tak terbayangkan sudah sejauh ini melangkah, menapaki dunia pendidikan. Menjadi seorang pendengar bagi siswa-siswa, menjadi tauladan untuk mereka..
sungguh pendidikan mempunyai tujuan yang mulia,, jauh lebih mulia dari sekedar lulus ujian nasional
jauh lebih mulia dari sekedar mendapat nilai 10, sungguh jauh lebih mulia dari sekedar mendapat ijazah..
tujuan pendidikan sungguh mulia, Memanusiakan Manusia
karena ternyata memang kita belum menjadi benar-benar manusia, masih suka nyontek, suka ngebangkang dan hal- hal lain yang tidak menunjukkan kalo kita benar-benar mempunyai sifat dan sikap mulia ..
'Biarkan pena-pena ini menggambarkan keMahatakjubanNYA, agar tak hanya menjadi goresan tak bermakna'
Monday, September 17, 2012
Saturday, August 4, 2012
Setiap detik kita punya kesempatan untuk belajar. Meski detik itu adalah detik paling menyebalkan didunia, meski detik itu detik yang paling menyakitkan sekalipun. Tetap saja itu menjadi bagian detik untuk kita belajar.
Tidak hanya duduk mendengarkan didepan papan tulis, tidak juga hanya dalam forum lingkaran, tabligh dan sejenisnya. Karena kita telah disediakan oleh Allah langit dan bumi beserta isi-isinya agar menjadi pelajaran bagi kita untuk orang-orang yang berpikir.
Tidak hanya duduk mendengarkan didepan papan tulis, tidak juga hanya dalam forum lingkaran, tabligh dan sejenisnya. Karena kita telah disediakan oleh Allah langit dan bumi beserta isi-isinya agar menjadi pelajaran bagi kita untuk orang-orang yang berpikir.
Monday, July 2, 2012
kematian selalu menyisahkan perih..
tapi meski itu sangat perih,,akan ada hikmah yang besar yang seharusnya bisa dipungut..
hikmah besar itu tak lain adalah mengingatkan pada diri ini, bahwa suatu saat..
cepat atau lambat,,ditunggu atau tidak ditunngu,,disiapkan atau tidak disiapkan,
Kematian akan tetap menemui kita..
kita dalah milik Allah,,sebenar-benarnya milik Allah akan kembali kepada Allah..
Sadarkan diri ini bahwa semuanya akan kembali pada-Mu,, sehingga tidak ada waktu lagi untuk bersantai,melakukan hal sia-sia...
Allah matikan kami (aku,orang tuaku,kakakku,saudara seperjuanganku, saudara2 yang saling mencintai karena MU) dalam sebaik-baik keadaan,, khusnul khotimah
aaaaaamiiiiin
tapi meski itu sangat perih,,akan ada hikmah yang besar yang seharusnya bisa dipungut..
hikmah besar itu tak lain adalah mengingatkan pada diri ini, bahwa suatu saat..
cepat atau lambat,,ditunggu atau tidak ditunngu,,disiapkan atau tidak disiapkan,
Kematian akan tetap menemui kita..
kita dalah milik Allah,,sebenar-benarnya milik Allah akan kembali kepada Allah..
Sadarkan diri ini bahwa semuanya akan kembali pada-Mu,, sehingga tidak ada waktu lagi untuk bersantai,melakukan hal sia-sia...
Allah matikan kami (aku,orang tuaku,kakakku,saudara seperjuanganku, saudara2 yang saling mencintai karena MU) dalam sebaik-baik keadaan,, khusnul khotimah
aaaaaamiiiiin
Sunday, July 1, 2012
jika memang aku paham..
tentu saja sudah dari dulu mempersiapkan perasaan seperti ini, perasaan bahwa "semua titipan"..
Allah,,tak ada tempat kami untuk memohon kekuatan selain Engkau..
Mungkin saja cobaan bertubi-tubi ini adalah waktu yang tepat untuk melesat mendekati-MU dengan penuh ketidakberdayaan..
Peringan hamba untuk melakukannya..
tentu saja sudah dari dulu mempersiapkan perasaan seperti ini, perasaan bahwa "semua titipan"..
Allah,,tak ada tempat kami untuk memohon kekuatan selain Engkau..
Mungkin saja cobaan bertubi-tubi ini adalah waktu yang tepat untuk melesat mendekati-MU dengan penuh ketidakberdayaan..
Peringan hamba untuk melakukannya..
Wednesday, June 27, 2012
Kita Hari Ini
Bismillah
Apa pun yang kita hari ini lakukan,seharusnya menuntut kita untuk paham bahwa bagaimana kita hari ini. Kita takkan berhasil menemukan seperti apa esok, jika kita tak benar-benar paham dengan apa yang kita lakukan hari ini. Tentu saja menganalisis kondisi menjadi hal penting yang harus dikupas secara mendalam oleh kita sebelum memulai semuanya lebih jauh.
Medan dan orang (rijal) adalah dua hal yang penting dan terus menerus berubah hingga pada akhirnya dua hal tersebut lah yang membuat setiap gerakan dakwah menjadi berbeda di berbagai tempat. Medan dan kondisi Rijal yang berbeda sangat berpengaruh pada metode dan strategi yang harus dipakai.
Selain dua hal diatas,,kita juga harus tahu bahwa qadhiyah-qadhiyah yang sekarang merebak dan lambat laun akan memghancurkan DK itu sendiri:
a. Redupnya cahaya dakwah dan terbiyahBagaiman jadinya jika orang-orang yang bergerak dalam DK lemah dalam aspek tarbiyahnya. Maka barnag tentu kita akan menemukan ekseskusi yang kehilangan ruh.
b. Kehilangan kontribusi dan nilai kontribusiCukuplah peringatan Rasulullah saw, “Barang siapa tidak memperhatikan keadaan kaum muslimin, maka dia bukan bagian dari mereka”. Sadarlah bahawa kita tidak bernilai tanpa kontribusi, dan tidak berarti apa pun kecuali dengan kontribusi yang lillahi ta’ala
c. Terjebak pada seremonialKita bukan lembaga sosial, lembaga politik,
bukan lembaga ilmiah, kita ini bukan tim elite organisasi, bukan pula tim EO. Kita
ini adalah jama’ah dakwah yang memperjuangkan nilai-nilai islam. Ukuran keberhasilan
kita sesungguhnya bukan pasa seberapa megah proyek ita, tetapi pada seberapa
berarti kita.
d. DisorientasiKita ini bukan budak lembaga, bukan pula budak penampilan, bukan juga budak figuritas, camkan kita bukan budak hawa nafsu. Kita ini hamba Allah yang memberikan sebesar-besarnya ketaatan kepada-NYA.
e. Taruma persepsiPersepsi yang salah akan menyebabkan kekalahan. Sebab persepsi yang traumatic adalah biang ketidakberdayaan, ketidakberdayaan dimunculkan oelh 3 hal; ketakutan pada masa lalu; ketidaknyamanan pada hari ini; dan kesalahan memandang masa depan
Kemenangan DK merupakan kemenangan islam yang bukanlah sebuah akhir dari segalanya, tetapi juga menjadi awal bagi proyek baru yang menanti.
#Sedikit membedah isi dari buku menuju kemenangan dakwah kampus#
Apa pun yang kita hari ini lakukan,seharusnya menuntut kita untuk paham bahwa bagaimana kita hari ini. Kita takkan berhasil menemukan seperti apa esok, jika kita tak benar-benar paham dengan apa yang kita lakukan hari ini. Tentu saja menganalisis kondisi menjadi hal penting yang harus dikupas secara mendalam oleh kita sebelum memulai semuanya lebih jauh.
Medan dan orang (rijal) adalah dua hal yang penting dan terus menerus berubah hingga pada akhirnya dua hal tersebut lah yang membuat setiap gerakan dakwah menjadi berbeda di berbagai tempat. Medan dan kondisi Rijal yang berbeda sangat berpengaruh pada metode dan strategi yang harus dipakai.
Selain dua hal diatas,,kita juga harus tahu bahwa qadhiyah-qadhiyah yang sekarang merebak dan lambat laun akan memghancurkan DK itu sendiri:
a. Redupnya cahaya dakwah dan terbiyahBagaiman jadinya jika orang-orang yang bergerak dalam DK lemah dalam aspek tarbiyahnya. Maka barnag tentu kita akan menemukan ekseskusi yang kehilangan ruh.
b. Kehilangan kontribusi dan nilai kontribusiCukuplah peringatan Rasulullah saw, “Barang siapa tidak memperhatikan keadaan kaum muslimin, maka dia bukan bagian dari mereka”. Sadarlah bahawa kita tidak bernilai tanpa kontribusi, dan tidak berarti apa pun kecuali dengan kontribusi yang lillahi ta’ala
d. DisorientasiKita ini bukan budak lembaga, bukan pula budak penampilan, bukan juga budak figuritas, camkan kita bukan budak hawa nafsu. Kita ini hamba Allah yang memberikan sebesar-besarnya ketaatan kepada-NYA.
e. Taruma persepsiPersepsi yang salah akan menyebabkan kekalahan. Sebab persepsi yang traumatic adalah biang ketidakberdayaan, ketidakberdayaan dimunculkan oelh 3 hal; ketakutan pada masa lalu; ketidaknyamanan pada hari ini; dan kesalahan memandang masa depan
Kemenangan DK merupakan kemenangan islam yang bukanlah sebuah akhir dari segalanya, tetapi juga menjadi awal bagi proyek baru yang menanti.
#Sedikit membedah isi dari buku menuju kemenangan dakwah kampus#
Monday, June 25, 2012
SEMANGAT MEMBINA!!!
Bismillahiwalhamdulillah
“Demi
masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang saling
menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran” (Terjemah
Q.S Al-Ashr)
Tentu saja seharusnya dan
sewajarnya sebagai hamba yang dhoif harus terus diingatkan, dinasehati, ditegur
bahkan digiring untuk senantiasa “mengeja” Dzat-Nya. Mengapa saya menggunakan
kata “mengeja” untuk mewakili maksudnya? Tidak lain karena makna mengeja dalam
kamus saya adalah “proses belajar yang terus menerus”, tanpa henti, tanpa ada
batas, dan tidak akan sampai pada sebuah kesempurnaan. Saya tahu betul, hari
demi hari adalah proses pembelajaran yang kadang tak luput dari futurnya iman, lemahnya
semangat dan luputnya dari mengingat Dzat Yang Maha Mengetahui.
Saya pun sangat menyadari bahwa
saya bukan Malaikat yang suci dari dosa, bukan pula Rasul yang langsung
ditarbiyah oleh Allah lewat malaikat Jibril, yang jika melakukan kesalahan seketika
Allah tegur melalui ayat-ayat cinta-NYA. Terus apa yang bisa menjaga diri ini
dan kita semua agar bisa mengenal-NYA dengan intensif? Secara umum, Tarbiyah menjadi salah satu solusi
dalam menjaga hati dan sikap tetap pada rel kebenaran. Banyak metode yang
digunakan dalam proses Tarbiyah, dan pembinaan dalam mentoring atau halaqoh
menjadi metode yang konkrit dalam proses tarbiyah.
Saya merasa, sungguh Hidayah yang
Allah berikan bukan begitu saja datang, tapi tak bisa dipungkiri ada media
untuk bisa menghantarkan nikmat islam itu menelusuk hingga ke hati saya. Dan
saya harus berkata bahwa “lingkaran kecil” di sekolah menengah atas itu menjadi
pintu pembuka hidayah Allah yang Alhamdulillah saat ini masih terus saya
rasakan nikmatnya. Jujur, ingatan itu membuat tangan saya bergetar
menuliskannya. Alasan utama mengapa hari ini saya merasa bahwa membina dan
dibina alat yang paling jitu dalam menangkap sinyal hidayah yang Allah sebar
dimuka bumi ini.
Itulah yang membuat saya ingin
sekali orang disekitar saya, yang saya mencintai mereka karena Allah dapat
merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan dahulu. Perasaan itu yang
membuat saya ingin terus belajar dan ingin mengajarkan apa-apa yang masih sangat
sedikit saya tahu. Namun
disamping itu, ada warning yang tegas yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an,
”Wahai
orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu
kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang
tidak kamu kerjakan.”( Terjemahan QS.
Ash Shaff : 2 dan 3)
Oleh
itulah, tugas membina menjadi hal yang tidak sembarang dilakukan. Harus ada
perasaan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diucapkan.
Dan terakhir adalah harapan yang
disampaikan lewat do’a, Semoga ALLAH mengistiqomahkan diri ini dan orang-orang
yang saya cintai karena Allah untuk tidak lelah mengejar Ridho dan Cinta NYA,
meski harus jatuh berkali-kali, meski harus meneteskan air mata, keringat
bahkan darah sekali pun. Aamiin J
Saturday, June 9, 2012
Micro Teaching

Tepat Tanggal 30 Mei 2012, penilaian Microteaching yang dilakukan di lab microteaching FMIPA Universitas Negeri Jakarta, dan saya beruntung mendapatkan kesempatan pertama untuk menampilkan microteaching dengan materi Relasi.
Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran
View more documents from Astrid_Anindiya.
Friday, June 8, 2012
Filsafat MIPA
HUBUNGAN FILSAFAT
DENGAN MATEMATIKA PADA ZAMAN KUNO
Dua bidang pengetahuan rasional
yang tak diragukan lagi berhubungan erat sejak dulu sampai sekarang ialah
filsafat dan matematik. Tiga ahli matematik Charles Brumfiel, Robert Eicholz,
dan Merrill Shanks yang bekerjasama mengarang sebuah buku pelajaran geometri
menulis pernyataan yang berikut:
Pada awal peradaban Yunani, fisafat
adalah penelaahan dari semua cabang pengetahuan. Ketika pengetahuan ilmiah
manusia bertambah selama berabad-abad, cabang-cabang ilmu tertentu tumbuh
sampai mereka memisahkan diri dari filsafat dan menjadi bidang-bidang studi
yang terpisah. Kita tidak lagi menganggap ilmu kedokteran , ilmu hukum,
matematik, fisika, kimia, biologi, ilmu ekonomi, dan lain-lainnya sebagai
bagian-bagian dari filsafat, meskipun filsafat merupakan ayah dari semua ilmu
ini.
Thales dari Miletus oleh para
penulis sejarah filsafast diakui sebagai Ayah dari Filsafat (The Father of Philosopy). Dalam sejarah
matematik Thale diakui sebagai pencipta dari geometri abstrak yang pertama
berdasarkan rangkaian petunjuk mengukur tanah dipraktekkan oleh bangsa-bangsa
Babylonia dan Mesir selama beradab-adab. Ia sendiri diakui telah membuktikan 6
dalil pokok geometri, diantaranya dalil bahwa kedua sudut alas dari suatu
segitiga adalah sama besarnya.
Dari bukti historis di atas
ternyata pendapat bahwa filsafat merupakan ayah dan ibu dari matematik adalah
keliru. Matematik tidak pernah lahir dari filsafat, melainkan keduanya
berkembang bersama-sama dengan saling memberikan persoalan-persoalan sebagai
bahan masukan dan umpan balik. Dalam lintasan sejarah kedua saudari kembar
filsafat dan matematik itu selanjutnya tumbuh bersama-sama di bawah asuhan
filsuf yang juga ahli matematik Pythagoras
(572-497 s.M)
Hubungan timbal balik dan saling
pengaruh antara filsafat dan matematik dipacu pula oleh filsuf Zeno dari Elea.
Dua perbincangan paradoks yang terkenal dari Zeno adalah:
1.
Keganjilan Dikotomi
Menurut Zeno gerak tidaklah mungkin terjadi
Menurut Zeno gerak tidaklah mungkin terjadi
2.
Keganjilan Achilles
Pelari cepat Achilles tidak
mungkin mengejar seekor kura -kura yang lambat bilamana binatang itu
telah erjalan mendahului pada sesuatu jarak tertentu.
Seorang filsuf dari Yunani Kuno setelah masa hidup Zeno yang
menegaskan hubungan yang amat erat antara matematik dan filsafat ialah Plato.
Menurut Plato geometri merupakan suatu ilmu yang dengan akal murni membuktikan
proporsisi-proporsisi abstrak mengenai hal-hal abstrak seperti misalnya, garis
lurus , segitiga atau lingkaran ynag
sempurna.
PERSAMAAN DAN
PERBEDAAN FILSAFAT DENGAN MATEMATIKA
Ahli-ahli matematik dengan melalui metode aljabar, tehnik
simbolisme, dan teori himpunan telah membaut logika yang semua termasuk bidang
filsafat berkembang begitu pesat serta memperjelas pengertian-pengertian
seperti kebenaran, denotasi, konotasi, dan bentuk yang digumuli oleh para
filsuf. Selanjutnya, matematik merupakan sumber penting yang tak kering-kering
sejak zaman kuno sampai abad modern bagi pemikiran filsafati karena memberikan
pelbagai persoalan untuk direnungkan, misalnya persoalan apakah obyek matematik
(titik, bilangan) secara nyata ada
ataukah hanya fiksi dalam pikiran manusia.
Filsuf merenungkan soal-soal keabadian, kebetulan, evolusi,
genus, dan kwantitas. Sebagai padanannya ahli matematik mempelajari
ketakterhinggaan, probabilitas, kesinambungan, himpunan dan bilangan. Kesejajaran
ini sedikit banyak menunjukkan adanya persamaan dalam segi-segi tertentu antara
filsafat dan matematik.Filsafat dan matematik kedua-duanya merupakan
pengetahuan rasional. Kelanjutannya dari ciri itu ialah bahwa filsafat maupun
matematik tidak melakukan eksperimen dan tidak memerlukan peralatan
laboratorium.
Segi persamaan lainnya ialah bahwa filsafat dan matematik
bergerak pada tingkat generalitas dan abstraksi yang tinggi. Kedua bidang
pengetahuan itu membahas pelbagai ide yang sangat umum dan lazimnya melampaui
taraf kekonkritan yang satu demi satu.
Selain itu, filsafat dan matematik juga mempunyai segi-segi
perbedaan. Walaupun sama-sama merupakan pengetahuan rasional, filsafat dan
mateamtik masing-masing mempergunakan metode rasional yang berbeda. Filsafat
boleh dikatakan bebas menerapkan serangkaian metode rasioanl yang
bermacam-macam, sedang matematik hanya bekerja sengan satu metode logis, yakni
dedukasi.
Penalaahan terhadap
obyek matematik itu berlangsung dengan metode dedukatif dan kebenaran dari
hasil penelaahannya harus senantiasa dapat ditunjukkan dengan serangkaian
langkah pembuktian. Dalam filsafat proses pembuktian itu tidak mesti terjadi.
Tetapi yang pasti ialah bahwa filsafat harus berlangsung dengan alasan-alasan
yang diperoleh dari penalaran atau dikemukakan dalam perbincangan yang
rasional.
Jadi dalam filsafat tidak terlihat kepastian dan ketegasan
seperti halnya dalam matematika. Perbedaan ini menurut filsuf Alfred Cyril
Ewing dapat dikembalikan pada 3 sebab yang selengkapnya berbunyi demikian :
Pertama, tidaklah terbukti mungkin untuk menetapkan arti dari
istilah-istilah dalam cara sama yang tak bermakna ganda pada filsafat seperti
halnya dalam matematik, dengan demikian arti dari istilah-istilah itu cenderung
secara tak terasa untuk berubah dalam lintasan suatu perbincangan dan sangat
sukar untuk memastikan bahwa filsuf-filsuf yang berlainan akan mempergunakan
perkataan yang sama dalam makna yang sama. Kedua, hanyalah dalam lingkungan
matematik kita menjumpai konsep-konsep sederhana yang menjadi dasar dari
sejumlah besar penyimpulan-penyimpulan yang rumit tetapi ternyata secara ketat
bersifat pasti. Ketiga, matematik murni adalah hipotesis, yaitu tidak dapat
memberitahu kita tentang apakah yang menjadi peristiwanya dalam dunia yang
sesungguhnya, misalnya berapa banyak benda terdapat dalam suatu tempat
tertentu, melainkan hanyalah apa yang akan menjadi peristiwanya kalau begini
dan begitu salah benar, umpamanya bahwa akan terdapat 12 kursi dalam suatu kamar
kalau ada 5+7 kursi. Tetapi filsafat menuju pada corak kategorikal, yakni
memberitahu kita apakah senyatanya yang merupakan kasusnya; karena itu tidaklah
memadai dalam filsafat sebagaimana halnya sering dalam matematik untuk membuat
dedukasi-dedukasi semata-mata dari patokan pikiran atau bahasan.
Dalam bidang matematik orang dengan berpangkal pada aksioma-aksioma
yang tak diragukan atau premis-premis yang dianggap sebagai hipotesa menurunkan
kesimpulan-kesimpulan sampai yang jauh sekali. Sebaliknya filsafat tidak
berminat terhadap kesimpulan-kesimpulan yang jauh, melainkan terutama
bersangkut paut dengan analisa dan penilaian dari premis-premis semula.
PEMIKIRAN FILSAFATI
TENTANG MATEMATIKA
Bidang pengetahuan sebagai perwujudan interaksi filsafat dan
matematik yakni:
- Filsafat Matematik
- Landasan Matematik
- Adi-Matematik
- Filsafat kematematikaan
Filsafat matematik pada dasarnya adalah pemikiran reflektif
terhadap matematik. Matematik menjadi suatu pokok soal yang dipertimbangkan
secara cermat dan dengan penuh perhatian. Budi manusia yang diarahkan untuk
menelaah obyek-obyek tertentu sehingga melahirkan matematik kemudian juga
berpikir tentang matematik sehingga menumbuhkan filsafat matematik agar
memperoleh pemahaman apa dan bagaimana sesungguhnya matematik itu.
Dua pendapat yang pertama dari ahli-ahli matematik
menitikberatkan filsafat matematik sebagai usaha untuk menyusun dan menertibkan
bagian-bagian dari pengetahuan matematik yang selama ini terus berkembangbiak.
Sedang 2 definisi berikutnya dari ahli filsafat merumuskan filsafat matematik
sebagai studi tentang konsep-konsep dalam matematik dan pembenaran terhadap asa
atau pernyataan matematik.
Landasan matematik kadang-kadang dipersamakan pengertiannya
dengan filsafat matematik. Landasan matematik khususnya bersangkutpaut dengan
konsep-konsep dan asas-asas fundamental yang dipergunakan dalam matematik. Menurut
Charles Parsons bahwa penelitian landasan senantiasa bersangkutan dengan
masalah tentang pembenaran terhadap pernyataan-pernyataan dan asas-asas matematik.
Matematik menumbuhkan 3 mahzab landasan matematik yang
terkenal dengan logisisme, formalisme, dan intuitionisme. Mahzab logisisme
dipelopori oleh Arthur William Russell yang berpegang pada pendapat bahwa
matematik murni semata-mata terdiri atas dedukasi-dedukasi dengan
prinsip-prinsip logika dari prinsip-prinsip logika.
Mahzab landasan matematik formalisme dipelopori oleh David
Hilbert yang menyatakan bahwa sifat alami dari matematik ialah sebagai sistem
lambang yang formal. Matematik bersangkutpaut dengan sifat-sifat struktural
dari simbol-simbol dan proses pengelolahan terhadap lambang-lambang itu.
Mahzab landasan matematik intuitionisme yang dipelopori oleh
Luitzen Egbertus Jan Brouwer yang berpendapat bahwa matematik adalah sama
dengan bagian yang eksak dari pemikiran manusia.
Secara harfiah adi-matematik (metamathematics) memang dapat
berarti bidang pengetahuan yang berada diluar atau di atas matematik yang
menelaah matematik itu sendiri seperti halnya filsafat matematik. Selanjutnya
adi-matematik dimaksudkan sebagai sebuah teori pembuktian untuk menetapkan ada
atau tidaknya konsistensi dalam matematik dan menjawab masalah-masalah lainnya
seperti problem keputusan dan kelengkapan dalam suatu sistem formal.
Demikianlah dari uraian dimuka ternyata bahwa adi-matematik
juga tidak identik dengan filsafat matematik. Seperti halnya landasan
matematik, adi-matematik juga lebih terbatas ruang lingkupnya dari pada
filsafat matematik, yakni menelaah sifat-sifat dari sesuatu sistem formal
khususnya matematik untuk membuktikan konsistensi dan kelengkapan dari sesuatu
cabang matematik.
Mathematical philosophy (filsafat kematematikaan) dan
philosophy of mathematics (filsafat matematik memang cukup sulit untuk
dibedakan. Pembedaan dapat dilakukan dengan menafsirkan bahwa filsafat
kematematikaan sebagai filsafat berdasarkan matematik, sedang tafsiran filsafat
matematik ialah filsafat mengenai matematik. Filsafat kematematikaan sebagai
suatu filsafat berdasarkan matematik yang memakai matematik sebagai pangkal
tolak dan sumber ide untuk melakukan pemikiran filsafati. Sedangkan filsafat
matematik merupakan pemikiran filsafati tentang matematik untuk memperoleh
pemahaman mengenai segenap segi apa dan bagaimana dari matematik itu.
Thursday, June 7, 2012
Jangan Tanyakan
Seberapa Tinggi Kecerdasan yang Kau miliki
Tapi Tanyakan
Seberapa Besar Kecerdasan itu Digunakan
-Anonim-
Wednesday, June 6, 2012
Monday, May 7, 2012
Aku ingin mengerti
Aku ingin MENGERTI…
Mengerti,,,mengapa rembulan begitu indah bila ditatap?
Mengerti,,mengapa air mengalir menyejukkan kekeringan?
Mengerti,,mengapa mentari begiitu elok bersinar dalam
teriknya siang?
Aku ingin..sangat ingin..
MENGERTI...
Mengapa semuanya begitu membingungkan,,
Mengapa angin begitu lembut menyapa kegersangan?
Sedangkan kepenatan juga mengalahkan ketenangan??
Mengapa bintang gemintang bertabur memberi corak yang
mempesona?
Ketakjuban instrumen-instrumen cintaMU yang tak terbatas
oleh mata..
Ya Rahmaan..
Mengapa siang dan malam begitu serasi dalam balutan tunduk??
Membuat begitu banyak pasangan cemburu..
Mengapa??mengapa??
Izinkan aku mendapatkan jawabannya Rabbi..
Dengan caraMU,, yang membuatku akhirnya MENGERTI.
-makhlukMuyangDhaif-
Tuesday, April 17, 2012
Benang Merah yang Samar
Sedang menarik benang merah, lalu menyimpulkannya. Menjadi serpihan-serpihan yang kiranya dapat di generalisir. Melihat beberapa tingkah, kelakuan yang secara garis besar menjurus ke titik yang sama. Hanya saja selimutnya berbeda, hanya saja bungkusnya yang berbeda.
Apa bedanya ketika keringat dan air mata basah di tanah kekufuran, atau lebih sederhananya jika keringat dan air mata itu jatuh di ketidak tahuan, jatuh di kerutinitas yang hambar. lelah, capek?? tentu saja. Lalu apa yang membuat keringat dan air mata menjadi mutiara berharga yang kekal. tak perlu dijawab, karena mungkin pertanyaan ini memang ada untuk tidak dijawab.
Apa bedanya ketika keringat dan air mata basah di tanah kekufuran, atau lebih sederhananya jika keringat dan air mata itu jatuh di ketidak tahuan, jatuh di kerutinitas yang hambar. lelah, capek?? tentu saja. Lalu apa yang membuat keringat dan air mata menjadi mutiara berharga yang kekal. tak perlu dijawab, karena mungkin pertanyaan ini memang ada untuk tidak dijawab.
Sunday, March 4, 2012
mereka selalu ada
boleh
jadi banyak yang tidak suka, benci, dan lainnya untuk membuat kita berhenti..
namun
bukan berarti memilih untuk berhenti, dengan harapan mereka pun berhenti
melakukannya pilihan yang baik..
karena
tetap saja, kita berhenti atau bergerak, mundur atau
melangkah,,"mereka" selalu dan tetap ada..
Mari BerSEMANGAT karena ALLAH ^^
Thursday, March 1, 2012
Bunda
Bunda..
Engkau sekarang tak
segagah dulu..
Hanya ada sisa
kekuatan untuk tetap bertahan menghidupi anak-anakmu..
Engkau tak semuda dulu..
Hanya tinggal
keyakinan untuk tetap mengatapi hati dengan doa-doamu..
Engkau adalah Bunda,
Tatapanmu
kian melayu dimakan masa,
namun
sinar cinta dari kelopak matamu tak pernah redup
Tak ada
yang kau harap dari anakmu,
selain
bisikan ketegaran untuk terus bertahan
meski..
kadang kegelapan
merampas keindahan
Langkahmu
kian merapuh ditelan waktu,
namun semangat
juangmu terus menyala
Tak ada
yang kau harap dari diriku,
kecuali
lirik syahdu untuk terus bertahan
meski..
kadang luka menganga
tak jarang menghantam
Tapi,
Kau harus terus melaju
meski gunung-gunung
gagah menghalang
Kau harus terus
berjalan
meski tombak-tombak
siap menghunus tajam
dan ‘meski’ selalu kau
temui,
namun Cintamu membuat
semuanya terobati..
Sunday, February 26, 2012
apa diri ini???
Tak ingin rasanya diri ini diibaratkan seperti LILIN, yang rela menerangi sekitarnya namun membiarkan dirinya terbakar dan lama-kelamaan akan habis hingga akhirnya pun tak mampu lagi menerangi sekitar. Tapi tak pantas pula jika diri ini tersibukkan dengan dunia sendiri tapa peduli sekitar.
Saturday, February 18, 2012
Ladang itu adalah Amanah
Bismillah
Kututup malam ini dengan sedikit perenungan, muhasabah dan
mengintrospeksi diri yang dhaif ini. Mengingatkan kembali tentang hakekat penciptaan
diri ini, tubuh ini, jiwa ini melalui pengetahuan yang masih beugitu dangkal.
Sejak awal Allah sudah memberikan sebuah amanah bagi tiap-tiap
kita yang terlahir untuk mengabdi kepada Allah ( Q.S Adz-dzariyat :56) dan sebagai
khalifah di muka bumi ini (Q.S Al-Baqarah:30). Maka kewajiban kita adalah
melakukan yang terbaik dalam amanah tersebut.
Oleh itu, Amanah
bukanlah soal mau atau tidak mau, bukan juga soal suka atau tidak suka, bukan
pula populer atau tidak populer dan embel-embel dunia lainnya. Amanah adalah LADANG
untuk kita menanam sebanyak-banyaknya sesuai pilihan kita, apakah tanaman –
tanaman kebaikan yang kelak bisa dipetik buahnya atau tanaman-tanaman yang
ditanam namun enggan di pelihara sehingga yang tersisa adalah buah-buah busuk
dan masam atau ladang itu hanya dibiarkan saja kering kerontang dan ditumbuhi
dengan ilalang, rumput bahkan benalu dan gulma yang tidak memberikan manfaat
apapun.
Karena amanah juga
lah yang dapat melemparkan kita ke neraka atau juga dengan amanah lah Allah
memberikan izin untuk memasuki syurgaNYA.
Apapun itu kita lah yang menentukan mau memilih yang mana.
Dan hidup bukan hanya sekedar memilih, tapi meyakini pilihan tersebut,
melakukannya dan mengakhirinya dengan khusnul khotimah. Itu bukanlah perkara
yang mudah. Maka dalam Q.S Al-Baqarah : 286 Allah mengajarkan kita untuk
bermunajat dan memohon kepada Allah :
….” Ya Rabb kami, janganlah
Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah
Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada
kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum
yang kafir”
Walahu’alam
Sunday, February 12, 2012
penutup yang sebenarnya
Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Beberapa penelitian mengunkapkan bahwa sekitar 1 juta tahun yang lalu pakaian mulai ditemukan. Pada awalnya, manusia memanfaatkan kulit pepohonan dan kulit hewan sebagai bahan pakaian, kemudian memanfaatkan benang yang dipintal dari kapas, bulu domba serta sutera yang kemudian dijadikan kain sebagai bahan pakaian.
Inilah sedikit sejarah pakaian yang saya tangkap dari Wikipedia. Namun sayang, pergeseran fungsi pakaian semakin ironis. Entahlah mengapa saya menggunakan kata ironis untuk menggambarkan perubahan itu. Mungkin karena saya merasa prihatin dengan pakaian-pakaian yang berkembang di zaman ini. Seolah tertipunya kita dengan paradigma bahwa pakaian sangat menentukan tingkat sosial di masyarakat. Sehingga dengan semakin minimnya pakaian yang dipakai seseorang (terutama wanita) maka bisa dikatakan seseorang tersebut berada pada tingkat sosial yang tinggi. Maka tentu saja menurut saya ini ironis.
Jika sedikit menengok sejarah Rasulullah dan para shohabiyah mengenai pakaian, ketika Surat mengenai berpakaian tertutup (berhijab) turun maka serentak para wanita-wanita beriman mencari kain-kain yang bisa dipakai untuk menutup tubuhnya termasuk menarik gorden yang ada di dijendela rumah mereka. Dan sungguh cukuplah itu sebagai penegas bahwa berpakaian yang menutup bukan hanya hakikat dari fungsi pakaian itu sendiri, tapi juga itu adalah perintah Allah yang tentu saja banyak kebaikan dibalik perintah itu.
Selain itu juga, mungkin saja kita sudah sering mendengar tentang hadist:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Masya Allah, sungguh merinding membaca hadist diatas. Masihkah menganggap bahwa membuka-buka aurat, bupati (buka paha tinggi-tinggi) dan berpakaian yang sangat minim menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa itu adalah trendi, modern dan sebagainya.
Maka menurut saya, itu malah menunjukkan bahwa kita sudah kembali pada 15 abad yang lalu saat Islam belum menyinari dunia dan mungkin bahkan berada pada 1 juta tahun yang lalu saat orang-orang belum menggunakan pakaian.
Dan lagi-lagi tulisan ini saya tutup dengan do’a, semoga Allah senantiasa mengistiqomahkan diri ini dan kita semua dan juga membukakan hidayah bagi yang belum memahaminya untuk sama-sama memperbaiki diri...Aamiin
Wallahu’alam
Friday, February 3, 2012
BagiKu
Sungguh tidaklah seberapa kesedihan itu bila bisa berbagi dengan yang lain..
sungguh tidaklah berat jika kesedihan itu boleh diketahui mereka..
Namun sungguh, kesediahan itu akan sangat sangat menyedihkan karena tidak ada yang boleh tahu, tidak ada yang boleh merasakannya dan bahkan tidak boleh terlihat oleh mereka..
sungguh tidaklah berat jika kesedihan itu boleh diketahui mereka..
Namun sungguh, kesediahan itu akan sangat sangat menyedihkan karena tidak ada yang boleh tahu, tidak ada yang boleh merasakannya dan bahkan tidak boleh terlihat oleh mereka..
Tuesday, January 24, 2012
jagalah diri kita
Bismilahiwalhamdulillah..
Terlalu banyak permasalahan yang melanda bangsa ini, sangking banyaknya terkadang masalah menjadi tidak dipermasalahkan. Inilah potret kehidupan manusia.
Salah satu masalah yang mengiris hati yang saat ini menjadi sorotan media adalah (maaf) pemerkosaan dan pelecehan. Mulai dari yang terjadi diangkot,transjakarta, jalanan, ‘angkot-angkot modern’ dan banyak lagi mungkin kejadian yang tidak tersorot oleh media.Jika kejadian ini terjadi siapa yang rugi? Dengan sangat pasti jawabannya adalah kaum Hawa.
Entahlah, permasalahan ini seakan ‘menyentil’ saya sebagai kaum hawa. Apa yang salah? Siapa yang harus disalahkan? Oke, seharusnya secara bijak kita tidak boleh saling menyalahkan. Mari kita sama-sama temukan dan lakukan solusi yang dini untuk permasalahan ini.
Mari kita sama-sama menjaga diri kita dengan (1) berpakaianlah yang sopan, (2) berperilakulah dengan sewajarnya dengan tidak melakukan hal-hal yang mengundang, (3) jangan pernah pulang larut malam (>jam 10 malam) kalau tidak dengan sangat-sangat terpaksa, mepet atau tidak sengaja (kalau memang harus pulang malam maka mintalah ditemani dengan laki-laki yang muhrim).
Jika ini sudah kita lakukan maka Insya Allah, Allah dan malaikat-Nya pun akan menjaga kita. Disini saya bukan ingin menyalahkan seratus persen kaum hawa, tapi saya pikir ini merupakan salah satu titik awal mengapa kejadian ini bisa terjadi? Oleh itu, selayaknya lah kita harus menghargai diri kita kalau kita merasa bahwa diri kita berharga.
Walahu’alam
-saudari yang mencintaimu-
Friday, January 20, 2012
Memilih Diam
Bismillah
Baiklah sepertinya saya hanya ingin diam,,
Diam,entah untuk apa?
Berdamai dengan perasaan kah?mungkinn..
Hanya ingin mengamati,, tepatnya melihat..
Kenapa cermin itu selalu ada antara saya dengannya..seharusnya kita bisa hidup senormal dengan yang lain. Tak perlu ada hijab yang menggantung. Seharusnya ditiap-tiap hati kita telah menempel ikatan yang sama. Sama-sama bisa memahami dan mengerti. Setidaknya cukup dengan mengatakan ‘iya’.
Apa yang harusnya kita lakukan bersama, bukan hanya saya atau hanya kamu?
Perluhkah kita membuang cermin itu, atau kita pindahkan cermin itu ketempat yang lebih tepat. Pertanyaannya kemana? Dimana tempat yang tepat itu? Bukankah kita pernah mencoba, mencoba menggesernya walau hanya beberapa centi. Entah kapan, tiba-tiba sejak hari itu semuanya memperjelas kalau cermin itu tetap tak bergerak dari tempatnya bahkan semakin kuat tertanam.
Sunday, January 1, 2012
mematahkan keringat
Bismillah
Berlari sekencang mungkin
menjauh...
Diam tanpa mau
mendekat..
sesak tertahan
meledak..
membisu sikap
menghantam..
berlontar logika
menyayat..
kau mau apa dengan ketakpahaman,
hingga jari jemari kaku,
hingga mata kian membengkak,
hingga hati mulai menyusut,
untuk apa kelakukan,jika tak beriring
..mematahkan keringat..
Berlari sekencang mungkin
menjauh...
Diam tanpa mau
mendekat..
sesak tertahan
meledak..
membisu sikap
menghantam..
berlontar logika
menyayat..
kau mau apa dengan ketakpahaman,
hingga jari jemari kaku,
hingga mata kian membengkak,
hingga hati mulai menyusut,
untuk apa kelakukan,jika tak beriring
..mematahkan keringat..
Subscribe to:
Comments (Atom)