Friday, January 20, 2012

Memilih Diam

Bismillah


Baiklah sepertinya saya hanya ingin diam,,

Diam,entah untuk apa?

Berdamai  dengan perasaan kah?mungkinn..
Hanya ingin mengamati,, tepatnya melihat..

Kenapa cermin itu selalu ada antara saya dengannya..seharusnya kita bisa hidup senormal dengan yang lain. Tak perlu ada hijab yang menggantung. Seharusnya ditiap-tiap hati kita telah menempel ikatan yang sama. Sama-sama bisa memahami dan mengerti. Setidaknya cukup dengan mengatakan ‘iya’.

Apa yang harusnya kita lakukan bersama, bukan hanya saya atau hanya kamu?

Perluhkah kita membuang cermin itu, atau kita pindahkan cermin itu ketempat yang lebih tepat. Pertanyaannya kemana? Dimana tempat yang tepat itu? Bukankah kita pernah mencoba, mencoba menggesernya walau hanya beberapa centi. Entah kapan, tiba-tiba sejak hari itu semuanya memperjelas kalau cermin itu tetap tak bergerak dari tempatnya bahkan semakin kuat tertanam.

No comments:

Post a Comment