Bismillah
Kututup malam ini dengan sedikit perenungan, muhasabah dan
mengintrospeksi diri yang dhaif ini. Mengingatkan kembali tentang hakekat penciptaan
diri ini, tubuh ini, jiwa ini melalui pengetahuan yang masih beugitu dangkal.
Sejak awal Allah sudah memberikan sebuah amanah bagi tiap-tiap
kita yang terlahir untuk mengabdi kepada Allah ( Q.S Adz-dzariyat :56) dan sebagai
khalifah di muka bumi ini (Q.S Al-Baqarah:30). Maka kewajiban kita adalah
melakukan yang terbaik dalam amanah tersebut.
Oleh itu, Amanah
bukanlah soal mau atau tidak mau, bukan juga soal suka atau tidak suka, bukan
pula populer atau tidak populer dan embel-embel dunia lainnya. Amanah adalah LADANG
untuk kita menanam sebanyak-banyaknya sesuai pilihan kita, apakah tanaman –
tanaman kebaikan yang kelak bisa dipetik buahnya atau tanaman-tanaman yang
ditanam namun enggan di pelihara sehingga yang tersisa adalah buah-buah busuk
dan masam atau ladang itu hanya dibiarkan saja kering kerontang dan ditumbuhi
dengan ilalang, rumput bahkan benalu dan gulma yang tidak memberikan manfaat
apapun.
Karena amanah juga
lah yang dapat melemparkan kita ke neraka atau juga dengan amanah lah Allah
memberikan izin untuk memasuki syurgaNYA.
Apapun itu kita lah yang menentukan mau memilih yang mana.
Dan hidup bukan hanya sekedar memilih, tapi meyakini pilihan tersebut,
melakukannya dan mengakhirinya dengan khusnul khotimah. Itu bukanlah perkara
yang mudah. Maka dalam Q.S Al-Baqarah : 286 Allah mengajarkan kita untuk
bermunajat dan memohon kepada Allah :
….” Ya Rabb kami, janganlah
Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah
Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada
kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum
yang kafir”
Walahu’alam
No comments:
Post a Comment