Bismillah..
Hari ini dari berbagai sudut kita seakan sedang dihimpit oleh berbagai ujian (baik ujian itu kita sadari atau tidak). Dan semua ujian tersebut meruntut pada satu titik. Ujian-ujian yang hadir, menantang kita didepan sejatinya sedang merujuk pada satu titik. Satu titik itu adalah isi nya. Sedang rupa-rupa ujiannya hanya bungkusnya, kemasannya. Dan setiap kita diuji dengan kemasan yang berbeda, namun isinya SAMA.
Beberapa video dengan kekejaman para 'penjajah' di Syiria, Palestina, Afganistan seolah memecahkan bendungan air mata kita. Allah, alangkah kecilnya bahkan tak sebanding apapun ujian yang kita rasakan hari ini dengan mereka. Namun, tak kita pungkiri, ujian kita dan mereka berbeda kemasan, tapi isinya tetap sama.
Bahwa, satu titik itu adalah ketauhidan. Kita diuji dengan aneka macam rupa, pada akhirnya hanya membuktikan kepada kita sendiri tentang ketauhidan kita pada Allah. Tentang kalimat Laillaha illahlah. There is no God , there is no power, there is no might, there is no deity and there is nothing. Except, Allah s.w.t, Allah Azza wajalla.
Benarkah dihati kita tertancap dengan dalam, bahwa tidak ada yang bisa meniadakan yang ada kecuali Allah, tidak ada yang mengadakan yang tiada kecuali Allah, tidak ada yang menguatkan yang lemah, melapangkan yang sempit, memudahkan yang sukar, melembutkan yang keras, menyembuhkan yang sakit, meringkankan yang berat dan menyatukan yang berpisah serta memisahkan yang bersatu kecuali Allah s.w.t
Jika satu persatu ujian yang pernah di lewati kembali di renungkan, maka sebenarnya semua hanya tentang membuktikan keimanan, keyakinan dan ketauhidan kita pada Allah s.w.t benar ada, kokoh menghujam dihati kita atau sebaliknya.
Maka tak kurang dari 17 kali dalam sehari kita meminta pada Allah jalan yang lurus, agar setiap ujian yang Allah berikan tidak membuat kita berbelok, berputar arah atau bertemu dalam kebuntuan. Karena hari ini kita sudah amat dekat dengan akhir zaman, fitnah bermunculan di mana-mana, kebiadaban kaum-kaum nabi terdahulu mulai berkumpul satu demi satu di negeri ini. Maka apa yang paling harus kita khawatirkan dalam hidup ini jikalau bukan ketauhidan kita yang hilang.
wallahu'alam
No comments:
Post a Comment