Thursday, December 26, 2013

Ilmu vs Amal


Bismilaah

Banyak orang  bilang bahwa amal lebih penting dari segalanya termasuk ilmu, ini juga bukan kalimat yang mengada-ngada. Karena dalam Q.S al-mulk:2 dikatakan bahwa Allah menguji siapa diantara kita yang paling baik amalnya (ahsanul ‘amala) bukan yang paling banyak ilmunya, apalagi hartanya. Dan beberapa quote yang saya baca, bahwa hanya ilmu yang diamalkan lah yang menjadi ilmu sesungguhnya, kurang lebih seperti itu. Selain itu kalimat “mutiara” yang sering kita dengar adalah ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah (entahlah apa pohon ini juga tak berbunga/berdaun).

Beberapa kalimat diatas setidaknya membuat kita jadi merasa ga guna yaah ilmu tinggi-tinggi, sampe gelar panjang melebihi penggaris 30 cm,hehe 

Eitsss, apa benar presepsi itu???

Kita harus menengok beberapa hadist yang lain, salah satunya  “ilmu mendahului amal” atau “ amal tanpa ilmu akan sia-sia”. Rasul juga tak segan-segan memberikan pernyataan tentang, tuntulah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat atau tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina. Terusss mau nya apa sih? Tadi bilangnya amal lebih utama, lah ini ilmu jadi hal yang paling pertama.

Deng, deng, deng…..

Maka dengan pemahaman saya yang dangkal ini, izinkan saya memberikan sedikit conclusion  (sok-sok barat lagi :p).  Bahwa salah satu bentuk amal yang paling konkret adalah dengan terus menuntut ilmu. Orang yang sudah banyak ilmu saja belum tentu banyak amalnya, apalagi kita yang ilmunya hanya sedikit, dong-dong-dong  -__-‘. Jangan terlalu khawatir tentang seberapa banyak ilmu yang kita bisa amalkan, tapi yang harus kita khawatirkan adalah malasnya kita menuntut ilmu dan merasa bahwa kita sudah banyak ilmu dan amal.


Wallahu’alam

Wednesday, March 20, 2013

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus



Kalimat diatas,sepertinya sangat sederhana. Namun sungguh kalimat itu dapat menggoncangkan bumi beserta isi -isinya. Kalimat diatas dapat menyatukan semua makhluk ciptaanya. Kalimat itu dapat menghimpun kekuatan , lalu melenggangkan jejak jalan. Kalimat itu, membuat setiap yang hidup bersekutu melakukan rencanaNya.

Jika tak percaya dan yakin, silahkan dibuktikan. Maka setelah kau benar-benar menjalankannya, kau akan terseguk, tercengang keheran atas takdir terindah yang Dia lukis :)
Lahaulawalakuatailabilahilaliyul'adzim

#jazakallah khoir ust. YM dan ulama-ulama diseluruh dunia untuk tulisan yang menginspirasi

Saturday, March 2, 2013

Jawaban

Susah sekali saya menggambarkan perasaan ketika berada pada susunan buku-buku pada rak yang tersusun rapi. Berkali-kali merasakan hal yang sama saat kaki ini menginjakkan tempat yang begitu sepi dari para pengunjung. Mungkin karna itu lah,tempat ini menjadi tempat yang sangat istimewa. 


Kalimat ini yang sudah lama saya ingin sampaikan :
"Jika kau ingin tahu jawaban dari Tuhanmu, maka mulailah membaca"

Seberapa dekatnya kita dengan orang tua, sahabat kita, tetap saja mereka mempunyai kesempitan waktu untuk menjawab pertanyaan kita, atau sekedar mendengarkan celotehan kita. It's mean, mau tidak mau kita perlu 'media' lain untuk menemukan jawaban dari beribu-ribu pertanyaan yang berlalu lalang dikepala kita. Dan tentu jawaban itu tidak serta merta kita dapatkan tanpa usaha. Usaha yang paling ajaib dan ampuh adalah dengan membaca. Ini bukanlah jawaban klasik atau nasehat nenek moyang terdahulu. Ini betul adanya.

Saya berkali-kali bahkan setiap kali membaca, benar-benar menemukan jawaban atas banyak pertanyaanku. Dan salah satu kalimat-kalimat yang sangat menyangkut di hati saya (dan mungkin ini jawaban dari pertanyaan yang tak saya sadari):

Kadang kebahagian kita identikkan dengan kepemilikan atau pencapaian. Bila kita memiliki atau meraih sesuatu, baru kita merasakan bahagia. Kita berusaha menggerakkan dan mengarahkan diri pada sesuatu yang jauh diluar sana. Kita menjanjikan kebahagian pada diri sendiri bila kita telah melakukan sesuatu dan melupakan saat ini. Padahal tak jarang, setibanya di tempat yang kita anggap sebagai "ujung pelangi", kita hanya mendapatkan keripik jagung, bukannya keping emas. -Kristine Batasina G-

Hadiah atas pemahaman yang membaik adalah kepingan emas yang tak ternilai harganya

Friday, February 15, 2013

Ditemukan

Merasa ada yang hilang, kurang.
Kadang cemas, gundah gulana, bahkan galau. 
Gersang menyeruak, bingung kepayang.

Bismillahirahmanirrahim

Kubuka buku cinta-Mu, lembar demi lembar kulantunkan. Meskipun aku tak tau persis apa yang sedang kuucapkan. Aku hanya merasa berbeda ketika mengucapkannya. Penuh dengan janji-janji pasti, penuh dengan berita gembira dan juga kadang penuh peringatan yang keras.

Sekali lagi, aku kembali melantunkannya, sedikit memberi sentuhan nada. Meskipun aku tau tak ada qira'at yang mendekati. Tetap saja huruf-huruf nya seperti hidup.

Tepat pada Surah As-Sajadah lantunan yang kukumandangkan. Meski tak tau pasti akan kutemukan apa disini. Kuhabiskan surah ini, lalu kuikuti dengan membaca terjemahnya.

MasyaAllah..

Aku menemukannya, hatiku menemukan yang ia cari.

"Orang -Orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat kami, mereka menyungkur sujud dan bertasbih memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menginfakan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. Maka tidak ada seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu ( bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan." (Terjemah Q.S As-Sajadah : 15-17)

berkali-kali aku mengulanginya, menemukan yang dimaksud hati ku..
Allahu..
Beri Hamba kemampuan memahami dan menerapkannya, aamiin
Terimakasih Atas Nikmat Mu :)

Wednesday, January 30, 2013

Tuhan mengajarkan Perjuangan

Tuhan selalu mengajarkan arti perjuangan
Disaat keinginan membucah, Tuhan tahan sementara. Hanya karena Dia ingin melihat kesungguhan kita.  
Tuhan terus saja mengajarkan arti perjuangan
Setelah kesulitan yang satu terselesaikan, yang lain mengantri meminta giliran.
Tuhan akan terus mengajarkan arti perjuangan
tidak cukup hanya sekali, harus berkali-kali, beratus-ratus kali, atau bahkan tak terhitung kali
Tuhan masih terus mengajarkan arti perjuangan
air mata tertumpah, bertetes-tetes, membanjiri kerudung putih kita
Tuhan tidak berhenti mengajarkan arti perjuangan
dari lelah, keringat, mengatuk terselip harapan besar
Tuhan selamanya mengajarkan arti perjuangan
lewat luka, tamparan hingga kita tersadar didepan kita ada yang harus diperjuangkan
Karena Tuhan hanya ingin melihat kita Berjuang, mengenal Perjuangan, dan hidup bersama Perjuangan
Sebab itu harga dari syurga yang indah :)

Sunday, January 27, 2013

Berbatik, Berbudaya











Batik menjadi nilai khas dari bangsa Indonesia. Hal itu tidak diragukan lagi, dikarenakan tidak ada negara dari belahan bumi manapun yang mempunyai karya seperti ini. Corak yang khas dan mempesona menjadi daya tarik tersendiri dari batik. Apalagi batik sekarang tidak hanya diproduksi berupa kain dan sarung tapi juga telah meramba ke bentuk-bentuk yang lebih modern, seperti baju, rok, tas bahkan pulpen sekalipun.

Namun keberadaan batik kian mengkhawatirkan, dikarenakan arus industri yang semakin deras ditambah dengan globalisasi yang kencang membuat batik menjadi kehilangan pamor. Baju-baju impor mendominasi dipasar-pasar tradisional maupun modern. Bangsa Indonesia seolah-olah kehilangan jati dirinya, menganggap memakai barang luar menunjukkan prestise yang tinggi. Karena itu, produk-produk yang bercorak khas Indonesia khusunya batik harus terus digalangkan kepada masyarakat Indonesia, agar batik tidak menjadi barang langka.

Disisi lain, zaman yang modern saat ini, telah menyulap batik menjadi barang yang 'mahal'. Tidak perlu susah untuk mencari batik yang berkhualitas dan cantik, sudah banyak sekali toko batik, butik batik dan batik online yang menyediakan berbagai macam mode batik. Perkembangan seperti ini juga bertujuan agar batik tetap melestari dan menjadi salah satu trend mode masyarakat Indonesia maupun diseluruh dunia.


Wednesday, January 16, 2013

semua orang berhak


bismillahiwalhamdulillah..

sudah lama sekali rasanya tidak meluangkan waktu untuk mengeja pemahaman menjadi serpihan-serpihan tulisan. mungkin memang belum sempurnanya pemahaman atau sejatinya pemahaman akan menjadi sempurna jika ditulis? walahu'alam

semua orang berhak melakukan apapun,
pergi ke mall, menghabiskan uang percuma,
pergi ke club, menghabiskan malam yang larut,
atau sekedar makan direstoran termahal didunia pun..
tak mengapa? toh ada uang juga, toh ga ada yang mencegal

semua orang berhak melalukan apapun,
berganti-ganti pasangan untuk kesekian kalinya,
menaruh cinta berlebihan kesiapapun,
memberi 'semua yang dipunya' untuk orang asing,
tak mengapa? toh gratis juga kan, toh punya sendiri juga

semua orang berhak melakukan apapun,
makan sebanyak mungkin,
tidur sepuas mungkin,
atau sederhananya berbicara sesering mungkin,
tak mengapa? toh ga merugikan, toh ga ngerepotin orang lain

semuanya berhak kita lakukan,

TAPI

Bagi mereka,
memilih untuk pergi ke majelis ilmu jauh lebih menyenangkan,
memilih untuk tetap dirumah membantu pekerjaan ibu jauh lebih membahagiakan,

Bagi sebagian orang,
memilih untuk menjaga perasaan jauh lebih baik,
memilih untuk menebar cinta pada mereka yang halal jauh lebih aman,
memilih untuk memberi yang thoyyib untuk yang membutuhkan jauh lebih berharga,

Bagi segelintir orang,
memilih untuk belajar, membaca, menghafal jauh lebih istimewa,
memilih untuk bangun, bersujud, mengaduh jauh lebih melegakan,
memilih untuk diam, berpikir, berdzikir jauh lebih bermakna,

Maka benar sekali dalam surat cintaNYA, Allah berkata:
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (al-Balad: 10)
As-Sa’di berkata, “Kami menunjukkan kepadanya dua jalan yaitu jalan kebaikan dan jalan kejelekan serta Kami jelaskan antara petunjuk dan kesesatan serta antara kebenaran dan penyimpangan. ” (Tafsir as-Sa’di hlm. 855)


sekarang pilihannya ada di diri masing-masing!!
semoga bermanfaat untuk diri ini dan juga semuanya, afwan jiddan tidak bermaksud menyinggung siapapun :)
wallahu'alam

Friday, January 11, 2013

the most beautiful part :)


Bismilllah
Saya selalu yakin dan percaya bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Tak terkecuali selembar daun yang gugur pun, apalagi pertemuan kita (saya dan kalian) selama 1 semester ini. Sebab itulah, saya meyakini bahwa kalian adalah orang- orang yang ditakdirkan mengisi catatan kehidupan saya dengan konsekuensi apa pun. Begitupun sebaliknya.

Kalian siswa –siswi yang LUAR BIASA, dan juga BIASA DILUAR :D. menghadapai kalian tidak sama dengan menghadapi soal-soal matematika. Terkadang perlu helaan nafas panjang yang keluar, tapi tekadang tawa lucu yang hadir dikelas. Begitulah kalian. Dan itu juga yang membuat lelah dan keringat saya terbayar.

Saya pernah berbicara dikelas tentang ‘tujuan pendidikan’. Masih inget kan??emm…, yang ga inget saya ingatkan lagi, bahwa tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia. Saya begitu banyak menaruh harapan ke kalian, bahkan bangsa ini pun menaruh harapan ke kalian. Tidak lain, agar kalian menjadi orang-orang yang baik, karena yang pintar sangat banyak di negeri ini tapi yang baik hanya sedikit. Maka jadilah orang-orang yang sedikit itu. Ini juga menjadi pengingatan buat saya.


Setiap kehidupan meninggalkan bekas bahkan tidak berbekas pun adalah bekas. Dan tulisan – tulisan kalian adalah potret seberapa berbekasnya saya dikehidupan kalian. Ada yang menulis dengan sangat panjang, tapi ada juga yang tidak menulis apapun. Tidak mengapa J






Terima kasih untuk apapun yang kalian lakukan, untuk yang tidak saya lihat dan rasa maupun yang saya lihat dan rasa. Oh ya, terima kasih juga untuk kue ULANG TAHUN nya,emmm.. ini untuk pertama kalinya saya niup lilin ultah (ini rahasia lo,,hehe).







Pertanyaan terakhir saya,
Kenapa harus ada yang datang, jika pada akhirnya akan pergi????
Pertanyaan ini pun sering sekali saya lontarkan, dan lagi – lagi saya seolah bisu untuk menjawabnya. Sstttt,, ada yang tau jawabannya???

























Dan guru-guru pamong yang benar-benar memamongku dari awal hingga akhir ppl juga menjadi bagian penting dari episode ini..terimakasih banyak untuk pengalaman yang berharga, untuk ilmu yang tak ku dapat dibangku kuliah dan tentu pembelajaran kedewasan..jazakumullah khoir







Uhibbukum fillah ^^
you are one of the best part in my live