Bismillah
Kembali mengingatkan bagaimana saya menulis status di BBM 2
tahun yang lalu kurang lebih seperti ini “Tidak ada keraguan tentang janji
ALLAH bahwa yang baik akan membersamai dengan yang baik pula dan juga
sebaliknya. Tapi Perempuan dan Laki-laki yang baik bukan semata-mata menjadi baik untuk mendapatkan yang baik”
Status itu bukan hanya untuk menjawab kegerahan saya tentang
dalil Q.S An-Nur:26 yang seolah-olah menjadi landasan kita untuk berbuat baik hanya untuk mendapatkan yang baik pula.
Astaqfirullah jika prasangka saya banyak salahnya. Ini lebih kepada
mengingatkan diri saya, meluruskan niat saya kembali dan menyucikan nya.
Bahkan saya menulis itu sebelum saya tahu asbabul nuzul
mengenai turunnya ayat tersebut. Dan ternyata setelah mengikuti kajian pra
nikah, saya baru tahu ternyata memang benar Surat tersebut bukan turun ketika
ada seorang lelaki/perempuan berniat untuk menikah. Surat itu turun atas
tuduhan keji yang ditujukan kaum munafik kepada ‘Aisyah. (Tafsir Ibnu Katsir
hal. 352)
Maka Menjadi Baiklah kita bukan semata-mata untuk mendapatkan JODOH yang baik pula.
Maka Menjadi Baiklah kita bukan semata-mata untuk mendapatkan JODOH yang baik pula.
Jika ternyata JODOH kita Baik, maka dengan kita menjadi
baik, insyaallah kita bisa membersamainya melakukan kebermanfaatan untuk umat
yang lebih luas, membuka peluang lebih besar untuk memiliki anak-anak sholih dan sholihaah.
Jika ternyata JODOH kita belum baik, maka dengan kita
menjadi baik, insyaallah kita bisa membersamainya untuk sama-sama belajar
menjadi lebih baik. Merasakan jatuh dan bangun bersama-sama. Merasakan sulit
dan susahnya menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita.
Jika ternyata JODOH kita seorang yang amat baik, hingga kerjaan
dakwahnya begitu padat sampai begitu jarang dirumah, maka dengan kita menjadi
baik, insyallah kita bisa kuat melaluinya, bahkan kita adalah orang yang
pertama yang menyokong kerja-kerja dakwahnya. Kita lah orang pertama yang
mendukungnya untuk terus melangkah.
Jika ternyata JODOH kita seorang yang amat bekecukupan,
bahkan berlebihan dalam harta, maka dengan kita menjadi baik, insyaallah kita
bisa membersamainya untuk memanfaatkan keberlebihan tersebut menjadi investasi
akhirat yang tak terputus, pemulus program-program kebaikan, pendiri
bangunan-bangunan untuk umat.
Jika ternyata salah satunya ada diantara pasangan kita, maka
bersyukurlah. Syukur dan Sabar menjadi kendaraan untuk sampai pada tujuan kita.
Yang belum punya pasangan, mari kembali meluruskan niat, merenungkan kembali
niat menikah, dan jalani prosesnya dengan baik pula.
No comments:
Post a Comment