Bunda..
Engkau sekarang tak
segagah dulu..
Hanya ada sisa
kekuatan untuk tetap bertahan menghidupi anak-anakmu..
Engkau tak semuda dulu..
Hanya tinggal
keyakinan untuk tetap mengatapi hati dengan doa-doamu..
Engkau adalah Bunda,
Tatapanmu
kian melayu dimakan masa,
namun
sinar cinta dari kelopak matamu tak pernah redup
Tak ada
yang kau harap dari anakmu,
selain
bisikan ketegaran untuk terus bertahan
meski..
kadang kegelapan
merampas keindahan
Langkahmu
kian merapuh ditelan waktu,
namun semangat
juangmu terus menyala
Tak ada
yang kau harap dari diriku,
kecuali
lirik syahdu untuk terus bertahan
meski..
kadang luka menganga
tak jarang menghantam
Tapi,
Kau harus terus melaju
meski gunung-gunung
gagah menghalang
Kau harus terus
berjalan
meski tombak-tombak
siap menghunus tajam
dan ‘meski’ selalu kau
temui,
namun Cintamu membuat
semuanya terobati..
No comments:
Post a Comment