Thursday, September 25, 2014

Bismillah

Terimakasih untuk keberanian ini Allah, untuk setiap kata yang keluar berbaris rapi menyusun kalimat. Allah terimakasih, sungguh barangkali setiap kejadian ini terulang, maka saat itu juga kebaranian ku di uji berkali-kali lipat. Nyaliku ditantang dengan hebatnya. Setiap kali kejadian ini terulang, maka naluriku sebagai seorang wanita, sebagai seorang guru dan terlebih sebagai seorang anak terasa terpanggil. Tapi panggilannya begitu perih, pilu. Allah terimakasih untuk kesekian kalinya untuk kekuatan rahang ini membuka lalu meluncurkan suara. Daaaaannn... semuanya langsung runtuh, pilunya pun berterbangan.

Kenapa begitu sulitnya hati ini untuk mengatakan "siap". Karna bak rekaman layar lebar berkeliaran di benakku. Persis tidak ada episode yang tertinggal. Persis detik demi detik terekam, bahkan diujungnya ia memberi kesimpulan.


Bagaimana mungkin aku memutuskan untuk segera "siap", jika bayangan itu ada lebih besar dari diriku sendiri. Bagaimana mungkin dengan mudahnya aku mengambil "langkah", jika ada beban yang bergelantungan di benak, hati hingga kakiku sendiri.


Kembali, izinkan hamba merasakan sungkuran sujud yang Engkau gerakan..
Aku rindu kembali bersimpuh padaMu dalam ketawakalan. Aku rinduuuu Allah mengadu, bercerita, menangis pada sepertiga malamMu. Allah izinkan hamba untuk setiap malam tidak melewatkan itu. Izinkan Allah :'(

No comments:

Post a Comment