Manusia itu tempatnya lupa, salah, kekurangan, keterbatasan, kelemahan, ketidakdayaan. Maka penting sekali 'saling mengingatkan' diantara kita, terutama orang-orang terdekat kita.
Dan sungguh, kita terutama saya sejak kecil selalu diajarkan untuk berusaha keras menyelesaikan tugas dengan benar, memecahkan soal demi soal dengan tepat dan menjalani aktivitas dengan baik. Sama juga seperti sekarang dan akan datang, kita selalu berusaha keras memberikan yang terbaik atas setiap peran yang kita emban. Jikalau yang ditemui adalah kesalahan, kekurangan, lupa, sungguh itu bukan kesengajaan. Begitu juga, jika ternyata tugas yang diberikan tidak mendapat A+, ujian yang dilalui tidak mendapat nilai sempurna, dan segala aktivitas yang dijalani tidak berjalan mulus, sungguh itu bukanlah kesengajaan.
Kita hanya perlu waktu, tapi memang tidak semua orang memakluminya. Tidak semua orang bisa berlapang dada atas keterlambatan kita dalam melakukan sesuatu. Dan tentu terkadang waktu itu sendiri yang tidak memberikan kita banyak waktu untuk berproses. :)
'mainkan peranmu, setaqwa-taqwa peran'
'Biarkan pena-pena ini menggambarkan keMahatakjubanNYA, agar tak hanya menjadi goresan tak bermakna'
Thursday, November 24, 2016
Monday, September 26, 2016
Thursday, September 1, 2016
JODOH
Bismillah
Kembali mengingatkan bagaimana saya menulis status di BBM 2
tahun yang lalu kurang lebih seperti ini “Tidak ada keraguan tentang janji
ALLAH bahwa yang baik akan membersamai dengan yang baik pula dan juga
sebaliknya. Tapi Perempuan dan Laki-laki yang baik bukan semata-mata menjadi baik untuk mendapatkan yang baik”
Status itu bukan hanya untuk menjawab kegerahan saya tentang
dalil Q.S An-Nur:26 yang seolah-olah menjadi landasan kita untuk berbuat baik hanya untuk mendapatkan yang baik pula.
Astaqfirullah jika prasangka saya banyak salahnya. Ini lebih kepada
mengingatkan diri saya, meluruskan niat saya kembali dan menyucikan nya.
Bahkan saya menulis itu sebelum saya tahu asbabul nuzul
mengenai turunnya ayat tersebut. Dan ternyata setelah mengikuti kajian pra
nikah, saya baru tahu ternyata memang benar Surat tersebut bukan turun ketika
ada seorang lelaki/perempuan berniat untuk menikah. Surat itu turun atas
tuduhan keji yang ditujukan kaum munafik kepada ‘Aisyah. (Tafsir Ibnu Katsir
hal. 352)
Maka Menjadi Baiklah kita bukan semata-mata untuk mendapatkan JODOH yang baik pula.
Maka Menjadi Baiklah kita bukan semata-mata untuk mendapatkan JODOH yang baik pula.
Jika ternyata JODOH kita Baik, maka dengan kita menjadi
baik, insyaallah kita bisa membersamainya melakukan kebermanfaatan untuk umat
yang lebih luas, membuka peluang lebih besar untuk memiliki anak-anak sholih dan sholihaah.
Jika ternyata JODOH kita belum baik, maka dengan kita
menjadi baik, insyaallah kita bisa membersamainya untuk sama-sama belajar
menjadi lebih baik. Merasakan jatuh dan bangun bersama-sama. Merasakan sulit
dan susahnya menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita.
Jika ternyata JODOH kita seorang yang amat baik, hingga kerjaan
dakwahnya begitu padat sampai begitu jarang dirumah, maka dengan kita menjadi
baik, insyallah kita bisa kuat melaluinya, bahkan kita adalah orang yang
pertama yang menyokong kerja-kerja dakwahnya. Kita lah orang pertama yang
mendukungnya untuk terus melangkah.
Jika ternyata JODOH kita seorang yang amat bekecukupan,
bahkan berlebihan dalam harta, maka dengan kita menjadi baik, insyaallah kita
bisa membersamainya untuk memanfaatkan keberlebihan tersebut menjadi investasi
akhirat yang tak terputus, pemulus program-program kebaikan, pendiri
bangunan-bangunan untuk umat.
Jika ternyata salah satunya ada diantara pasangan kita, maka
bersyukurlah. Syukur dan Sabar menjadi kendaraan untuk sampai pada tujuan kita.
Yang belum punya pasangan, mari kembali meluruskan niat, merenungkan kembali
niat menikah, dan jalani prosesnya dengan baik pula.
Wednesday, August 24, 2016
Temu Online SST SumSel
Assalamu'alaikum wr.wb
Bismillaahirrahmanirrahim. Allahumma sholialamuhammad waala ali muhammad.
Terimakasih banyak yah sblmnya utk ibu koor kita, devi dan teman2 yg sdh mau bergabung dan menyempatkan diri disini, mudah2an celoteh2 saya ada manfaatnya
Bismillaahirrahmanirrahim. Allahumma sholialamuhammad waala ali muhammad.
Terimakasih banyak yah sblmnya utk ibu koor kita, devi dan teman2 yg sdh mau bergabung dan menyempatkan diri disini, mudah2an celoteh2 saya ada manfaatnya
#1 kenapa memilih beasiswa LPDP. Apa saja persiapan yang perlu
dilakukan untuk apply beasiswa tsb?
Kenapa memilih LPDP, krn lpdp termasuk lembaga yg membuka kesempatan
besar bahkan tdk ada kuota dlm memberikan beasiswa. Administrasi nya juga cukup
mudah dipenuhi, selain itu lpdp memberikam full beasiswa sampai ke biaya hidup,
waaaw bgt kan :). Apa aja yg diperlukan mungkn temen2 bs langsung masuk ke
webnya dan udah lengkap bgt,bgt disna :)
#2 Proses mengikuti seleksinya
Utk sy pribadi, sy menyiapkan ini 1 tahun dan tahu soal lpdp sejak 2 thn yg lalu. Jadi klo dibilang well prepare, eem mungkin. Terutama bagian toefl yah, sy thun lalu sempat ke kampung inggris pare 1,5 bulan, alhamdulillah toefl msh jauh dibwh 500,hehe
Pulang dr sana sy mulai belajar sendiri dr file2 yg dksh di pare sekaligus masuk sekolah toefl tp berasa masih kurang bljr nya, sy putuskan utk ke bdg ambil toefl intensive 2 pekan, pulang dr sana sy jg blm merasa maksimal, alhamdulillah sekolah toefl mulai banyak ngsih tugas, shngga membantu sy mem push utk bljar sendiri, di akhir maret sy memutuskan utk ikut tes toefl dan akhirnya tgl 11 april sy br dpt hasil scorenya, dan alhamdulillah memenuhi. Naah, jadwal lpdp memang sngja sy tempel di kamar biar tahu wkt kpn sy bs apply lpdp, sy memutuskan utk apply yg tgl 15, jadi sy cuma punya wktu 5 hari utk menyelsaikan semua administrasinya, alhamdulillah semua sertifikat dan ijazah uda sy susun dgn rapi tinggal discan dan upload. PeeR nya adalah sy hrs buat essay 3 biji dgn wkt yg sesingkat itu,eem beneer yah the power of kepepet. Alhamdulillah nuliisnya ngaliir aja.. Tgl 27 april pengumuman administrasi dan tgl 11 mei tes substansi (wawancara,essay on the spot, LGD). Nah pas wawancara sy agak unpredictable,krn shrsnya interviewer 3 org, tp sy cuma 2 org. Berasa jadi org yg diabaikan,hehehe
Tp alhamdulillah tgl 10 juni pengumuman lulus :)
Utk sy pribadi, sy menyiapkan ini 1 tahun dan tahu soal lpdp sejak 2 thn yg lalu. Jadi klo dibilang well prepare, eem mungkin. Terutama bagian toefl yah, sy thun lalu sempat ke kampung inggris pare 1,5 bulan, alhamdulillah toefl msh jauh dibwh 500,hehe
Pulang dr sana sy mulai belajar sendiri dr file2 yg dksh di pare sekaligus masuk sekolah toefl tp berasa masih kurang bljr nya, sy putuskan utk ke bdg ambil toefl intensive 2 pekan, pulang dr sana sy jg blm merasa maksimal, alhamdulillah sekolah toefl mulai banyak ngsih tugas, shngga membantu sy mem push utk bljar sendiri, di akhir maret sy memutuskan utk ikut tes toefl dan akhirnya tgl 11 april sy br dpt hasil scorenya, dan alhamdulillah memenuhi. Naah, jadwal lpdp memang sngja sy tempel di kamar biar tahu wkt kpn sy bs apply lpdp, sy memutuskan utk apply yg tgl 15, jadi sy cuma punya wktu 5 hari utk menyelsaikan semua administrasinya, alhamdulillah semua sertifikat dan ijazah uda sy susun dgn rapi tinggal discan dan upload. PeeR nya adalah sy hrs buat essay 3 biji dgn wkt yg sesingkat itu,eem beneer yah the power of kepepet. Alhamdulillah nuliisnya ngaliir aja.. Tgl 27 april pengumuman administrasi dan tgl 11 mei tes substansi (wawancara,essay on the spot, LGD). Nah pas wawancara sy agak unpredictable,krn shrsnya interviewer 3 org, tp sy cuma 2 org. Berasa jadi org yg diabaikan,hehehe
Tp alhamdulillah tgl 10 juni pengumuman lulus :)
#3 tips dan tricknya yah
1. Try
2. Try again
3. Siapkan toefl sedini mungkin. Kl sy pribadi, menyiapkan toefl ini ga sampingan, sy nekat utk resign dr pekerjaan dan fokus mengejar toefl. Krn sy tau, sy masih amat bodoh soal bhs. Inggris. Ga cuma waktu, energi, uang juga terkuras,hehe
4. Belajar menulis, nulis apa aja. Krn kita dituntut utk nulis essay, dan kita butuh belajar utk menulis yg tertata dan rapi, apalagi pas essay on the spot, keahlian menulis kita diuji apalagi durasi waktu yg sedikit.
5. Praying, praying,praying :)
1. Try
2. Try again
3. Siapkan toefl sedini mungkin. Kl sy pribadi, menyiapkan toefl ini ga sampingan, sy nekat utk resign dr pekerjaan dan fokus mengejar toefl. Krn sy tau, sy masih amat bodoh soal bhs. Inggris. Ga cuma waktu, energi, uang juga terkuras,hehe
4. Belajar menulis, nulis apa aja. Krn kita dituntut utk nulis essay, dan kita butuh belajar utk menulis yg tertata dan rapi, apalagi pas essay on the spot, keahlian menulis kita diuji apalagi durasi waktu yg sedikit.
5. Praying, praying,praying :)
#4 motivasi
Sy ambil dr quotes nya kak budi dgn revisi sedikit
"No Body helps you, unless you help yourself, Ask Allah to help you"
Sy ambil dr quotes nya kak budi dgn revisi sedikit
"No Body helps you, unless you help yourself, Ask Allah to help you"
#Penutup prolog. Mungkin sebagian teman2 sudah tahu. Alhamdulillah 17
juli 2016 kmren sy melangsungkan walimatul ursy, dan skrg sy sudah diboyong ke
jakarta ikut suami. Alhamdulillah juga qodarullah saya bisa lulus LPDP dan
mengambil S2 di upi jurusan pendidikan matematika. Insyallah 22 agustus sy sudah
mulai pra kuliah. Mohon do'anya 🙏🏻😊. Mudah2an sy bisa memikul amanah (jadi
istri, mahasiswi, bahkan ibu) dengan baik. Berharap semoga kelak ketika Allah
tanya dihabiskan utk apa masa mudamu, sy bisa menjawab walpun msh dgn muka yg
tertunduk :)
Monggo mb devi mau sesi tanya jawab..
Kemarin prepare untuk tes substantif nya gmna Astrid?
Aku sempat baca di fb..ada grup2 telegram..dbuat per daerah seleksi..jdi ikutan nimbrung.
Aku sempat baca di fb..ada grup2 telegram..dbuat per daerah seleksi..jdi ikutan nimbrung.
>> Nah ini dia pertanyaan baguuus...hehe
Jadi kmren sy search di web, bbrpa org banyak yg membagikan tips2 gitu utk mengahadapi tes subtantif. Pertanyaanya ga jauh2 biasanya
1. Ceritakan ttg univ yg km tuju, apa yg sdh kamu persiapkan?
2. Kenapa kamu memilih univ dan jurusan itu?
3. Bagaimana rencana studi?
4. Kontribusi apa aja selama kuliah yg km lakukan?
5. Kenapa kamu mau S2?
6. Kapan rencana menikah? (ini pertanyaan pertama psikolog ke saya)
Selain itu, nonton berita, baca koran. Coba update berita2 terkini, ini sgt membantu pas essay dan LGD
Jadi kmren sy search di web, bbrpa org banyak yg membagikan tips2 gitu utk mengahadapi tes subtantif. Pertanyaanya ga jauh2 biasanya
1. Ceritakan ttg univ yg km tuju, apa yg sdh kamu persiapkan?
2. Kenapa kamu memilih univ dan jurusan itu?
3. Bagaimana rencana studi?
4. Kontribusi apa aja selama kuliah yg km lakukan?
5. Kenapa kamu mau S2?
6. Kapan rencana menikah? (ini pertanyaan pertama psikolog ke saya)
Selain itu, nonton berita, baca koran. Coba update berita2 terkini, ini sgt membantu pas essay dan LGD
kak astrid rencana dari awal jurusan dan univ nya memang
UPI ya? atau sempat bimbang mau ke lain hati..pertimbangan ambil jurusan
dan univ tujuan mengapa?
>>Tapii perlu diketahui juga, LPDP ga cuma liat toefl kita.
Tapi semuanya... Jadi sy punya score yg pas2an ditoefl, sdgkn ada temen wktu itu
kenal bahkan ielts 6.5 tapi beliau ga lulus. Jadii maksimalkan semua kriteria yg
diinginkan lpdp, jgn cuma fokus 1 aja 😊
>>Dari dulu emang udah pengen ke UPI, nah kebetulan juga
jurusan pend. Math itu hanya ada dilist lpdp di upi dan uny. Jadi pas
bgt
Sempeet bimbang sih, pengen ambil UI jurusan math murni, biar ga jauh2 dari suami 😂, tp setelah diskusi dan komunikasi akhirnya ttp jatuh di UPI
Sempeet bimbang sih, pengen ambil UI jurusan math murni, biar ga jauh2 dari suami 😂, tp setelah diskusi dan komunikasi akhirnya ttp jatuh di UPI
Oh ya Astrid.. kmrn pas wawancara..
interviewer nya bsa kita tau yg mana psikolog atau akadmisi itu gmna..
? Untuk perkenalan.. kmu kemarin gmna..
sebutkan nama, asl univ sma daerah..or more?
>>Beliau2 akan kenalan ko. 2 akademisi 1
psikolog. Iya itu udah cukup. Kbtulan pas aku kmren
beliau udah dluan menyapa, kpn berangkat dari palembang? Gitu. Oh iyaa pas wawancara itu kita nyantai aja, anggap aja sdg
curhat sama orang tua, dan ga perlu diheboh2kan, tampil apa adanya 😊
nulis essay on the spot brp lama diksh waktu? terus menurut kamu apa yang paling berkesan selama mengikuti seleksi lpdp?
>>Essay 30 menit. Yg plg berkesan pas wawancara itu, pas
ditanya kapan rencana nikah? Dan udah ada calon? #mungkin psikolog nya mau
nyariin,hehe
Subhanallah perjuangan nya mbak astrid,, mbak mau tanya:
untuk surat rekomendasiny itu dr sp sj? Ada nggak selain dr dosen? Boleh liat"
essay ny mbak ,
>> Kebetulan kmren dpt kemudahan dr Allah selain dosen aku jg
minta surat rekomendasi dr ketu Lpmp (lembaga penjamin mutu pendidikan) sumsel.
Beliau ayah dari muridku.. Setau aku emang ada surat rekom dr tokoh setempat
Astrid..karantina berapa lama?
>>Insyaallah karantina nya tgl 14-20 agustus di depok. Eeem.. Selain dpt beasiswa kita akan dpt banyaak temen2 yg supeer supeeer hebat. Berasa kayak buih dilautan, pasir dipantai, remah2 nastar, tetesan air dilautan. Ga ada apa2nya.
>>Insyaallah karantina nya tgl 14-20 agustus di depok. Eeem.. Selain dpt beasiswa kita akan dpt banyaak temen2 yg supeer supeeer hebat. Berasa kayak buih dilautan, pasir dipantai, remah2 nastar, tetesan air dilautan. Ga ada apa2nya.
Terkadaang kebahagian kita justru terletak di PROSES bukan HASIL nya.
Bagaimana kita hrs melawan rasa malas, malu,minder, capek..huft
Setelah lulus LPDP atau Univ, sebernya itulah awal perjuangan kita,
bahkan jauh lebih sulit dr kmren2..
Astrid.. last questions.. kmrn dpt jdwl brpa hari tes
substantif nya pas mau dkt2 hari H y? Wktu dtg k tmpat seleksi..kita akan di
arahkan atau nyari2 sndiri tmpatnya.?
>>H-1 dev, bahkan kmren aku yg tlpon pihak cso nya krn blm2 jg dpt
email pemberitahuan
Nanti ada tulisan dan mbk2/mas2 yg bertugas
Nanti ada tulisan dan mbk2/mas2 yg bertugas
Well...kita tutup ya sesi tnya jwabnya...
Boleh closing Astrid.
Boleh closing Astrid.
Saya mewakili teman-teman yang lain..mengucapkan terima kasih banyak
sudah mau meluangkan waktunya untk sahabat ST sumsel..semoga lancar studinya dan
makin besar kontribusi nya memajukan pendidikan indonesia.. aamiin.
>>Penutup nya apa yah...
Libatkan Allah dalam segala keputusan dan rencana2 kedepan kita,
insyaallah kita gak akan kecewa apapun takdirnya nanti. Krn diatas kebahagian
ada keberkahan yg jauh lebih penting kita raih.
Mohon do'anya dan tetap saling mengingatkan dan menguatkan..
Tuesday, July 26, 2016
21 Mei 2016
Bismillah
-perjalanan ciamplas-soeta-palembang
*tulisan ini persis saya tulis ketika duduk di mobil travel menuju bandara soeta, dengan hati penuh pengharapan dan penerimaan akan takdir ke depan. Finally, I'm here :)
Bismillah
Perjalanan ini melelahkan bukan, ini bukan tanya, ini pernyataan!
Perjalanan ini melelahkan bukan, lebih melelahkan lagi jikalau ini tak menuju padaMu.
Perjalanan ini penuh peluh dan air mata, ooh jauuh akan menyakitkan jikalau ini tak bermuara padaMu.
Perjalanan ini bersimbah keringat tentu, tapi akan semakin perih jika didapati ujungnya bukan untuk Mu.
Namun, mau tidak mau kita tetap harus berjalan agar kita sampai.
-perjalanan ciamplas-soeta-palembang
*tulisan ini persis saya tulis ketika duduk di mobil travel menuju bandara soeta, dengan hati penuh pengharapan dan penerimaan akan takdir ke depan. Finally, I'm here :)
Wednesday, June 15, 2016
Friday, June 10, 2016
PENULIS Terbaik
Bismillah..
Sejak kecil, saat masih menggunakan seragam merah putih,
saya sering sekali diajak ibu saya ke perpustakaan. Ini bukan karena saya yang
mau ke perpustakaan. Tapi karena ibu bekerja di perpustakaan dan saya sering
diajak ke kantornya –jika bibi dirumah lagi pergi-. Emm, karena yang diliat
sepanjang hari cuma susunan buku-buku, mau ga mau saya coba mencari beberapa
buku dan membacanya. Ibu saya meletakkan saya di ruang novel dan komik-komik,
menurutnya mungkin tempat itu yang paling pas untuk menitipkan anaknya J
Dan akibatnya, sejak SD saya sudah mengenal pipit senja,
asma nadia, afifah afrah amatullah, dll. Bahkan saya berpikir kelak kalau saya
punya anak saya ingin menamakan nama anak saya dengan afifah afrah amatullah,hehe.
Padahal saya ga tau tuh artinya apa, tapi sepertinya maknanya amat sangat
anggun. Alhasil saya maniak banget dengan novel, semua novel di rak-rak buku di
perpustakaan hampir saya lalap semua, sampai kalau ga selesai dibaca disana,
yah di bawa pulang. Bagi saya kisah di novel yang ditulis mereka amat sangat
seru dan menarik.
Eeem, tapi beberapa tahun terakhir saya mulai jarang membaca
novel. Alasannya karena tulisan-tulisan hidup saya jauh lebih seru dan menarik dibanding
novel-novel yang pernah saya baca. Jalan ceritanya amat sangat sulit ditebak,
adrenalin naik turun, berasa terombang-ambing di tengah laut bahkan terasa
sedang berada ditengah hutan tanpa kompas..hehe #lebay
Saya mulai menyadari, PENULIS terbaik di dunia ini adalah
Dzat yang Menciptakan kita. Tidak ada yang bisa menandingiNya, bahkan para
penulis best seller sekalipun. Selamat menikmati setiap episode yang ditulis
oleh Sang Pencipta!!
Terima Kasih tak terhingga untuk hadiah kelulusan ini. Kado
untuk bapak, selamat hari lahir bapak J
Terima kasih ibu dan bapak untuk setiap tetes air mata dan peluh, untuk setiap
sujud dan do’a panjangnya. Semoga Allah membalas semuanya dengan Syurga Firdaus
J
Monday, May 2, 2016
Kesempatan
Bismillah
Sering sekali saya melewati kesempatan yang ada 'hanya' karena saya merasa tidak cukup amanah untuk mengembannya, tidak bisa tawadzun, khawatir tidak bisa mempertanggungjawabkan nya kelak. Saya merasacukup tahu tentang batas kemampuan saya. Padahal, saya keliru yaah saya keliru karena Allah lah yang tahu persis seberapa besar amanah yang bisa kita emban, seberapa berat beban yang bisa kita pikul dan seberapa banyak tanggung jawab yang bisa kita pegang. Dan ayat ini sudah gamblang menjelaskannya.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...." (Terjemah Q.S Al-Baqarah :286)
Sering sekali saya melewati kesempatan yang ada 'hanya' karena saya merasa tidak cukup amanah untuk mengembannya, tidak bisa tawadzun, khawatir tidak bisa mempertanggungjawabkan nya kelak. Saya merasa
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...." (Terjemah Q.S Al-Baqarah :286)
Tuesday, April 26, 2016
Teman
Dalam kesibukan kami bercerita di sebuah grup mengenai harapan-harapan masa depan. Salah satu mbak sekaligus teman diskusi dari persoalan geometri,aljabar, dan teman-temannya sampai persoalan kematian, mengakhiri percakapan kami dengan memberikan video ini. Tentu sangat benar pesan Umar bin Khattab "Nikmat yang paling berharga selepas nikmat iman dan islam adalah memiliki sahabat yang sholeh, jika kamu mendapati kewujudan kasih sayang antara kamu dengannya maka peganglah ia sungguh-sungguh"
Video ini suksees membuat kami menitikkan air mata, dan meninggalkan percakapan di grup tanpa kata :'(
keadaan
Dengan namaMu yang Rahmaan dan Rahiim...
Pada akhirnya kita (saya tentu) harus berterimakasih pada 'keadaan', yang mau tidak mau memaksa saya untuk tahu kapan harus bermanja ria dan kapan harus berdiri tegak di kaki sendiri.
aaaah saya memang harus berterima kasih pada keadaan, yang suka tidak suka membuat saya tahu diri kapan harus menyucurkan air mata dan kapan harus menyekanya lalu berani melangkah.
eeemm saya kemudian harus berterima kasih pada keadaan, yang mengajarkan saya bahwa tidak ada yang bisa diandalkan, diharapkan kecuali A L L A H, Rabb pengatur semuanya.
Friday, April 8, 2016
sendiri
Bismillah
Beberapa bulan yang lalu seorang adik (padahal seumuran) yang sudah dahulu menggenap menyapa lewat whatsapp
>> ka aciiit tbtb kangen nih udah lama ga nyapa..
>> apa kabar ka?
<< wuaaah kangeen juga :), alhamdulillah baiik
>> kakak sibuk apa sekarang?
<< dirumah aja
>> looh emang ga ngajar disekolah lagi?
<< kan udah resign, udah lama kali pas kk mampir ke jkt itu udah resign klo ga mah ga mungkin bisa kemana2..
>> jadi aktivitasnya dirumah aja ka?
<< iya dirumah tapi klo tiap sore ngajar privat
>> mau belajar jadi ibu rumah tangga yah kak,,hehehe
<< mungkin, tapi yang kepikiran sih birrulwalidain :)
>> siip,ssipp deh ka :)
Nah dari percakapan singkat itu, saya mungkin menjadi berpikir kenapa seseorang yang masih 'sendiri' dianggap semua aktivitasnya berkaitan dengan persiapan nya untuk menggenap. Misalnya nih,belajar masak biar bisa masakin mertua dan suami, belajar ngurus rumah biar bisa jadi ibu rumah tangga yang hebat, sekolah lagi biar bisa jadi istri dan ibu yang cerdas, dan semua aktivitas lain yang seolah-olah semuanya bermuara pada persiapan untuk menggenap.
Honestly, bagi saya pemahaman seperti ini agak 'risih', tapi bukan berarti saya menyalahkan yang mempunyai pemahaman seperti itu. Hanya saja, ada poin penting yang ingin saya utarakan. Dan poin ini adalah hasil riset dan analisis saya (asiiiik sok-sok jadi profesor yang lagi buat penelitian) terhadaap beberapa teman2, mb2, adik2 yang sudah menginjak kepala dua.
Kenapa kita tidak menyederhanakan tujuan. Kita belajar memasak, mengurus rumah, menimba ilmu dan apapun bentuk 'kebaikan' lainnya tidak usah muluk2 agar menjadi istri atau ibu yang baik. Simple saja, karena kita bahagia atas setiap perubahan, perbaikan diri kita dari hari ke hari. Atau simple nya lakukan itu untuk tujuan yang ada di depan mata bukan sesuatu yang belum tentu akan kita lalui. Misalnya kita belajar mengurus rumah ketika akan menggenap padahal orang tua kita butuh itu jauh lebih dulu, hak orang tua kita akan kemandirian kita jauh lebih besar, kewajiban-kewajiban kita pada orang tua kita jauh lebih penting saat kita sendiri.
Padahal, menggenap jelas-jelas sesuatu yang sangat misterius, rahasia dan tak bisa ditebak. Bagaimana kalau ternyata Allah takdirkan kita menggenap bukan di dunia ini? Bagaimana jika kita sibuuk sekali dengan sesuatu yang masih misterius kemudian lupa dan melewati segala sesuatu yang ada di depan kita terutama orang tua kita. Kita jauh-jauh mencari pintu syurga yang belum tentu terbuka untuk kita sedang pintu syurga yang di depan kita, yaitu orang tua kita malah terlupa. Yang ada malah kita akan menemukan penyesalan dan kekecewaan. Na'udzubillah :( Ayoook saya mengajak terutama diri sendiri untuk meluruskan niat kembali.
Karena menggenap bukan akhir tujuan kita, It's not the end.
Beberapa bulan yang lalu seorang adik (padahal seumuran) yang sudah dahulu menggenap menyapa lewat whatsapp
>> ka aciiit tbtb kangen nih udah lama ga nyapa..
>> apa kabar ka?
<< wuaaah kangeen juga :), alhamdulillah baiik
>> kakak sibuk apa sekarang?
<< dirumah aja
>> looh emang ga ngajar disekolah lagi?
<< kan udah resign, udah lama kali pas kk mampir ke jkt itu udah resign klo ga mah ga mungkin bisa kemana2..
>> jadi aktivitasnya dirumah aja ka?
<< iya dirumah tapi klo tiap sore ngajar privat
>> mau belajar jadi ibu rumah tangga yah kak,,hehehe
<< mungkin, tapi yang kepikiran sih birrulwalidain :)
>> siip,ssipp deh ka :)
Nah dari percakapan singkat itu, saya mungkin menjadi berpikir kenapa seseorang yang masih 'sendiri' dianggap semua aktivitasnya berkaitan dengan persiapan nya untuk menggenap. Misalnya nih,belajar masak biar bisa masakin mertua dan suami, belajar ngurus rumah biar bisa jadi ibu rumah tangga yang hebat, sekolah lagi biar bisa jadi istri dan ibu yang cerdas, dan semua aktivitas lain yang seolah-olah semuanya bermuara pada persiapan untuk menggenap.
Honestly, bagi saya pemahaman seperti ini agak 'risih', tapi bukan berarti saya menyalahkan yang mempunyai pemahaman seperti itu. Hanya saja, ada poin penting yang ingin saya utarakan. Dan poin ini adalah hasil riset dan analisis saya (asiiiik sok-sok jadi profesor yang lagi buat penelitian) terhadaap beberapa teman2, mb2, adik2 yang sudah menginjak kepala dua.
Kenapa kita tidak menyederhanakan tujuan. Kita belajar memasak, mengurus rumah, menimba ilmu dan apapun bentuk 'kebaikan' lainnya tidak usah muluk2 agar menjadi istri atau ibu yang baik. Simple saja, karena kita bahagia atas setiap perubahan, perbaikan diri kita dari hari ke hari. Atau simple nya lakukan itu untuk tujuan yang ada di depan mata bukan sesuatu yang belum tentu akan kita lalui. Misalnya kita belajar mengurus rumah ketika akan menggenap padahal orang tua kita butuh itu jauh lebih dulu, hak orang tua kita akan kemandirian kita jauh lebih besar, kewajiban-kewajiban kita pada orang tua kita jauh lebih penting saat kita sendiri.
Padahal, menggenap jelas-jelas sesuatu yang sangat misterius, rahasia dan tak bisa ditebak. Bagaimana kalau ternyata Allah takdirkan kita menggenap bukan di dunia ini? Bagaimana jika kita sibuuk sekali dengan sesuatu yang masih misterius kemudian lupa dan melewati segala sesuatu yang ada di depan kita terutama orang tua kita. Kita jauh-jauh mencari pintu syurga yang belum tentu terbuka untuk kita sedang pintu syurga yang di depan kita, yaitu orang tua kita malah terlupa. Yang ada malah kita akan menemukan penyesalan dan kekecewaan. Na'udzubillah :( Ayoook saya mengajak terutama diri sendiri untuk meluruskan niat kembali.
Karena menggenap bukan akhir tujuan kita, It's not the end.
Tuesday, March 15, 2016
Sunday, March 13, 2016
Friday, February 26, 2016
#ngigaudipagihari
Tiba-tiba sepagi buta otak gue berselancar, kemudian terketuk sampai hati.
Jika jumlah manusia dari nabi Adam a.s sampai sekarang ditambah dengan yang akan datang hingga kiamat nanti dihitung, mungkin sudah bertriliyun-triliyun bahkan lebih. hiks..hiks..
Dan gue 1 diantaranya. Terus masalahnya kenapa? gue mikir bagaimana caranya biar gue ga jadi buih dilautan, terbang, terlupakan.. yah singkat kata jadi manusia yang diantara sekian banyak yang layak di'lirik' sama Allah.
Parameter di lirik sama Allah beda bangeeeeet dengan di lirik sama manusia. Kalau di lirik sama manusia mah kayaknya gampang aja. Lo bisa pakek pakaian warna-warni yang mencolok, dandan semenor mungkin terus jalan deh di pasar. Bisa dipastikan semua mata tertuju pada lo..hehhe
Tapi ini bedaa!!! ini lirikan Allah, Khalik yang menciptakan langit dan bumi. Ahh tentu, ini akan jadi PeRe buat gue sepanjang hidup...
Jika jumlah manusia dari nabi Adam a.s sampai sekarang ditambah dengan yang akan datang hingga kiamat nanti dihitung, mungkin sudah bertriliyun-triliyun bahkan lebih. hiks..hiks..
Dan gue 1 diantaranya. Terus masalahnya kenapa? gue mikir bagaimana caranya biar gue ga jadi buih dilautan, terbang, terlupakan.. yah singkat kata jadi manusia yang diantara sekian banyak yang layak di'lirik' sama Allah.
Parameter di lirik sama Allah beda bangeeeeet dengan di lirik sama manusia. Kalau di lirik sama manusia mah kayaknya gampang aja. Lo bisa pakek pakaian warna-warni yang mencolok, dandan semenor mungkin terus jalan deh di pasar. Bisa dipastikan semua mata tertuju pada lo..hehhe
Tapi ini bedaa!!! ini lirikan Allah, Khalik yang menciptakan langit dan bumi. Ahh tentu, ini akan jadi PeRe buat gue sepanjang hidup...
Monday, February 22, 2016
There is nothing, except Allah
Bismillah..
Hari ini dari berbagai sudut kita seakan sedang dihimpit oleh berbagai ujian (baik ujian itu kita sadari atau tidak). Dan semua ujian tersebut meruntut pada satu titik. Ujian-ujian yang hadir, menantang kita didepan sejatinya sedang merujuk pada satu titik. Satu titik itu adalah isi nya. Sedang rupa-rupa ujiannya hanya bungkusnya, kemasannya. Dan setiap kita diuji dengan kemasan yang berbeda, namun isinya SAMA.
Beberapa video dengan kekejaman para 'penjajah' di Syiria, Palestina, Afganistan seolah memecahkan bendungan air mata kita. Allah, alangkah kecilnya bahkan tak sebanding apapun ujian yang kita rasakan hari ini dengan mereka. Namun, tak kita pungkiri, ujian kita dan mereka berbeda kemasan, tapi isinya tetap sama.
Bahwa, satu titik itu adalah ketauhidan. Kita diuji dengan aneka macam rupa, pada akhirnya hanya membuktikan kepada kita sendiri tentang ketauhidan kita pada Allah. Tentang kalimat Laillaha illahlah. There is no God , there is no power, there is no might, there is no deity and there is nothing. Except, Allah s.w.t, Allah Azza wajalla.
Benarkah dihati kita tertancap dengan dalam, bahwa tidak ada yang bisa meniadakan yang ada kecuali Allah, tidak ada yang mengadakan yang tiada kecuali Allah, tidak ada yang menguatkan yang lemah, melapangkan yang sempit, memudahkan yang sukar, melembutkan yang keras, menyembuhkan yang sakit, meringkankan yang berat dan menyatukan yang berpisah serta memisahkan yang bersatu kecuali Allah s.w.t
Jika satu persatu ujian yang pernah di lewati kembali di renungkan, maka sebenarnya semua hanya tentang membuktikan keimanan, keyakinan dan ketauhidan kita pada Allah s.w.t benar ada, kokoh menghujam dihati kita atau sebaliknya.
Maka tak kurang dari 17 kali dalam sehari kita meminta pada Allah jalan yang lurus, agar setiap ujian yang Allah berikan tidak membuat kita berbelok, berputar arah atau bertemu dalam kebuntuan. Karena hari ini kita sudah amat dekat dengan akhir zaman, fitnah bermunculan di mana-mana, kebiadaban kaum-kaum nabi terdahulu mulai berkumpul satu demi satu di negeri ini. Maka apa yang paling harus kita khawatirkan dalam hidup ini jikalau bukan ketauhidan kita yang hilang.
wallahu'alam
Hari ini dari berbagai sudut kita seakan sedang dihimpit oleh berbagai ujian (baik ujian itu kita sadari atau tidak). Dan semua ujian tersebut meruntut pada satu titik. Ujian-ujian yang hadir, menantang kita didepan sejatinya sedang merujuk pada satu titik. Satu titik itu adalah isi nya. Sedang rupa-rupa ujiannya hanya bungkusnya, kemasannya. Dan setiap kita diuji dengan kemasan yang berbeda, namun isinya SAMA.
Beberapa video dengan kekejaman para 'penjajah' di Syiria, Palestina, Afganistan seolah memecahkan bendungan air mata kita. Allah, alangkah kecilnya bahkan tak sebanding apapun ujian yang kita rasakan hari ini dengan mereka. Namun, tak kita pungkiri, ujian kita dan mereka berbeda kemasan, tapi isinya tetap sama.
Bahwa, satu titik itu adalah ketauhidan. Kita diuji dengan aneka macam rupa, pada akhirnya hanya membuktikan kepada kita sendiri tentang ketauhidan kita pada Allah. Tentang kalimat Laillaha illahlah. There is no God , there is no power, there is no might, there is no deity and there is nothing. Except, Allah s.w.t, Allah Azza wajalla.
Benarkah dihati kita tertancap dengan dalam, bahwa tidak ada yang bisa meniadakan yang ada kecuali Allah, tidak ada yang mengadakan yang tiada kecuali Allah, tidak ada yang menguatkan yang lemah, melapangkan yang sempit, memudahkan yang sukar, melembutkan yang keras, menyembuhkan yang sakit, meringkankan yang berat dan menyatukan yang berpisah serta memisahkan yang bersatu kecuali Allah s.w.t
Jika satu persatu ujian yang pernah di lewati kembali di renungkan, maka sebenarnya semua hanya tentang membuktikan keimanan, keyakinan dan ketauhidan kita pada Allah s.w.t benar ada, kokoh menghujam dihati kita atau sebaliknya.
Maka tak kurang dari 17 kali dalam sehari kita meminta pada Allah jalan yang lurus, agar setiap ujian yang Allah berikan tidak membuat kita berbelok, berputar arah atau bertemu dalam kebuntuan. Karena hari ini kita sudah amat dekat dengan akhir zaman, fitnah bermunculan di mana-mana, kebiadaban kaum-kaum nabi terdahulu mulai berkumpul satu demi satu di negeri ini. Maka apa yang paling harus kita khawatirkan dalam hidup ini jikalau bukan ketauhidan kita yang hilang.
wallahu'alam
Sunday, February 14, 2016
Monday, February 8, 2016
Bismillah
Ada dua hal yang membuat saya merasa pulih kembali saat sakit, semangat kembali saat malas dan memiliki harapan kembali saat berputus asa. Dua hal ini memang tidak melebihi pentingnya dari kewajiban saya pada Allah. Dua hal ini adalah:
1. Learning and Teaching
Learning is teaching. Teaching is learning. Keduanya selalu bersamaan berada, tepat satu paket tanpa terpisah. Disaat kita belajar sejatinya kita sedang mengajari diri kita, mengajari pikiran dan jiwa kita tentang apa yang sedang kita pelajari. Disaat kita mengajar sejatinya pun kita sedang belajar, belajar memahami agar orang lain paham, belajar mencari cara paling efektif untuk mentransfer value yang ada dan tentu belajar apa-apa yang terlewati kemudian kita temukan saat mengajar (sering sekali terjadi).
2. Travelling
Saya mulai dengan senyuman saat menuliskan kata travelling. Perjalanan selalu memberikan warna lain dari kehidupan. Perjalanan seakan memberi kesempatan kita untuk berbicara pada hati, pada pikiran kita sendiri. Perjalanan juga yang membuat mata dan telinga kita lebih banyak terpakai ketimbang mulut dan suara. Perjalanan juga yang membuat perasaan menjadi lebih sejuk, terposisi pada fitrahnya, lembut mengalir tanpa ambisius. Perjalanan juga yang mengajarkan kita perjuangan, bertahan dan terus bergerak. Oh, bak limpahan air di danau, uraian perjalanan tak habis ku eja lewat kata.
Pintaku pada Tuhan, agar aku masih terus diberikan kesempatan melakukan dua hal hebat tersebut terlebih jika Dia izinkan melakukan itu bersamanya (?) :)
Ada dua hal yang membuat saya merasa pulih kembali saat sakit, semangat kembali saat malas dan memiliki harapan kembali saat berputus asa. Dua hal ini memang tidak melebihi pentingnya dari kewajiban saya pada Allah. Dua hal ini adalah:
1. Learning and Teaching
Learning is teaching. Teaching is learning. Keduanya selalu bersamaan berada, tepat satu paket tanpa terpisah. Disaat kita belajar sejatinya kita sedang mengajari diri kita, mengajari pikiran dan jiwa kita tentang apa yang sedang kita pelajari. Disaat kita mengajar sejatinya pun kita sedang belajar, belajar memahami agar orang lain paham, belajar mencari cara paling efektif untuk mentransfer value yang ada dan tentu belajar apa-apa yang terlewati kemudian kita temukan saat mengajar (sering sekali terjadi).
2. Travelling
Saya mulai dengan senyuman saat menuliskan kata travelling. Perjalanan selalu memberikan warna lain dari kehidupan. Perjalanan seakan memberi kesempatan kita untuk berbicara pada hati, pada pikiran kita sendiri. Perjalanan juga yang membuat mata dan telinga kita lebih banyak terpakai ketimbang mulut dan suara. Perjalanan juga yang membuat perasaan menjadi lebih sejuk, terposisi pada fitrahnya, lembut mengalir tanpa ambisius. Perjalanan juga yang mengajarkan kita perjuangan, bertahan dan terus bergerak. Oh, bak limpahan air di danau, uraian perjalanan tak habis ku eja lewat kata.
Pintaku pada Tuhan, agar aku masih terus diberikan kesempatan melakukan dua hal hebat tersebut terlebih jika Dia izinkan melakukan itu bersamanya (?) :)
Subscribe to:
Comments (Atom)