Bismilaah
Banyak orang bilang
bahwa amal lebih penting dari segalanya termasuk ilmu, ini juga bukan kalimat
yang mengada-ngada. Karena dalam Q.S al-mulk:2 dikatakan bahwa Allah menguji
siapa diantara kita yang paling baik amalnya (ahsanul ‘amala) bukan yang paling
banyak ilmunya, apalagi hartanya. Dan beberapa quote yang saya baca, bahwa
hanya ilmu yang diamalkan lah yang menjadi ilmu sesungguhnya, kurang lebih
seperti itu. Selain itu kalimat “mutiara” yang sering kita dengar adalah ilmu tanpa
amal bagai pohon tak berbuah (entahlah apa pohon ini juga tak
berbunga/berdaun).
Beberapa kalimat diatas setidaknya membuat kita jadi merasa
ga guna yaah ilmu tinggi-tinggi, sampe gelar panjang melebihi penggaris 30
cm,hehe
Eitsss, apa benar presepsi itu???
Kita harus menengok beberapa hadist yang lain, salah
satunya “ilmu mendahului amal” atau “
amal tanpa ilmu akan sia-sia”. Rasul juga tak segan-segan memberikan pernyataan
tentang, tuntulah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat atau tuntutlah ilmu
sampai ke negeri cina. Terusss mau nya apa sih? Tadi bilangnya amal lebih
utama, lah ini ilmu jadi hal yang paling pertama.
Deng, deng, deng…..
Maka dengan pemahaman saya yang dangkal ini, izinkan saya
memberikan sedikit conclusion (sok-sok
barat lagi :p). Bahwa salah satu bentuk amal yang paling konkret adalah dengan terus
menuntut ilmu. Orang yang sudah banyak ilmu saja belum tentu banyak amalnya,
apalagi kita yang ilmunya hanya sedikit, dong-dong-dong -__-‘. Jangan
terlalu khawatir tentang seberapa banyak ilmu yang kita bisa amalkan, tapi yang
harus kita khawatirkan adalah malasnya kita menuntut ilmu dan merasa bahwa kita
sudah banyak ilmu dan amal.
Wallahu’alam






