan
Seberapa Besar Kecerdasan itu Digunakan

-Anonim-

Wednesday, June 6, 2012

Saya semakin yakin...

....bahwa...    

'tak ada yang benar-benar kebetulan'

semua persis diatur

bahkan diatur dengan sangat terperinci

Monday, May 7, 2012

Aku ingin mengerti


Aku ingin MENGERTI
Mengerti,,,mengapa rembulan begitu indah bila ditatap?
Mengerti,,mengapa air mengalir menyejukkan kekeringan?
Mengerti,,mengapa mentari begiitu elok bersinar dalam teriknya siang?
Aku ingin..sangat ingin..
MENGERTI...
Mengapa semuanya begitu membingungkan,,
Mengapa angin begitu lembut menyapa kegersangan?
Sedangkan kepenatan juga mengalahkan ketenangan??
Mengapa bintang gemintang bertabur memberi corak yang mempesona?
Ketakjuban instrumen-instrumen cintaMU yang tak terbatas oleh mata..
Ya Rahmaan..
Mengapa siang dan malam begitu serasi dalam balutan tunduk??
Membuat begitu banyak pasangan cemburu..
Mengapa??mengapa??
Izinkan aku mendapatkan jawabannya Rabbi..
Dengan caraMU,, yang membuatku akhirnya MENGERTI.

                                                                                                                                                -makhlukMuyangDhaif-

Tuesday, April 17, 2012

Benang Merah yang Samar

Sedang menarik benang merah, lalu menyimpulkannya. Menjadi serpihan-serpihan yang kiranya dapat di generalisir. Melihat beberapa tingkah, kelakuan yang secara garis besar menjurus ke titik yang sama. Hanya saja selimutnya berbeda, hanya saja bungkusnya yang berbeda.


Apa bedanya ketika keringat dan air mata basah di tanah kekufuran, atau lebih sederhananya jika keringat dan air mata itu jatuh di ketidak tahuan, jatuh di kerutinitas yang hambar. lelah, capek?? tentu saja. Lalu apa yang membuat keringat dan air mata menjadi mutiara berharga yang kekal. tak perlu dijawab, karena mungkin pertanyaan ini memang ada untuk tidak dijawab.

Sunday, March 4, 2012

mereka selalu ada

boleh jadi banyak yang tidak suka, benci, dan lainnya untuk membuat kita berhenti..
namun bukan berarti memilih untuk berhenti, dengan harapan mereka pun berhenti melakukannya pilihan yang baik..
karena tetap saja, kita berhenti atau bergerak, mundur atau melangkah,,"mereka" selalu dan tetap ada..

Mari BerSEMANGAT karena ALLAH ^^

Thursday, March 1, 2012

Bunda


Bunda..
Engkau sekarang tak segagah dulu..
Hanya ada sisa kekuatan untuk tetap bertahan menghidupi anak-anakmu..
Engkau tak semuda dulu..
Hanya tinggal keyakinan untuk tetap mengatapi hati dengan doa-doamu..

Engkau adalah Bunda,

Tatapanmu kian melayu dimakan masa,
namun sinar cinta dari kelopak matamu tak pernah redup
Tak ada yang kau harap dari anakmu,
selain bisikan ketegaran untuk terus bertahan

meski..
kadang kegelapan merampas keindahan

Langkahmu kian merapuh ditelan waktu,
namun semangat juangmu terus menyala
Tak ada yang kau harap dari diriku,
kecuali lirik syahdu untuk terus bertahan

meski..
kadang luka menganga tak jarang menghantam

Tapi,
Kau harus terus melaju
meski gunung-gunung gagah menghalang
Kau harus terus berjalan
meski tombak-tombak siap menghunus tajam

dan ‘meski’ selalu kau temui,
namun Cintamu membuat semuanya terobati..

Sunday, February 26, 2012

apa diri ini???

Tak ingin rasanya diri ini diibaratkan seperti LILIN, yang rela menerangi sekitarnya namun membiarkan dirinya terbakar dan lama-kelamaan akan habis hingga akhirnya pun tak mampu lagi menerangi sekitar. Tapi tak pantas  pula jika diri ini tersibukkan dengan dunia sendiri tapa peduli sekitar.

Saturday, February 18, 2012

Ladang itu adalah Amanah


Bismillah


Kututup malam ini dengan sedikit perenungan, muhasabah dan mengintrospeksi diri yang dhaif ini. Mengingatkan kembali tentang hakekat penciptaan diri ini, tubuh ini, jiwa ini melalui pengetahuan yang masih beugitu dangkal. 


Sejak awal Allah sudah memberikan sebuah amanah bagi tiap-tiap kita yang terlahir untuk mengabdi kepada Allah ( Q.S Adz-dzariyat :56) dan sebagai khalifah di muka bumi ini (Q.S Al-Baqarah:30). Maka kewajiban kita adalah melakukan yang terbaik dalam amanah tersebut.


Oleh itu, Amanah bukanlah soal mau atau tidak mau, bukan juga soal suka atau tidak suka, bukan pula populer atau tidak populer dan embel-embel dunia lainnya. Amanah adalah LADANG untuk kita menanam sebanyak-banyaknya sesuai pilihan kita, apakah tanaman – tanaman kebaikan yang kelak bisa dipetik buahnya atau tanaman-tanaman yang ditanam namun enggan di pelihara sehingga yang tersisa adalah buah-buah busuk dan masam atau ladang itu hanya dibiarkan saja kering kerontang dan ditumbuhi dengan ilalang, rumput bahkan benalu dan gulma yang tidak memberikan manfaat apapun.


Karena amanah juga lah yang dapat melemparkan kita ke neraka atau juga dengan amanah lah Allah memberikan izin untuk memasuki syurgaNYA.  


Apapun itu kita lah yang menentukan mau memilih yang mana. Dan hidup bukan hanya sekedar memilih, tapi meyakini pilihan tersebut, melakukannya dan mengakhirinya dengan khusnul khotimah. Itu bukanlah perkara yang mudah. Maka dalam Q.S Al-Baqarah : 286 Allah mengajarkan kita untuk bermunajat dan memohon kepada Allah :
….” Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”

Walahu’alam

Sunday, February 12, 2012

penutup yang sebenarnya

Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Beberapa penelitian mengunkapkan bahwa sekitar 1 juta tahun yang lalu pakaian mulai ditemukan. Pada awalnya, manusia memanfaatkan kulit pepohonan dan kulit hewan sebagai bahan pakaian, kemudian memanfaatkan benang yang dipintal dari kapas, bulu domba serta sutera yang kemudian dijadikan kain sebagai bahan pakaian.

Inilah sedikit sejarah pakaian yang saya tangkap dari Wikipedia. Namun sayang, pergeseran fungsi pakaian semakin ironis. Entahlah mengapa saya menggunakan kata ironis untuk menggambarkan perubahan itu. Mungkin karena saya merasa prihatin dengan pakaian-pakaian yang berkembang di zaman ini. Seolah tertipunya kita dengan paradigma bahwa pakaian sangat menentukan tingkat sosial di masyarakat. Sehingga dengan semakin minimnya pakaian yang dipakai seseorang (terutama wanita) maka bisa dikatakan seseorang tersebut berada pada tingkat sosial yang tinggi. Maka tentu saja menurut saya ini ironis.

Jika sedikit menengok sejarah  Rasulullah dan para shohabiyah mengenai pakaian, ketika Surat mengenai berpakaian tertutup (berhijab) turun maka serentak para wanita-wanita beriman mencari kain-kain yang bisa dipakai untuk menutup tubuhnya termasuk menarik gorden yang ada di dijendela rumah mereka. Dan sungguh cukuplah itu sebagai penegas bahwa berpakaian yang menutup bukan hanya hakikat dari fungsi pakaian itu sendiri, tapi juga itu adalah perintah Allah yang tentu saja banyak kebaikan dibalik perintah itu.
Selain itu juga, mungkin saja kita sudah sering mendengar tentang hadist:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Masya Allah, sungguh merinding membaca hadist diatas. Masihkah menganggap bahwa membuka-buka aurat, bupati (buka paha tinggi-tinggi) dan berpakaian yang sangat minim menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa itu adalah trendi, modern dan sebagainya.

Maka menurut saya, itu malah menunjukkan bahwa kita sudah kembali pada 15 abad yang lalu saat Islam belum menyinari dunia dan mungkin bahkan berada pada 1 juta tahun yang lalu saat orang-orang belum menggunakan pakaian. 

Dan lagi-lagi tulisan ini saya tutup dengan do’a, semoga Allah senantiasa mengistiqomahkan diri ini dan kita semua dan juga membukakan hidayah bagi yang belum memahaminya untuk sama-sama memperbaiki diri...Aamiin
Wallahu’alam

Friday, February 3, 2012

BagiKu



Sungguh tidaklah seberapa kesedihan itu bila bisa berbagi dengan yang lain..
sungguh tidaklah berat jika kesedihan itu boleh diketahui mereka..

Namun sungguh, kesediahan itu akan sangat sangat menyedihkan karena tidak ada yang boleh tahu, tidak ada yang boleh merasakannya dan bahkan tidak boleh terlihat oleh mereka..

Tuesday, January 24, 2012

jagalah diri kita

Bismilahiwalhamdulillah..

Terlalu banyak permasalahan yang melanda bangsa ini, sangking banyaknya terkadang masalah menjadi tidak dipermasalahkan. Inilah potret kehidupan manusia.

Salah satu masalah yang mengiris hati yang saat ini menjadi sorotan media adalah (maaf) pemerkosaan dan pelecehan. Mulai dari yang terjadi diangkot,transjakarta,  jalanan, ‘angkot-angkot modern’ dan banyak lagi mungkin  kejadian yang tidak tersorot oleh media.Jika kejadian ini terjadi siapa yang rugi? Dengan sangat pasti jawabannya adalah kaum Hawa.

Entahlah, permasalahan ini seakan ‘menyentil’ saya sebagai kaum hawa. Apa yang salah? Siapa yang harus disalahkan? Oke, seharusnya secara bijak kita tidak boleh saling menyalahkan. Mari kita sama-sama temukan dan lakukan solusi yang dini untuk permasalahan ini.

Mari kita sama-sama menjaga diri kita dengan (1) berpakaianlah yang sopan, (2) berperilakulah dengan sewajarnya dengan tidak melakukan hal-hal yang mengundang, (3) jangan pernah pulang larut malam (>jam 10 malam) kalau tidak dengan sangat-sangat terpaksa, mepet atau tidak sengaja (kalau memang harus pulang malam maka mintalah ditemani dengan laki-laki yang muhrim).

Jika ini sudah kita lakukan maka Insya Allah, Allah dan malaikat-Nya pun akan menjaga kita. Disini saya bukan ingin menyalahkan seratus persen kaum hawa, tapi saya pikir ini merupakan salah satu titik awal mengapa kejadian ini bisa terjadi? Oleh itu, selayaknya lah kita harus menghargai diri kita kalau kita merasa bahwa diri kita berharga.
Walahu’alam

-saudari yang mencintaimu-



Friday, January 20, 2012

Memilih Diam

Bismillah


Baiklah sepertinya saya hanya ingin diam,,

Diam,entah untuk apa?

Berdamai  dengan perasaan kah?mungkinn..
Hanya ingin mengamati,, tepatnya melihat..

Kenapa cermin itu selalu ada antara saya dengannya..seharusnya kita bisa hidup senormal dengan yang lain. Tak perlu ada hijab yang menggantung. Seharusnya ditiap-tiap hati kita telah menempel ikatan yang sama. Sama-sama bisa memahami dan mengerti. Setidaknya cukup dengan mengatakan ‘iya’.

Apa yang harusnya kita lakukan bersama, bukan hanya saya atau hanya kamu?

Perluhkah kita membuang cermin itu, atau kita pindahkan cermin itu ketempat yang lebih tepat. Pertanyaannya kemana? Dimana tempat yang tepat itu? Bukankah kita pernah mencoba, mencoba menggesernya walau hanya beberapa centi. Entah kapan, tiba-tiba sejak hari itu semuanya memperjelas kalau cermin itu tetap tak bergerak dari tempatnya bahkan semakin kuat tertanam.

Sunday, January 1, 2012

mematahkan keringat

Bismillah

Berlari sekencang mungkin
menjauh...

Diam tanpa mau
mendekat..

sesak tertahan
meledak..

membisu sikap
menghantam..

berlontar logika
menyayat..

kau mau apa dengan ketakpahaman,
hingga jari jemari kaku,
hingga mata kian membengkak,
hingga hati mulai menyusut,

untuk apa kelakukan,jika tak beriring
..mematahkan keringat..