'Biarkan pena-pena ini menggambarkan keMahatakjubanNYA, agar tak hanya menjadi goresan tak bermakna'
Sunday, December 27, 2015
Friday, December 25, 2015
Jika ingin tahu bagaimana kasih sayang ibu terhadap anaknya?
Coba dengarkan apa saja do'anya, maka begitu takjubnya jika sebagian besar do'anya adalah untuk anak-anaknya bukan untuk dirinya. Sesekali beradalah didekatnya dan ikut meng-amin-kan do'anya. Bukankah itu adegan ter-ro-man-tis antara anak dan ibunya :)
#sungguh, ini hanya seujung kuku dari keseluruhan kasih sayangnya
Wednesday, December 16, 2015
Keluarga
Kenapa keluarga menjadi tempat yang paling nyaman untuk kita pulang. Karena di keluargalah kita tidak perlu berpura-pura. Di keluarga juga kita bisa tampil apa adanya. Dan di keluargalah kekurangan menjadi sesuatu lelucon yang menggelikan, kelebihan menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan.
Maka kemudian jika kita tidak mendapatkan itu dikeluarga kita, maka kita akan mencari keluarga-keluarga baru diluar sana. Dan banyak kita temuakan orang-orang lebih nyaman pulang ke jalanan, kerumah orang-orang lain, nyaman pulang ke tempat hiburan dan lampiasan-lampiasan lainnya.
Karena satu alasan, bahwa keluarganya bukan satu-satunya tempat ia pulang yang paling nyaman.
Berbahagialah yang memiliki pemahaman bahwa:
Menerima dengan bahagia kondisi apapun di keluarga kita. Meski keluarga kita bukan keluar terbaik di dunia ini, tapi dapat dipastikan keluarga kita adalah yang terbaik buat kita. Karena Allah yang memilih, karena Allah yang punya satu-satunya hak menentukan setiap anak lahir dari orang tua yang mana, dan menentukan setiap orang tua melahirkan anak yang seperti apa. Kita sama sekali tidak diberi hak sedikitpun untuk terlibat dalam memilihnya. Yang bisa kita lakukan adalah menjadi sebaik-baik peran. Jika kita berperan sebagai anak, maka jadilah sebaik-baik anak yang taat pada orang tuanya. Jika kita menjadi kakak, jadilah kakak yang selalu bisa diandalkan. Jika kita sebagai adik, jadilah adik yang menyayangi kakaknya. Jika kita jadi orang tua, jadilah sebaik-baik orang tua yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Dan di atas itu semua, keniscayaan peran yang kita lakoni adalah peran sebagai hamba Allah. Maka, menjadi sebaik-baik peran kita dikeluarga sebenarnya adalah wujud dari peran kita sebagai hamba. Menjadi sebaik-baik peran kita dikeluarga sejatinya itu adalah jalan untuk kita menjadi sebaik-baik peran sebagai Hamba.
Aku Mencintai dan Menyayangi Ibu, Bapak dan Kakakku karena Allah, karena itu perintah Allah :)
Maka kemudian jika kita tidak mendapatkan itu dikeluarga kita, maka kita akan mencari keluarga-keluarga baru diluar sana. Dan banyak kita temuakan orang-orang lebih nyaman pulang ke jalanan, kerumah orang-orang lain, nyaman pulang ke tempat hiburan dan lampiasan-lampiasan lainnya.
Karena satu alasan, bahwa keluarganya bukan satu-satunya tempat ia pulang yang paling nyaman.
Berbahagialah yang memiliki pemahaman bahwa:
Menerima dengan bahagia kondisi apapun di keluarga kita. Meski keluarga kita bukan keluar terbaik di dunia ini, tapi dapat dipastikan keluarga kita adalah yang terbaik buat kita. Karena Allah yang memilih, karena Allah yang punya satu-satunya hak menentukan setiap anak lahir dari orang tua yang mana, dan menentukan setiap orang tua melahirkan anak yang seperti apa. Kita sama sekali tidak diberi hak sedikitpun untuk terlibat dalam memilihnya. Yang bisa kita lakukan adalah menjadi sebaik-baik peran. Jika kita berperan sebagai anak, maka jadilah sebaik-baik anak yang taat pada orang tuanya. Jika kita menjadi kakak, jadilah kakak yang selalu bisa diandalkan. Jika kita sebagai adik, jadilah adik yang menyayangi kakaknya. Jika kita jadi orang tua, jadilah sebaik-baik orang tua yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Dan di atas itu semua, keniscayaan peran yang kita lakoni adalah peran sebagai hamba Allah. Maka, menjadi sebaik-baik peran kita dikeluarga sebenarnya adalah wujud dari peran kita sebagai hamba. Menjadi sebaik-baik peran kita dikeluarga sejatinya itu adalah jalan untuk kita menjadi sebaik-baik peran sebagai Hamba.
Aku Mencintai dan Menyayangi Ibu, Bapak dan Kakakku karena Allah, karena itu perintah Allah :)
Saturday, December 12, 2015
Friday, December 11, 2015
Inilah sebab utama, mengapa saya suka sekali melakukan perjalanan, merantau, bertemu orang-orang baru, suasana baru. Sebab mereka seakan memberikan energi tambahan. Seakan mereka menguatkan kaki ini untuk terus menapak. Karena sisi lain yang bisa saya lihat dari orang-orang yang saya temui, bukan soal harta, kecantikan/ketampanan, dari keluarga 'hebat', ini soal cara berpikir, cara bertindak dan cara melihat dunia.
Hari ini beberapa orang yang saya temui -dalam perjalanan- memberikan kabar gembira tentang pilihan dan perjuangan yang mereka lakukan. Dan bagiku itu harga yang pantas mereka dapatkan.
Ikut bahagia mendengar kabar bahagia dari mereka :)
Terinspirasi dan Menginspirasi!!
Hari ini beberapa orang yang saya temui -dalam perjalanan- memberikan kabar gembira tentang pilihan dan perjuangan yang mereka lakukan. Dan bagiku itu harga yang pantas mereka dapatkan.
Ikut bahagia mendengar kabar bahagia dari mereka :)
Terinspirasi dan Menginspirasi!!
Menulis
Bismillah...
Menulislah, bukan untuk apa-apa apalagi menjadi siapa
Menulislah dengan jujur, bukan untuk dipuji apalagi untuk menghina diri sendiri
Menulislah karena ini bagian dari do'a. Setiap kita membaca kembali, maka kita sejatinya sedang mengulang-ulang do'a.
Menulislah dengan hati, maka sampai ke hati
Menulislah karena kita ingin menulis, bukan untuk apa-apa apalagi menjadi siapa
Menulislah, karena kita ingin menyejarahkan kisah kita.
Menulislah meski tidak ada seorang pun yang membaca, karena kita menulis bukan untuk apa-apa apalagi menjadi siapa.
Menulislah karena banyak sekali hal di dunia yang tidak bisa diceritakan dengan mulut kecuali oleh pena.
Menulislah meski kita bukan ahli sastra ataupun pujangga.
Menulislah karena kita bahagia. Bahagia karena kita menulis...
Menulislah, bukan untuk apa-apa apalagi menjadi siapa
Menulislah dengan jujur, bukan untuk dipuji apalagi untuk menghina diri sendiri
Menulislah karena ini bagian dari do'a. Setiap kita membaca kembali, maka kita sejatinya sedang mengulang-ulang do'a.
Menulislah dengan hati, maka sampai ke hati
Menulislah karena kita ingin menulis, bukan untuk apa-apa apalagi menjadi siapa
Menulislah, karena kita ingin menyejarahkan kisah kita.
Menulislah meski tidak ada seorang pun yang membaca, karena kita menulis bukan untuk apa-apa apalagi menjadi siapa.
Menulislah karena banyak sekali hal di dunia yang tidak bisa diceritakan dengan mulut kecuali oleh pena.
Menulislah meski kita bukan ahli sastra ataupun pujangga.
Menulislah karena kita bahagia. Bahagia karena kita menulis...
Tuesday, December 1, 2015
Episode lain di bawah atap rumahku
Seperti kebanyakan orang bilang, "Bahagia itu sederhana"
Iyaa, seperti hari ini dan hari-hari kemarin. Memastikan bahwa masakan untuk makan siang-malam dan tentu sarapan untuk ibu, bapak dan kakak ku ada dan tersedia. Itu sungguh kebahagiaan tersendiri bagi saya, yang merupakan satu-satunya anggota perempuan (selain ibu) di rumah ku. Meski makanannya tak selezat restauran bintang 4 atau tak semewah rumah makan sederhana sekalipun. Mereka tetap saja bahagia, menyantap dengan lahap dan penuh syukur apapun yang ada di atas meja. MasyaAllah, bahagia...bahagia...bahagiaa sekaligus bersyuuukurrr sekali bisa merasakan momen-momen seperti. Dan entah sampai kapan -tentu akupun tak tahu- kesempatan ini akan ada.
Jaga mereka selalu Ya Allah, dengan Kasih dan Sayang Mu. Kumpulkan kami kembali di SyurgaMu kelak, Aaamiiiin
Iyaa, seperti hari ini dan hari-hari kemarin. Memastikan bahwa masakan untuk makan siang-malam dan tentu sarapan untuk ibu, bapak dan kakak ku ada dan tersedia. Itu sungguh kebahagiaan tersendiri bagi saya, yang merupakan satu-satunya anggota perempuan (selain ibu) di rumah ku. Meski makanannya tak selezat restauran bintang 4 atau tak semewah rumah makan sederhana sekalipun. Mereka tetap saja bahagia, menyantap dengan lahap dan penuh syukur apapun yang ada di atas meja. MasyaAllah, bahagia...bahagia...bahagiaa sekaligus bersyuuukurrr sekali bisa merasakan momen-momen seperti. Dan entah sampai kapan -tentu akupun tak tahu- kesempatan ini akan ada.
Jaga mereka selalu Ya Allah, dengan Kasih dan Sayang Mu. Kumpulkan kami kembali di SyurgaMu kelak, Aaamiiiin
Thursday, November 26, 2015
menyiapkan kematian?
Bismillah
Tersetak dengan kejadian akhir-akhir ini. Lebih tepatnya saat aku memutuskan untuk resign dari sebuah sekolah. Alasan untuk melanjutkan studi dan mengejar cita-cita, yah itu yang aku utarakan..
Waktu kemudian berganti, hari demi hari terlewati. Beberapa pertanyaan berkeliaran ditelinga. Kapan akan kesana? Gimana scholarshipnya? Targetnya tercapai ga? atau yang tidak terlalu tahu pun, seolah ikut berdesak bertanya. Aktivitas apa sekarang? sibuk apa? Masyaallah... Rasa-rasanya aku ingin bisikkan dengan lembut di telinga mereka 'Saya sekarang lebih butuh di doakan dibanding ditanya apalagi di puji' Tapi apa daya, inilah realita sosial. Pada akhirnya saya hanya sekedar menjawab, InsyaAllah lagi menyiapkan (untuk studi).
Menyiapkan? Kata yang kemudian membawa jauh pikiran hingga menyita perasaan. Apa yang sebenarnya saya siapkan dan menyiapkan apa sesungguhnya saya?
Setelah berkelana cukup jauh, aku terhenti disebuah tulisan masgun diblognya. 'Menyiapkan Kematian'. Allah, malu rasanya membaca tulisan itu. Rasarasanya aku tak tau diri sekali mengenai hidup ini. Seharusnya yang harus aku persiapkan dengan baik adalah kematian. Seharusnya yang menjadi alasan terbesarku mempersiapkan sesuatu yang lain adalah untuk mempersiapkan kematian. Harusnya yang ada dibenak dan keluar lewat lisan adalah menyiapkan kematian. Kematian yang sudah pasti akan datang, sedang impian hanya -masih- mengawan.
Sungguh berat sekali meneruskan tulisan ini... Rasa bersalah atas ketidakpahaman ini memilukan. Cita-cita yang tinggi boleh saja bergelantungan, tapi ingatan bahwa itu adalah pohon-pohon kecil tempat dimana hanya untuk berteduh. Yaah berteduh maka tentu tidak akan lama disana dan itu bukan tujuan akhir. Jadi, persiapan yang sesungguhnya dilakukan seorang muslim adalah menyiapkan kematian.
Rabb, semoga Khusnul Khotimah yang kami temui,aamiin
*pada akhirnya, persiapan-persiapan pada yang lain hanya lah beberapa dari sekian banyak persiapan untuk menuju kematian
Tersetak dengan kejadian akhir-akhir ini. Lebih tepatnya saat aku memutuskan untuk resign dari sebuah sekolah. Alasan untuk melanjutkan studi dan mengejar cita-cita, yah itu yang aku utarakan..
Waktu kemudian berganti, hari demi hari terlewati. Beberapa pertanyaan berkeliaran ditelinga. Kapan akan kesana? Gimana scholarshipnya? Targetnya tercapai ga? atau yang tidak terlalu tahu pun, seolah ikut berdesak bertanya. Aktivitas apa sekarang? sibuk apa? Masyaallah... Rasa-rasanya aku ingin bisikkan dengan lembut di telinga mereka 'Saya sekarang lebih butuh di doakan dibanding ditanya apalagi di puji' Tapi apa daya, inilah realita sosial. Pada akhirnya saya hanya sekedar menjawab, InsyaAllah lagi menyiapkan (untuk studi).
Menyiapkan? Kata yang kemudian membawa jauh pikiran hingga menyita perasaan. Apa yang sebenarnya saya siapkan dan menyiapkan apa sesungguhnya saya?
Setelah berkelana cukup jauh, aku terhenti disebuah tulisan masgun diblognya. 'Menyiapkan Kematian'. Allah, malu rasanya membaca tulisan itu. Rasarasanya aku tak tau diri sekali mengenai hidup ini. Seharusnya yang harus aku persiapkan dengan baik adalah kematian. Seharusnya yang menjadi alasan terbesarku mempersiapkan sesuatu yang lain adalah untuk mempersiapkan kematian. Harusnya yang ada dibenak dan keluar lewat lisan adalah menyiapkan kematian. Kematian yang sudah pasti akan datang, sedang impian hanya -masih- mengawan.
Sungguh berat sekali meneruskan tulisan ini... Rasa bersalah atas ketidakpahaman ini memilukan. Cita-cita yang tinggi boleh saja bergelantungan, tapi ingatan bahwa itu adalah pohon-pohon kecil tempat dimana hanya untuk berteduh. Yaah berteduh maka tentu tidak akan lama disana dan itu bukan tujuan akhir. Jadi, persiapan yang sesungguhnya dilakukan seorang muslim adalah menyiapkan kematian.
Rabb, semoga Khusnul Khotimah yang kami temui,aamiin
*pada akhirnya, persiapan-persiapan pada yang lain hanya lah beberapa dari sekian banyak persiapan untuk menuju kematian
Sunday, November 22, 2015
Bismillah..
Tulisan ini ku persembahkan untuk hati ku. Beberapa hari dan minggu aku terus merenung, apa yang hati ku cari pada nya. List demi list terlintas di benak. harus ini, harus itu. Seperti ini, seperti itu. Namun dalam keheningan dan kelapangan jiwa. Aku menemukan hal yang paling dasar yang harus diketahui dan dirasakan oleh hatiku. Dari sekian banyak rentetan kriteria, hati ku pada akhirnya menyimpulkan semua nya dengan sebuah kata 'penerimaan'. Iyaaaa, dia yang 'menerima' hatiku, dia yang menerima kekurangan, keterbatasan, ketidaksempurnaan, kecacatan dan aibku lah yang hatiku cari. Dia yang dengan 'menerima' membuat hatiku semakin tenang. Tenang yang melahirkan intropeksi diri. Tenang yang melahirkan kesadaran dan tenang yang melahirkan perbaikan. Dia yang dengan 'menerima' membuat hatiku dan segenap jiwa raga ku merasa sempurna. Sempurna yang melahirkan kesyukuran, sempurna yang menghadirkan kebahagian. Dia yang dengan 'menerima' membuat hatiku lapang dan ikhlas. Lapang yang melahirkan keinginan untuk terus belajar, untuk terus memperbaiki amal-amal dan ikhlas yang menumbuhkan ketawakkalan atas ketetapan Allah. Penerimaan darinya yang membuat jiwa raga ku semakin ingin mengabdi dengan sepenuhnya. :)
Tulisan ini ku persembahkan untuk hati ku. Beberapa hari dan minggu aku terus merenung, apa yang hati ku cari pada nya. List demi list terlintas di benak. harus ini, harus itu. Seperti ini, seperti itu. Namun dalam keheningan dan kelapangan jiwa. Aku menemukan hal yang paling dasar yang harus diketahui dan dirasakan oleh hatiku. Dari sekian banyak rentetan kriteria, hati ku pada akhirnya menyimpulkan semua nya dengan sebuah kata 'penerimaan'. Iyaaaa, dia yang 'menerima' hatiku, dia yang menerima kekurangan, keterbatasan, ketidaksempurnaan, kecacatan dan aibku lah yang hatiku cari. Dia yang dengan 'menerima' membuat hatiku semakin tenang. Tenang yang melahirkan intropeksi diri. Tenang yang melahirkan kesadaran dan tenang yang melahirkan perbaikan. Dia yang dengan 'menerima' membuat hatiku dan segenap jiwa raga ku merasa sempurna. Sempurna yang melahirkan kesyukuran, sempurna yang menghadirkan kebahagian. Dia yang dengan 'menerima' membuat hatiku lapang dan ikhlas. Lapang yang melahirkan keinginan untuk terus belajar, untuk terus memperbaiki amal-amal dan ikhlas yang menumbuhkan ketawakkalan atas ketetapan Allah. Penerimaan darinya yang membuat jiwa raga ku semakin ingin mengabdi dengan sepenuhnya. :)
Tuesday, November 17, 2015
Monday, October 5, 2015
dua puluh tiga
Rasa-rasanya aku tak punya cukup waktu untuk berlama-lama bersedih atau sekedar mengeluhkan kehidupan. Padahal bisa saja aku melakukannya. Allah yang dengan kemurahanNya selalu menggantikan gulita dengan berkas cahaya, mendung menjadi hujan penuh berkah, atau yang paling sederhana mengubah lipatan kusam wajah menjadi lebar penuh senyuman.
Rasa syukur yang tinggi menutupi luka-luka yang menganga, bahkan luka itu menjadi nikmat tersendiri untuk juga disyukuri. Itulah mengapa aku tak punya kesempatan untuk 'down' berlama-lama. Ada rencana Allah yang banyak di depan untuk aku bersiap menyelesaikannya. Jalan yang lebih menantang di depan tak menyempatkan ku untuk menoleh berlama-lama, cukup hanya sesekali, sekedar bercermin agar tak kembali mengulang.
Jatuh? tak perlu ditakuti, aku hanya cukup berhati-hati. Kembali jatuh? tak juga tanda kegagalan, hanya soal waktu kita akan berdiri gagah meski dengan beret-beret luka. Bukan kah itu lebih heroic :D
Willing to be better than yesterday, simply. Sometimes, Dreams, Hopes, and FATE are not alike. However, Allah always give me what i need and what i deserve get. Ultimately, I just prepare well for them in best condition :)
Rasa syukur yang tinggi menutupi luka-luka yang menganga, bahkan luka itu menjadi nikmat tersendiri untuk juga disyukuri. Itulah mengapa aku tak punya kesempatan untuk 'down' berlama-lama. Ada rencana Allah yang banyak di depan untuk aku bersiap menyelesaikannya. Jalan yang lebih menantang di depan tak menyempatkan ku untuk menoleh berlama-lama, cukup hanya sesekali, sekedar bercermin agar tak kembali mengulang.
Jatuh? tak perlu ditakuti, aku hanya cukup berhati-hati. Kembali jatuh? tak juga tanda kegagalan, hanya soal waktu kita akan berdiri gagah meski dengan beret-beret luka. Bukan kah itu lebih heroic :D
Willing to be better than yesterday, simply. Sometimes, Dreams, Hopes, and FATE are not alike. However, Allah always give me what i need and what i deserve get. Ultimately, I just prepare well for them in best condition :)
Saturday, October 3, 2015
pembuktian
Bismillah
Kita percaya Allah Maha Besar, Allah Maha Berkehendak. Tapi buah kepercayaan itu sering kali tak berwujud keyakinan. Dahan-dahannya pun tak menumbuhkan ketawakalan. Kenapa?
Saya pun sering sekali bertanya-tanya tentang ini. Hingga akhirnya (mungkin bukan akhir) saya menyimpulkan -maaf jika kesimpulan ini hanya sebatas nalar saya yang dangkal- bahwa 'kita tidak mengizinkan diri kita untuk membuktikan KeMahabesaran dan KeMahaberkehendak Nya Allah'.
emmm, ko bisa kita tidak mengizinkan? siapa kita kemudian bisa mengizinkan itu? apa yang harus diizinkan?
Saya mau coba uraikan lewat beberapa kejadian. Mungkin diantara kita, Allah lebihkan rizki hingga kita bisa sekolah di sekolah termahal sekali pun, fasilitas yang mewah, dan kurikulum yang menakjubkan. Terus dengan mudahnya kita melenggang masuk dengan 'hanya' mendaftar, urus surat sana sini dan laaaa langsung terdaftar menjadi salah satu siswa/mahasiswa disana. Ada yang salah? Ga ada kok. Terus apa hubungannya? Iya tentu ada, kenapa kita tidak mengizinkan Allah berperan 'lebih'. Keluar dari zona nyaman dan aman. Kenapa tidak kemudian kita mengambil sekolah yang bukan hanya mewah tapi juga memiliki kompetisi tinggi, untuk apa? bukan untuk sok-sok an, atau malah merepotkan. Tapi, ini murni karena kita ingin mem-push kemampuan yang kita miliki lalu disitu lah poin pembuktian bahwa Allah adalah satu-satunya tempat kita berharap, bukan karena kekayaan kita, kekuasaan orang tua kita, atau yang lainnya. Kita ingin menumbuhkan buah keyakinan dan dahan ketawakalan lewat itu. Kalau toh kita tetap ga masuk, tidak mengapa namun kemudian kita bisa belajar bahwa apapun yang terjadi bukan disebabkan yang lain, tapi karena Allah Yang Maha Besar.
In another case, mungkin diantara kita mudah sekali untuk mendapat pekerjaan, karena Allah lebihkan 'link', pertemanan, kerabat dari keluarga kita atau apalah namanya. Kemudian dengan entengnya kita berlenggok ria masuk dan terdaftar menjadi bagian perusahaan/instansi tersebut. Ada yang salah dari itu? Ga ada kok. Sayangnya, kita tidak memberikan kesempatan Allah untuk berperan 'lebih'. Keluar dari zona aman dan nyaman. Kenapa kita tidak kemudian berlelah mencari loker, buka website atau media lainnya kemudian menemukan tempat yang pas, lebih worth , dan sesuai passion. Bukan karena sok hebat atau sok ga butuh orang. Tapi asli karena kita ingin mem-push ikhtiar kita lalu tepat disitulah titik dimana kita membuktikan bahwa Allah adalah satu-satunya tempat bergantung, bukan karena relasi, link atau kehebatan keluarga kita. Kita ingin menumbuhkan buah keyakinan dan dahan ketawakalan lewat itu. Kalau toh ternyata belum dapat, tidak mengapa namun kemudian kita bisa mengambil hikmah besar dari itu semua bahwa apapun yang terjadi bukan disebabkan yang lain, tapi karena Allah Yang Maha Berkehendak.
"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu" (Terjemah Q.S Ali-Imran :26)
Tulisan kecil ini untuk mengingatkan diri ini akan kekuasaan Allah, melebihi apapun. Dalam kondisi penuh penantian dan pembuktian atas rencana-rencana ke depan.
Kita percaya Allah Maha Besar, Allah Maha Berkehendak. Tapi buah kepercayaan itu sering kali tak berwujud keyakinan. Dahan-dahannya pun tak menumbuhkan ketawakalan. Kenapa?
Saya pun sering sekali bertanya-tanya tentang ini. Hingga akhirnya (mungkin bukan akhir) saya menyimpulkan -maaf jika kesimpulan ini hanya sebatas nalar saya yang dangkal- bahwa 'kita tidak mengizinkan diri kita untuk membuktikan KeMahabesaran dan KeMahaberkehendak Nya Allah'.
emmm, ko bisa kita tidak mengizinkan? siapa kita kemudian bisa mengizinkan itu? apa yang harus diizinkan?
Saya mau coba uraikan lewat beberapa kejadian. Mungkin diantara kita, Allah lebihkan rizki hingga kita bisa sekolah di sekolah termahal sekali pun, fasilitas yang mewah, dan kurikulum yang menakjubkan. Terus dengan mudahnya kita melenggang masuk dengan 'hanya' mendaftar, urus surat sana sini dan laaaa langsung terdaftar menjadi salah satu siswa/mahasiswa disana. Ada yang salah? Ga ada kok. Terus apa hubungannya? Iya tentu ada, kenapa kita tidak mengizinkan Allah berperan 'lebih'. Keluar dari zona nyaman dan aman. Kenapa tidak kemudian kita mengambil sekolah yang bukan hanya mewah tapi juga memiliki kompetisi tinggi, untuk apa? bukan untuk sok-sok an, atau malah merepotkan. Tapi, ini murni karena kita ingin mem-push kemampuan yang kita miliki lalu disitu lah poin pembuktian bahwa Allah adalah satu-satunya tempat kita berharap, bukan karena kekayaan kita, kekuasaan orang tua kita, atau yang lainnya. Kita ingin menumbuhkan buah keyakinan dan dahan ketawakalan lewat itu. Kalau toh kita tetap ga masuk, tidak mengapa namun kemudian kita bisa belajar bahwa apapun yang terjadi bukan disebabkan yang lain, tapi karena Allah Yang Maha Besar.
In another case, mungkin diantara kita mudah sekali untuk mendapat pekerjaan, karena Allah lebihkan 'link', pertemanan, kerabat dari keluarga kita atau apalah namanya. Kemudian dengan entengnya kita berlenggok ria masuk dan terdaftar menjadi bagian perusahaan/instansi tersebut. Ada yang salah dari itu? Ga ada kok. Sayangnya, kita tidak memberikan kesempatan Allah untuk berperan 'lebih'. Keluar dari zona aman dan nyaman. Kenapa kita tidak kemudian berlelah mencari loker, buka website atau media lainnya kemudian menemukan tempat yang pas, lebih worth , dan sesuai passion. Bukan karena sok hebat atau sok ga butuh orang. Tapi asli karena kita ingin mem-push ikhtiar kita lalu tepat disitulah titik dimana kita membuktikan bahwa Allah adalah satu-satunya tempat bergantung, bukan karena relasi, link atau kehebatan keluarga kita. Kita ingin menumbuhkan buah keyakinan dan dahan ketawakalan lewat itu. Kalau toh ternyata belum dapat, tidak mengapa namun kemudian kita bisa mengambil hikmah besar dari itu semua bahwa apapun yang terjadi bukan disebabkan yang lain, tapi karena Allah Yang Maha Berkehendak.
"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu" (Terjemah Q.S Ali-Imran :26)
Tulisan kecil ini untuk mengingatkan diri ini akan kekuasaan Allah, melebihi apapun. Dalam kondisi penuh penantian dan pembuktian atas rencana-rencana ke depan.
Friday, September 25, 2015
cerita di balik layar (skripsi)
Bismillah
Tulisan ini sebenarnya agak ‘telat’, kenapa? Sudah hampir 2
tahun yang lalu saya menyelesaikan skripsi
dan hari ini baru memulai untuk berbagi pengalaman bagaimana menulis
PTK. Well, I mind, this is not really late, but
I believed that some people will need this.
Ok, mengawali penulisan bagiamana dan apa saja persiapan
kita untuk membuat PTK dalam skripsi. Saya mau curcol sedikit. Setelah saya
menyelesaikan skripsi, beberapa adik kelas, teman bahkan kakak kelas menanyakan
seputar pembuatan skripsi saya. Saya menjelaskan dengan sedetailnya, namun
setelah saya pulang kampung, saya agak kesulitan menjelaskan nya dengan ‘short
message’. Tp belum kepikir juga untuk buat tulisan step-step pembuatan skripsi.
Hanya sempet buat tulisan perjalanannya saja (bisa baca di sini ). Nah setelah beberapa tahun tidak
kekampus, 2 hari yang lalu akhirnya Allah izinkan kembali menginjakkan kaki di
UNJ (widiiih, gedung yang baru pula).
Ternyataaaaa…. Saya masih ketemu dengan beberapa adik kelas
yang masih unyu2 dan kenal sama saya. Mereka menanyakan kabar saya, dan
keperluan saya, tapiii yang gak kalah ketinggalan adalah menanyakan skripsi
saya, terutama tentang PTK. Well, saya harus me-recall memori saya yang sudah
tertimbun cukup dalam.hehe
Baiklah, kita mulai saja J
Sebelum kalian membaca Tulisan ini, pastikan kalau ini
pembuatan PTK untuk skripsi dan saya lakukan ini 2 tahun yang lalu dengan DP
Dr. Anton Noornia, M.Pd dan Tutuk Narfanti, S.Pd., M.Ed. Jadikan ini hanya
salah satu referensi kalian bukan satu-satunya,hehe
- Kenali diri kalian terlebih dahulu, jika kalian bukan orang yang pandai berkata-kata, membuat kalimat-kalimat panjang dan tulisan yang berbelit-belit, maka PTK ga cocok buat kalian,hehe Tapi jangan sedih dulu, kalian tetep bisa pilih PTK asal kalian berjanji untuk belajar menulis dan merangkai kata. (saya juga termasuk opsi yang kedua kok!!)
- PTK bukan lah pilihan yang dipilih karena ‘mudah’. Karena setiap jenis penelitian punya tantangan masing-masing. Tapi jangan bilang PTK ‘sulit’, karena buktinya banyak orang-orang yang bisa menyelesaikannya dengan baik.
- Cari referensi skripsi (tidak harus PTK) sebanyak-banyaknya, kalian bisa belajar menulis dari membaca . Kenali karakter setiap model/metode/ pendekatan/tujuan dari referensi yang kalian baca. Buat bagan sederhana, kemudian kalian bisa cocokan dengan kemampuan yang kalian ambil, kalau sesuai sikaaat ajja :p
- Buatlah lebih dari satu judul, biar persiapan kalau-kalau ditolak (eem, klo ditolak tu emang sakit yah,hahaha)
- PTK jarang mengusung judul sesuai materi, jadi jangan focus ke materi tapi focus pada kemampuan yang mau diteliti. Oh iya, kalau bisa sih ga lagi ambil ‘hasil belajar’ tapi yang lebih spesifik biar gregeeet gitu.
- Lakukan prapenelitian, ini penting karena di bab 1 kalian harus kupas habis mengenai prapenelitian kalian, hingga kalian bisa menyimpulkan bahwa kalian perlu meneliti hal tersebut. Prapenelitian itu gimana? (1) observasi ke kelas ketika guru mengajar, kalau perlu foto bagian-bagian penting, tulis dan ceritakan apa yang kalian temukan di lapangan. (2) konfirmasi ke guru tersebut mengenai hal yang kalian dapatkan. (3) konfirmasi juga ke beberapa murid mengenai kendala mereka dan kaitkan dengan temuan yang didapat, kalau perlu kasih beberapa soal ke siswa untuk melihat kendala mereka secara detail. Jika ketiga hal tersebut sudah satu garis, mudah-mudahan bisa membantu kalian menulis bab 1 dengan lancar.
- Bab 2 mengenai kajian pustaka, kalau yang ini tinggal copas aja dari beberabagai sumber ga teralu repot
- Bab 3, bisa lihat dari skripsi ptk sebelumnya, sesuai kan dengan rencana kalian meneliti.
- Penelitian di PTK memang berbeda dari penelitian yang lain, PTK benar-benar memerlukan partner (guru kelas) yang kooperatif, mau diajak diskusi, direpotkan, diajak menghabiskan waktu untuk memikirkan step by step penelitian, singkatnya semua kegiatan penelitian kalian harus atas kerjasama dan mikir bareng dengan guru. Sebelum kegiatan penelitian di eksekusi, kalian harus mematangkan kembali apa yang akan dilakukan, menulis urutan kegiatan di kelas sesuai dengan metode/model yang kalian usung, bisa dikatakan semacam lembar persiapan mengajar versi sederhana. Daaan, tentu setelah melakukan setiap tahap penelitian, kalian harus mengevaluasi bareng-bareng dengan guru pamong, sekaligus mewawancari subjek penelitian kalian, ini tujuannya melihat progress yang didapat sekaligus evaluasi untuk tahap penelitian selanjutnya.
- Menulis Bab 4, ini puncak dari penelitian. Perlu ekstra keras. Selama penelitian kalian memerlukan 2 org observer yang baik hati lagi mau diajak susah, 3 hape/recorder (minimal) utk merekam, 2 camdig untuk foto dan video ,dan kertas catatan lapangan. Hasil rekaman tersebut dipindahkan dalam bentuk tulisan. Ini yang harus dicicil dari awal. Temukan kejadian-kejadian yang menunjukkan ada perubahan dari cara berpikir siswa, temukan hal-hal yang masih menjadi kendala siswa dan yang pasti temukan jawaban dari fokus penelitian yang sudah kalian buat.
- Bab 5, kesimpulan ini harus kalian buat sesuai dengan fokus penelitian, jangan lari kemana-mana, apalagi curhat disini :p.
Finally, penelitian ini sangat
membutukan kemurahan hati orang-orang, sehingga yang perlu kita taklukan selain
konsep yang matang, ilmu yang banyak juga hati mereka. Siapa yang bisa mengendalikan
itu semua, jika bukan Allah. Allah yang membolak-balikkan hati J. Jadi senjata paling
kereeen juga adalah DO’A.
Jika ada pertanyaan lanjutan, bisa
langsung komen di bawah yah, siapa tau pertanyaan kalian juga ditanyakan sama
yang lain, jadi ga perlu repot-repot jawab pertanyaan yang sama. Harapan saya
tulisan sederhana ini bisa sedikit membantu kalian dalam proses menulis skripsi
terutam PTK. Semoga dimudahkan yaaah, siapapun yang sedang bergulat dengan
skripsi J
Thursday, August 6, 2015
SKCK gimana buatnya???
Well, sayaa mau bagi-bagi cerita mengenai pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Karena saya buatnya di palembang (sesuai dengan KTP), mudah-mudahan didaerah lain ga beda jauh dari ini. baiikklah kita mulai saja :)
Sebelum syarat-syaratnya saya kasih tau. Kalian harus tau dulu dimana tempat pembuatannya. Yeaay, tempatnya di poltabes jakabaring. Bukan polres atau polsek yah. Dan inget kalian ga perlu buat surat pengantar dari siapapun, mau dari RT, RW, lurah, Camat, bupati, Gubernur apalagi Presideen. Ini hanya membuang-buang waktu dan tentu duit :'( (ini niih kelakuan guee yang ga pernah punya pengalaman sebelumnya).
Check it out!!
1. You must have 'sidik jari' card. Nah lo apa itu? Jadi saat mau buat SKCK, kalian harus mampir dulu di tempat buat sidik jari, lokasinya sama di poltabes tapi beda tempat aja.
--> syarat buat sidik jari hanya fotocopy ktp dan foto 2x3 4 lembar
terus nanti tangan kalian disana bakal dicelup gitu ama tinta item. Dan jangan lupa ada biaya administrasinya 20rb atau sekitar itu. Ingat disana bakal ada beberapa orang yang pura-pura mau nolong, sksd gitu terus ternyata caloo (eeem..dan lebih sadisnya lagi dia itu pegawainya T_T seddih dedek). Jadi saran saya, kalian langsung aja bilang maaf mas/mb saya mau ikut sesuai prosedur (cieelaah, ini ni yang gue lakuin). Deng..deeeng...ga nyampe setengah jam, kartunya udah selesai ko. Jadi ga usah ditinggal. Setelah selesai kalian langsung bisa ke tempat pembuatan SKCK.
--> naah saran saya sih, sebelum ke tempat buat kartu sidik jari, kalian ambil dulu form pengisian buat SKCK, jadi sambil nunggu sidik jari selesai, kalian bisa isi itu form. Efisieeen deh..
2. Form data pribadi. Lumayan banyak yang harus diisi disitu, kalau kalian mau nitip atau dititipin saran saya sih ga usah, karena dibawahnya akan ada tanda tangan dari pemohon.
3. Foto 4x6 backgroud merah 4 lembar
4. Fotocopy Akte kelahiran 1 lembar
5. Fotocopy KTP 1 lembar
6. Fotocopy KK 1 lembar.
Kalau sudah lengkap silahkan dikasih ke petugas disana, jangan lupa ada uang administrasinya 20rb. Kalau kalian mau buat nya untuk dua hal, misal lamar kerja dan beasiswa, maka kalian harus membuat dua dan ditulis dibagian cover form tersebut sebagai keterangan. Memang SKCK hanya diperuntukan untuk 1 hal saja, jika lebih maka buatnya juga lebih dari 1. Selesainya juga tidak lama, bisa ditunggu sekitar 1 - 1,5 jam.
Well, itu aja ko, tidak perlu waktu lama kita bisa langsung dapat SKCK dalam waktu sehari saja. Dan masa berlaku SKCK hanya 6 bulan, untuk kartu sidik jari berlaku seumur hidup (ntah deh kalau kalian tiba-tiba operasi kulit tangan yah mungkin harus buat lagi,hehehe)
Sebelum syarat-syaratnya saya kasih tau. Kalian harus tau dulu dimana tempat pembuatannya. Yeaay, tempatnya di poltabes jakabaring. Bukan polres atau polsek yah. Dan inget kalian ga perlu buat surat pengantar dari siapapun, mau dari RT, RW, lurah, Camat, bupati, Gubernur apalagi Presideen. Ini hanya membuang-buang waktu dan tentu duit :'( (ini niih kelakuan guee yang ga pernah punya pengalaman sebelumnya).
Check it out!!
1. You must have 'sidik jari' card. Nah lo apa itu? Jadi saat mau buat SKCK, kalian harus mampir dulu di tempat buat sidik jari, lokasinya sama di poltabes tapi beda tempat aja.
--> syarat buat sidik jari hanya fotocopy ktp dan foto 2x3 4 lembar
terus nanti tangan kalian disana bakal dicelup gitu ama tinta item. Dan jangan lupa ada biaya administrasinya 20rb atau sekitar itu. Ingat disana bakal ada beberapa orang yang pura-pura mau nolong, sksd gitu terus ternyata caloo (eeem..dan lebih sadisnya lagi dia itu pegawainya T_T seddih dedek). Jadi saran saya, kalian langsung aja bilang maaf mas/mb saya mau ikut sesuai prosedur (cieelaah, ini ni yang gue lakuin). Deng..deeeng...ga nyampe setengah jam, kartunya udah selesai ko. Jadi ga usah ditinggal. Setelah selesai kalian langsung bisa ke tempat pembuatan SKCK.
--> naah saran saya sih, sebelum ke tempat buat kartu sidik jari, kalian ambil dulu form pengisian buat SKCK, jadi sambil nunggu sidik jari selesai, kalian bisa isi itu form. Efisieeen deh..
2. Form data pribadi. Lumayan banyak yang harus diisi disitu, kalau kalian mau nitip atau dititipin saran saya sih ga usah, karena dibawahnya akan ada tanda tangan dari pemohon.
3. Foto 4x6 backgroud merah 4 lembar
4. Fotocopy Akte kelahiran 1 lembar
5. Fotocopy KTP 1 lembar
6. Fotocopy KK 1 lembar.
Kalau sudah lengkap silahkan dikasih ke petugas disana, jangan lupa ada uang administrasinya 20rb. Kalau kalian mau buat nya untuk dua hal, misal lamar kerja dan beasiswa, maka kalian harus membuat dua dan ditulis dibagian cover form tersebut sebagai keterangan. Memang SKCK hanya diperuntukan untuk 1 hal saja, jika lebih maka buatnya juga lebih dari 1. Selesainya juga tidak lama, bisa ditunggu sekitar 1 - 1,5 jam.
Well, itu aja ko, tidak perlu waktu lama kita bisa langsung dapat SKCK dalam waktu sehari saja. Dan masa berlaku SKCK hanya 6 bulan, untuk kartu sidik jari berlaku seumur hidup (ntah deh kalau kalian tiba-tiba operasi kulit tangan yah mungkin harus buat lagi,hehehe)
Sunday, July 19, 2015
Thursday, June 25, 2015
Friday, June 19, 2015
Sunday, May 24, 2015
Lagi-lagi sebuah drama dipentaskan didepan mataku. Renyuh, bahagia dan tersenyum, itu yang bisa saya lakukan. Setiap jeda kehidupan, tiga empat atau lebih layar berkembang -bersamaan-. Kemudian menjadi premis yang diminta untuk disimpulkan. Masih teringat kemarin membaca terjemahan sebuah ayat "Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman, Dan Allah Maha Mensyukuri (memberi pahal terhadap amal hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, dan menambah nikmatNya), Maha Mengetahui" -Q.S An-Nisa:147-
Sekarang dan selamanya BERSYUKUR dan BERIMAN. Allah mau itu.
Thursday, May 21, 2015
Jangan pernah meremehkan amalan-amalan kecil, karena bisa jadi malah menghantarkan kita ke JannahNya. Atau sebaliknya, bisa jadi amalan-amalan yang kita anggap besar, hebat dan banyak malah membuat kita tergelincir ke NerakaNya. Karena pada akhirnya, amalan yang terbaik menurut Allah adalah amalan yang paling ikhlas kita lakukan, paling lurus kita kerjakan dan paling lapang kita berserah. :)
Tuesday, April 28, 2015
Hadir dan Menetap
Bismillah
Sudah lama saya ingin menulis ini, namun lagi-lagi saya tersandra perasaan,aaaahhh...
Waktu 4 tahun tidak menjadi sangat lama saat kaki saya mulai menginjak di Kampus Pendidikan. Ada begitu banyak kata, tatapan, sapaan, kasih sayang, dan tentu cinta yang kudapat dari sana.
Pertama, untuk teman-teman sekelas saya (Superclass 09) yang super-super hebat. Kalian yang memaksa saya untuk memulai membuka diri, mengerti tabiat, memahami karakter dan juga membaca pribadi unik dari tiap kalian. Thank's to Uyung, tiwi, rinita, bae, fevy, mega, nurul, nung, farrah, desy, agnes, tina, tince, frisca, nanda, dian, nadya, lida, rahmat, iqbal, fathir, rudi, wahid, Spesial terimakasih untuk teman "terdekat" saya
Untuk Dian, thank's so much atas penerimaannya, menerima saya menjadi bagian hidupmu dan hidup keluargamu (ini karena saya sering sekali merepotkan keluarganya). Maafkan temanmu ini yang sering marah ga jelas, sering cerita ga jelas, dan sering maksa ikut organsasi ini itu,haha. You're a unic girl. Aku akan selalu merindukanmu :)
Untuk Nadya, thank's a lot be a good listener to me. Aku jadi sering mikir ni nadya bosen kaga yah dengerin cerita aku muluu,hihihi. Sorry, I'm not be a good listener to you. Huaaaa, egois banget yaah aku :(. Banyak sekali pembelajaran yang bisa aku dapat dari kamu. I hope i wiil find a friend like you, at least she is kind like you. Miss you :)
Untuk nana atau andriena kartika wulandari, huaaaaah saya sangat takjub pernah berkenalan dengan orang seperti mu nana. Hanya beberapa bulan satu kost, membuat kita tiba-tiba sangat dekat (jangan2 aku doang yang ngerasa gitu :p ).Thank you very much to your experiences. I guess, i can stand up and keep go on, one of all is you. Always miss you :)
Untuk Nadi, ecy, dai dan nety..
ko kita tiba-tiba jadi deket yaah,hehehe... terimakasih banyak untuk semangat, pengalamannya, nasihatnya dan tumpangannya yah. terimakasih sudah mau berjuang bersama, I love u all so much coz Allah
Untuk ncess, kabir saya enny dan seluruh bagian dari BEMJ, MUA dan LDK. Terimakasih banyaaak sudah memberi saya merasakan getirnya berorganisasi, suka dan duka nya. Semoga itu menjadi bukti ketika Allah bertanya 'apa saja yang dilakukan dimasa mudamu?' :)
Special thank's untuk guru, murobbi/biah, mentor, kakak2 dan semua orang yang pernah melingkar bersama dengan saya.. Selalu menjadi suntikan motivasi, aliran energi dan kecupan do'a, semuanya hadir bersama-sama dengan setiap kelebihan dan kekurangan yang kita punya. :*
Daaan untuk semuanyaaa yang pernah dan hadir dalam hidup saya selama 4 tahun disana, di ibu kota, terimakasih untuk semuanya :)
ko kita tiba-tiba jadi deket yaah,hehehe... terimakasih banyak untuk semangat, pengalamannya, nasihatnya dan tumpangannya yah. terimakasih sudah mau berjuang bersama, I love u all so much coz Allah
Untuk ncess, kabir saya enny dan seluruh bagian dari BEMJ, MUA dan LDK. Terimakasih banyaaak sudah memberi saya merasakan getirnya berorganisasi, suka dan duka nya. Semoga itu menjadi bukti ketika Allah bertanya 'apa saja yang dilakukan dimasa mudamu?' :)
Special thank's untuk guru, murobbi/biah, mentor, kakak2 dan semua orang yang pernah melingkar bersama dengan saya.. Selalu menjadi suntikan motivasi, aliran energi dan kecupan do'a, semuanya hadir bersama-sama dengan setiap kelebihan dan kekurangan yang kita punya. :*
Daaan untuk semuanyaaa yang pernah dan hadir dalam hidup saya selama 4 tahun disana, di ibu kota, terimakasih untuk semuanya :)
Saturday, January 17, 2015
Bismillah
Dari sekian banyak keinginan untuk melihat, hanya beberapa yang bertahan lama, dan dari yang bertahan lama akhirnya mampu membuatku melihat, menatapnya, walau tak bersua. Kenapaa coba, hati gueee masih aja leleh... Lelehnya lapis dua lagi, abis liat yang sendiri, eeh ada juga yang sedang berdua.
Saya cuma minta izin sama Allah untuk tidak lewat tahun ini. Gue tau sih masih banyak yang perlu dipantaskan, diperbaiki dan disiapkan. Tapi guee pikir tahun ini tahun yang tepat, entah kenapa. Naluri seakan lebih kuat untuk berjuang. Beda dengan tahun-tahun yang lalu, yang guee bodo amat dengan isu gituan. Ampe yang udah sempat menawarkan, malah gue lepas begitu aja hanya dengan semalem istikhoroh. Huhuhu...:'(
Tapi pertanyaannya, dimana takdir itu? kapan ia akan menjemput? dan Guee sungguh lagi berusaha untuk menerima takdir tersebut dalam keadaaan terbaaaik, hati yang bersih, niat yang lurus, fisik yang sehat.
Sebenarnya guee sungguh masih lugu untuk memahami "sign from Allah". Kayaknya masih banyak tanda-tanda yang cuma buat PHP, meski gue sendiri sih ga tau itu PHP atau bukan,,hahaha...
Yasudahlaah kalau memang begitoo gue maah bisa apa...
paling yang gue bisa, gue lampiaskan perasaan 'menunggu' dengan bait-bait do'a, kerja, ngajar dan tentu te
tertawa :D
Mariii kembali ke dunia nyata (padahal niat buka lepi nyudahin perangkat) -__-"!
#Hari ke-17 bulan pertama di tahun duaribulimabelas
Dari sekian banyak keinginan untuk melihat, hanya beberapa yang bertahan lama, dan dari yang bertahan lama akhirnya mampu membuatku melihat, menatapnya, walau tak bersua. Kenapaa coba, hati gueee masih aja leleh... Lelehnya lapis dua lagi, abis liat yang sendiri, eeh ada juga yang sedang berdua.
Saya cuma minta izin sama Allah untuk tidak lewat tahun ini. Gue tau sih masih banyak yang perlu dipantaskan, diperbaiki dan disiapkan. Tapi guee pikir tahun ini tahun yang tepat, entah kenapa. Naluri seakan lebih kuat untuk berjuang. Beda dengan tahun-tahun yang lalu, yang guee bodo amat dengan isu gituan. Ampe yang udah sempat menawarkan, malah gue lepas begitu aja hanya dengan semalem istikhoroh. Huhuhu...:'(
Tapi pertanyaannya, dimana takdir itu? kapan ia akan menjemput? dan Guee sungguh lagi berusaha untuk menerima takdir tersebut dalam keadaaan terbaaaik, hati yang bersih, niat yang lurus, fisik yang sehat.
Sebenarnya guee sungguh masih lugu untuk memahami "sign from Allah". Kayaknya masih banyak tanda-tanda yang cuma buat PHP, meski gue sendiri sih ga tau itu PHP atau bukan,,hahaha...
Yasudahlaah kalau memang begitoo gue maah bisa apa...
paling yang gue bisa, gue lampiaskan perasaan 'menunggu' dengan bait-bait do'a, kerja, ngajar dan tentu te
tertawa :D
Mariii kembali ke dunia nyata (padahal niat buka lepi nyudahin perangkat) -__-"!
#Hari ke-17 bulan pertama di tahun duaribulimabelas
Subscribe to:
Comments (Atom)