Monday, June 25, 2012

SEMANGAT MEMBINA!!!


Bismillahiwalhamdulillah

“Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran” (Terjemah Q.S Al-Ashr)

Tentu saja seharusnya dan sewajarnya sebagai hamba yang dhoif harus terus diingatkan, dinasehati, ditegur bahkan digiring untuk senantiasa “mengeja” Dzat-Nya. Mengapa saya menggunakan kata “mengeja” untuk mewakili maksudnya? Tidak lain karena makna mengeja dalam kamus saya adalah “proses belajar yang terus menerus”, tanpa henti, tanpa ada batas, dan tidak akan sampai pada sebuah kesempurnaan. Saya tahu betul, hari demi hari adalah proses pembelajaran yang kadang tak luput dari futurnya iman, lemahnya semangat dan luputnya dari mengingat Dzat Yang Maha Mengetahui.

Saya pun sangat menyadari bahwa saya bukan Malaikat yang suci dari dosa, bukan pula Rasul yang langsung ditarbiyah oleh Allah lewat malaikat Jibril, yang jika melakukan kesalahan seketika Allah tegur melalui ayat-ayat cinta-NYA. Terus apa yang bisa menjaga diri ini dan kita semua agar bisa mengenal-NYA dengan intensif? Secara umum, Tarbiyah menjadi salah satu solusi dalam menjaga hati dan sikap tetap pada rel kebenaran. Banyak metode yang digunakan dalam proses Tarbiyah, dan pembinaan dalam mentoring atau halaqoh menjadi metode yang konkrit dalam proses tarbiyah.

Saya merasa, sungguh Hidayah yang Allah berikan bukan begitu saja datang, tapi tak bisa dipungkiri ada media untuk bisa menghantarkan nikmat islam itu menelusuk hingga ke hati saya. Dan saya harus berkata bahwa “lingkaran kecil” di sekolah menengah atas itu menjadi pintu pembuka hidayah Allah yang Alhamdulillah saat ini masih terus saya rasakan nikmatnya. Jujur, ingatan itu membuat tangan saya bergetar menuliskannya. Alasan utama mengapa hari ini saya merasa bahwa membina dan dibina alat yang paling jitu dalam menangkap sinyal hidayah yang Allah sebar dimuka bumi ini.

Itulah yang membuat saya ingin sekali orang disekitar saya, yang saya mencintai mereka karena Allah dapat merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan dahulu. Perasaan itu yang membuat saya ingin terus belajar dan ingin mengajarkan apa-apa yang masih sangat sedikit saya tahu. Namun disamping itu, ada warning  yang tegas yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an,

”Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”( Terjemahan QS. Ash Shaff : 2 dan 3)

Oleh itulah, tugas membina menjadi hal yang tidak sembarang dilakukan. Harus ada perasaan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diucapkan.

Dan terakhir adalah harapan yang disampaikan lewat do’a, Semoga ALLAH mengistiqomahkan diri ini dan orang-orang yang saya cintai karena Allah untuk tidak lelah mengejar Ridho dan Cinta NYA, meski harus jatuh berkali-kali, meski harus meneteskan air mata, keringat bahkan darah sekali pun. Aamiin J

No comments:

Post a Comment