Engkau akan diuji dengan apa yang kau cintai. Jika saja yang diuji adalah apa yang engkau tidak sukai, maka tentu itu hal yang mudah untuk melewatinya.
Tapi, Allah yang mengetahui diri kita melebihi diri kita sendiri. Takaran yang tepat dan sesuai menjadi hal pasti bagi Allah untuk memberinya pada kita. Hanya saja, kita yang memang harus terus belajar memahamkannya, mengkonversinya menjadi keihklasan bertahan dan berjuang.
Penggalan kalimat dari ust.Salim A Fillah, "Jadikan cintaku padaMu Ya Allah, berhenti dititik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tak suka, karena aku tahu menaatiMu dalam hal yang tak kusukai adalah kepayahan, perjuangan dan gemilang pahala. Karena seringkali ketidaktahuanku, hanyalah bagian dari ketidaktahuanku".
Meminta kita untuk menyadari kecintaan pada Allah adalah bagian tertinggi dari kecintaan kita pada apapun, dan kebencian kita pada apapun.
Kita mencintai, maka Allah akan memaksa kita untuk membuktikannya dengan caraNya
No comments:
Post a Comment