Ingin kutuliskan semua bahasa yang pernah hinggap dihati. Lalu kuterjemahkan menjadi prosa yang indah, meski yang kutulis adalah sayat-sayat pilu yang memilukan.
Aku pun juga ingin menggambarkan khayalan yang pernah menguntil di benak. Lalu kudeskripsikan menjadi lantunan tak bermelodi, meski yang ada hanyalah sembilu luka dan kecewa.
TERJEBAK dalam ruang yang berkali-kali sama, yang membuat berkali-kali termangu. Kenapa masih saja berkutat pada apa yang terjebak? Oh Allah, segumpal hati ini terbuat dari apa? hingga ia sulit dikuasi, atau sekedar diajak berkompromi bersama-sama untuk tetap tenang, tenang dan tenang.
No comments:
Post a Comment