Monday, December 13, 2010

Sepenggal Potret Kehidupan Q

Assalamu’alaikum
Bismillah

Dimulai dari keterpaksaan untuk berpikir masa depan, keharusan menggapai masa depan. Angan-anganku mulai terlempar jauuuh kedepan. Hingga tibalah aku disini kampus Pendidikan, The State University of Jakarta.
Terasa asing, memang tak terbantahkan. Namun, itu semua luntur seketika, saat keadaan yang aku lihat sangat indah dari yang dibayangkan. Entahlah tepatnya apa itu.

Hari demi hari terlewatii dengan sangat indah, bahkan aku baru berani mengatakan bahwa hidup ini SANGAT INDAH saat aku mulai menapaki kaki di “the green college”. Jangan salah mengartikan INDAH itu, bukan semata-mata karena aku mendapatkan kesenangan atau kenyamanan selalu, tapi karena aku dianugerahi Allah kenikmatan untuk menikmati apapun keadaan yang terjadi dan akan terjadi. 

Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji dan yang pantas dipuji hanyalah Allah.
Allah kirimkan mereka (saudara-saudara) yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, mereka yang dengan mudah mengulurkan tangan tanpa diminta, mereka yang begitu hangat untuk bisa saling berbagi, yaa mereka yang mencintai aku dan aku mencintai mereka karena Allah.
Awalnya,dikelas teman-teman sering menbicarakan murid-murid mereka, oohh ternyata rata-rata teman2 udah mengajar. Sedikit heran, cuman mikir bentar kenapa juga heran, toh kita bakal jadi guru cepat atau lambat (Insya Allah). Beberapa hari sebelum bulan oktober 2009, ibu kost memanggil aku. Entah untuk apa??

Ibu kost memanggil, menanyakan kesedianku untuk mengajar anaknya yang saat itu duduk dikelas 6 SD, kaget siihh. Tapi ibunya, langsung menanyakan bisanya jam berapa? Dengan masih menyisakan kaget, aku langsung jawab setelah magrib saja bu. Tepat ditanggal 6 Oktober 2009, aku mulai melukis jejakku. Jejak-jejak yang nantinya akan memberikan warna pada kehidupanku selanjutnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?(Q.S 55 :55).

Aku mulai mengajar untuk pertama kalinya setelah 2 bulan aku kuliah.
Dua bulan sudah aku melakukan rutinitasku, disela-sela kuliah, organisasi, dakwah, tugas, nyuci, nyetrika aku menyempatkan untuk mengajar setelah magrib sekitar  1 – 1,5 jam..hehe J

Dan pada akhirnya, aku memutuskan untuk pindah dari kost. It’s mean, aku harus meninggalkan anak didikku. Entahlah ini keputusan yang benar atau salah, tapi yang aku tau Allah akan beri aku selalu jalan terbaik asalkan kita selalu berkhusnudzon kepadaNYA.
                                                                                         
                                                                                  -- Inilah sepenggal potret kehidupan seorang diyha --

Thursday, November 25, 2010

sendirii, menyepii

“Sendiri menyepi..Tenggelam dalam renungan…
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan
perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi”…(edcoustic)

Iri sekali dengan mereka. Mereka yang sekarang sedang berjalan bahkan berlari menjemput HidayahNya, aku disini malah duduk terkaku kebingungan. Mereka bergerak mencari keMaha LuarbiasaanNya, disini aku malah terdiam gelisah. Mereka menangis tersedu menyesali kealpaan disepertiga malam yang hening, aku malah asyik tidur menikmati mimpi-mimpi indah. Mereka menjaga diri dengan dzikir disepanjang hari, aku malah tertawa lepas tanpa beban.

Inikah yang dinamakan kefuturan?

Saat semuanya terasa hambar tanpa tujuan, seolah-olah yang dilakukan sudah benar, tanpa merefleksi kembali setiap hela nafas yang terlewati.
Saat dibebaskan sedikit saja dari kemelut dunia, mulailah terlupa denganNYA, berjingkrak kesenangan hingga lalai bersyukur padaNYA.
Saat Allah hadapkan sedikit saja masalah, mulailah mengutuk DIA, mengatakan bahwa Allah tak adil, Allah tak sayang, dan segala keluh kesah yang keluar.

Inikah tanda kefuturan itu?

Sedih sekali rasanya, saat diri bertambah umur namun aktivitas ruhiyah tak ada kenaikan bahkan mudur perlahan. Perih menyaksikan saat diri tak semakin bijak memilih jalan hidup. Tak semakin arif menyikapi masalah. Mencari ketenangan diluar, bukan mengadu disujud-sujud malam, menengadahkan tangan memohon dengan penyesalan.
Benarkah kefuturan itu sekarang mengendap? Ada keyakinan tapi tak banyak berbuat, ada keinginan tapi sedikit sekali melakukan.

“sampai kapan ku begini…
resah tak bertepi..
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala”…

Ihdinasyirotol mustaqin
Wallahu’alam

Monday, November 22, 2010

Allah tak pernah mempermasalahkan kita datang dari mana..^^

bismillahiwalhamdulillah..



pernahkah kalian merasa..dunia seakan tak pernah berada di pihak kita, apa yang diusahakan seakan sia-sia tidak ada hasil dan bahkan mengecewakan.



pernahkah kalian merasa.. tiba-tiba mendapat kado spesial dari seseorag (ibu, ayah atau siapapun) tidak dihari ulang tahun, di hari yang menurut kita tidak ada yang spesial di hari itu, yang tak pernah disangka. dan terlebih isinya adalah sesuatu yang selama ini ingin dimiliki.



pernahkah kalian mengalami.. sakit hati, dongkol, marah karna kita telah menunggu sangat lama hingga merelakan semuanya demi untuk menunggu, dan ternyata tiba-tiba yang ditunggu lepas begitu sajaa..



pernahkah kalian mengalami.. hidup begitu indah hingga senyummu pun terus mengembang menghiasi wajah riang dikarenakan dihadapan kalian ada ratusan nama yang tertera, dan salah satu nama kita ada dalam rentetan tulisan itu, dan kolom paling atas tertulis "peserta yg lulus dalam seleksi bla.bla..bla.."



pernahkah kalian merasa.. sedih, murung berkepanjangan tak ada semangat untuk melakukan apapun, sampai-sampai makanpun tak ada selera karena barang kesayangan dan berharga kita hilang, atau rusak dan yang mengiris hati, barang itu tidak pernah ada yang menjualnya lagi.





deretan kisah diatas, mungkin pernah kita alami walaupun tak persis benar..

begitu banyak deretan kisah-kisah yang membuat kita senang tak terkira namun juga kadang sedih tak terbendung. Dan deretan kisah-kisah itu adalah lorong-lorong yang sengaja Allah ciptakan untuk kita dapat menemukan setitik sinar hidayah yang Allah selipkan di dalamnya.



dan ada banyak dari lorong-lorong (red:kisah-kisah) hidup yang menghantar diri kita menuju cahaya hidayahNYA, namun juga tak banyak dari kita seakan tak sadar ada banyak disekeliling kita berkas-berkas cahaya hidayah menghambur yang terlewat begitu sajaa..



dan sungguh yang membuat ku mungkin kalian juga maluu dengan Allah, adalah

Allah tak pernah mempermasalahkan kita datang menghadapNYA melalui jalan apapun.

ada yang baru ingin mendekat kepada NYA ketika kita mendapatkan kekecewaan, kesedihan, pengkhianatan dan segala macam bentuk penderitaan lain.

ada juga yang baru ingin mendekat kepadaNYA ketika kejayaan, kesuksesan telah diraiih.

ada juga bahkan yang tidak sengaja, dan tidak disangka hatinya terhanyut dan tenggelam dalam hidayah yang Allah berikan.

dan ada banyak sekalii jalan-jalan laiin yang menghantarkan kita kemuara kebahagiaan, kebahagiian yang sejati.



dan tak lupa do'a kita adalah..

'Semoga hidayah itu akan segera kita temukan, dalam cara atau jalan apapun. dan yang telah mendapatkan hidayah itu, maka jagaa lah ia agar tak terlepas dari gengaman'



wallahu'alam

Wednesday, October 6, 2010

Surat Cinta untuk PEMILIK-ku


Kemarin dan kemarinnya lagi…
Kupenuhi dengan lalai dan lupa akan tujuanku. Kuisi dengan senda gurau berlebihan. Kulewati dengan kekufuran atas nikmatMu.
Kemarin dan kemarinnya lagi..
Kujejakkan hari-hariku dengan kepesimisan dan kekhawatiran untuk hari esok. Kuikatkan hatiku dengan ketakutan dan kecemasan menanti yang akan datang. Kujejali pikiranku dengan kecintaan dunia beserta isinya dengan ketidakwajaran.
Kemarin dan kemarinnya lagi..
Kujadikan diriku anak yang nakal, tidak tau diri, menyusahkan kedua orangtuaku. Membuat hari-hari mereka kelam karena perlakuaanku. Membuat mereka malu dihadapan orang lain, dan dalam pekat malam mereka menyesali karna melahirkan anak seperti aku.
Kemarin dan kemarinnya lagi…
Kuhiasi bibirku dengan bergunjing serta ghibah, hingga ku penuhi perutku dengan bangkai saudara-saudaraku sendiri. kutanamkan kesombongan dan keangkuhan dipundakku, dan kucabut rasa malu terhadap Pemilik diri ini. Hingga sampai lah pada saat ini, pada hari ini..

Dan Hari ini,
Mungkin adalah hari Terakhirku yang Engkau izinkan melewati pertambahan usiaku. Mungkin hari inilah hari yang terakhir yang bisa aku dengar ucapan selamat ulang tahun dari orang tuaku, keluargaku, teman-temanku dan saudara-saudariku. Mungkin inilah kesempatan itu berakhir untukku bisa memohon dan meminta ampun atas kedhaifan, kelalaian, kebodohanku pada Pemilik raga ini. Mungkin ini juga adalah hari terakhir untukku meminta maaf dan memohon keikhlasan kepada orangtuaku, keluargaku, teman-temanku, saudaraku atas ketidaksempurnaan tingkah lakuku dalam mengisi hari-hari kalian..

Ucapan syukur yang tak terbilang tak mampu berbanding dengan nikmatMu yang tiada tara. Bahkan puji-pujian yang Agung takkan berimbang dengan karunia yang Engkau limpahkan. Tulisan-tulisan inipun hanya secuil gambaran atas KeMahaLuarBiasaan Engkau. Terima kasih untuk mereka orangtuaku, keluargaku, teman-temanku dan saudara-saudaraku juga takkan cukup untuk bisa mengapresiasikan ketulusan, kasih sayang, perhatiaan, do’a dan dukungan yang selama 18 tahun ini kalian berikan.

Harapan dan do’aku untuk Pemilik Alam Semesta dan seisinya..
Hari ini, esok dan seterusnya…
Aku takkan membiarkan mulutku dipenuhi keluh kesah. Aku takkan mengizinkan keputusa asaan menyergap jiwaku. Aku takkan membolehkan kefuturan mengendam lama di hatiku. Aku takkan mendapatkan diriku lemah tak berdaya oleh keadaan.
Hari ini, esok dan seterusnya..
Takkan kubiarkan penyakit-penyakit hati merongrongi perlahan-lahan pertahanan imanku. Takkan kubiarkan hari-hariku dikenalkan dengan tangis ratapan dan kesedihan perpanjangan
Hari ini, esok dan seterusnya..
Aku akan belajar mencintai-MU dengan sempurna. Aku akan belajar untuk dapat sabar, sabar yang tanpa batas. Aku akan belajar untuk dapat ikhlas, setelah ikhtiar yang maksimal. Aku akan belajar mengenal apa yang Engkau cintai. Aku akan belajar untuk istiqamah dengan ibadahku.
Hari ini, esok dan seterusnya..
Aku akan buat bangga kedua orang tua ku, tanpa mampu membalas pengorbanaan mereka. Aku akan belajar memahami mereka, dengan keterbatasan ilmuku. Aku akan belajar membuat mereka juga mengerti jalan hidupku.

Tapi..
Bila ternyata di suatu hari Engkau dapati aku sedang mengeluh dan putus asa, maka kekuataanMu yang aku butuhkan. Bila ternyata di suatu saat Engkau dapati aku futur dan tak berdaya dengan keadaan, maka KasihMu yang kubutuhkan.
Bila ternyata suatu waktu Engkau dapati hatiku dalam keadaan sakit , maka obatMu yang aku perlukan untuk kepulihannya. Bila ternyata Engkau dapati aku duduk termenung menyesali hidup, maka hidayahMu yang aku perlukan.
Allahku..
Bila ternyata suatu saat Engkau temukan ku membantah dan marah terhadap orangtuaku, maka ampunanMu yang aku dambakan. Bila ternyata suatu waktu Engkau temukan orang tuaku menangis karna kelalaian ku, maka tangan lembutMu yang mengusap air mata mereka yang aku pinta.
Amin Ya Rabbal’alamin
Sembah Sujudku untuk Pemilik Jiwa dan Raga ini.


6 oktober, 1992 (18 tahun silam)

Wednesday, August 11, 2010

filosofi Euclid ^^

Assalmu’alaikm..
Bismillah..
               Pertamakali berkenalan dengan MK ini,sebut saja namanya Geometri Euclid.  Subhanallah ada rasa dek2an yang mengalir didadaku. Ini dikarenakan ada pembukaan yang begitu menarik bagi saya, yaitu pertanyaan yang dilontarkan dosen mengenai perbedaan definisi,postulat dan dalil. Saya merasa heran dan bertanya2 bukan mengenai perbedaan ketiga kata itu, tapi ‘apa maksud dari dosen itu menanyakan ketiga kata tersebut’. Begitu pentingkah untuk kelanjutan MK ini??hmm..
Beberapa minggu telah berlalu, sungguh masih ada sisa keherananku yang belum terjawab. Hal itu membuatku terus berpikir mencari jawaban itu sendiri.
Yaaak.. I got the point,
               Ada sesuatu yang begitu menarik hingga menyedot perhatianku untuk terus memikirkannya. Setiap sang dosen memberikan soal, ada hal yang selalu harus kami lakukan. Contohnya, diketahui segitiga ABC ,AB @ AC. Bila kita mengatakan segitiga ini adalah segitiga sama kaki, maka dosen itu langsung berkata “apa alasannya?”. Tentu yang harus kami lakukan adalah bukan menjawab ‘sudah takdirnya’ (ini jawaban yang sering saya lontarkan saat menjawab pertanyaan dari  ibu tuti  hehe,,maaf ya bu ^^),yang harus saya lakukan adalah menjawabannya melalui definisi,dalil atau postulat yang “telah ada”. Okey, jawaban kami jelas lawan definisi: segitiga sama kaki adalah segitiga yang mempunyai 2 sisi yang kongruen.
Inilah mengapa dosen itu bertanya mengenai perbedaan definisi,postulat dan dalil. Tentu, yang pertama adalah  ketika menyatakan sebuah pernyataan, kita dituntut untuk tidak memberikan alasan yang sembarang tanpa bukti yang tepat  apalagi tidak ada alasan. Yang kedua, Perlu sebuah penjelasan yang kadang tidak cukup satu pernyataan dan satu alasan, perlu tahapan-tahapan yang mesti dilewati. Hingga sampai pada jawaban yang dituju.
Menurut saya, inilah analogi yang bisa diambil untuk menjalani kehidupan yang nyata. Analogi yang pertama, ada hal-hal yang lama kelamaan  menjadi  sebuah  kebiasaan. Kebiasaan yang sering tanpa disadari menjadi  makanan sehari-hari (emang bisa dimakan). Kebiasaan yang awalnya hanya biasa saja namun menjadi sangat penting ketika salah dalam menempatkannya.  Yuupss,, kebiasaan “ASBUN” (Asal Bunyi), naah inilah yang sebenarnya harus dikurangi dan kalau perlu dihilangkan dalam perilaku.
Banyak kejadian buruk seperti pertengkaran dikarenakan kebiasaan Asbun keluar pada saat yang tidak tepat. Banyak darah keluar hanya karena bicara yang tidak benar. Banyak silaturahim terputus hanya karena omongan yang tidak ada alasan yang jelas.
Inilah saatnya memperbaiki perkataan dan perilaku yang kadang tak disadari keluar begitu saja tanpa ada manfaat. Astaqfirullah. Maaf ya teman-teman..
Analogi yang kedua, ada banyak tujuan ingin dicapai. Namun ada banyak hal harus dilewati untuk mencapai itu.  Perlu sebuah tahapan-tahapan baik yang pendek atau bahkan begitu panjang.  Tidak ada cara yang instan untuk mencapai itu.
Wallahu’alam.
Wasslamu’alaikm

Sunday, August 1, 2010

duniaku..

Bismillah..

Detak jari-jemari menari bersama keyboard,melantunkan barisan-barisan pujian atas kenikmatan dariNYA..

satu hari telah meninggalkan bulan JULI,bersama itu pula perjalanan-perjalanan indah telah kutempuh.Mulai dari minggu pertama mengunjungi Anyer, minggu kedua berjelajah ke sukabumi, meninggalkan hiruk pikuk jakarta dan kebisingannya, bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan memegang tiang-tiang agama Allah agar tetap kokoh berdiri. Minggu ke tiga berkemelut dengan berbagai tugas dan kesibukkan di kamar. Minggu ke emapat tepatnya 31 juli, Allah kembali mengizinkanku mentadaburi ciptaanNYA,,air terjun 'curug sewu'. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan (Q.S 55:55) ".


naluriku untuk berjelajah emang ga pernah punah. gimana gw ga kerasan di jakarta baru satu tahun gw udah jalan-jalan kemana-mana, walaupun ga jauh2 tapi bagi gw panorama alam membuat gw semakin terdecak kagum. bagi gw kuliah=refreshing..he

duniaku..
berada di KENYAMANAN HATI.
dan kenyamanan hati bagi gw BUKAN dari tepuk tangan dan sorak sorai, bukan dari gemerlapnya lampu-lampu dan tingginya panggung, bukan dari silaunya gaun dan perhiasan, bukan dari harta yang bertaburan, bukan itu semua..
bagi gw kenyamana hati ADALAH gemericik air mengalir dari puncak gunung, sejuknya lambaian angin yang menyapu dedaunan, lukisan hijau terbentang di sepanjang mata memandang, suara lantunan ayat-ayat Cinta disepertiga malam, yang membuat hidayah itu menelusuk masuk melalui pori-pori ketakjuban atas keMahaKuasaanNYA.




dan semua itu telah Allah izinkan untuk saya merasakannya..
syukur dan terima kasih takkan bisa menggantikannya walau secuil pun..


Di sinilah saya menemukan kenyamanan hati yang ABADI, dan yang membuat saya semakin bersyukur adalah bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini, tidak semua orang dapat merasakan semua ini.


Alahamdulillahirabbil'alamin.

Friday, July 30, 2010

D' first story

bismillah..

untuk pertama kalinya,
sebelumnya ga ada keinginan buat punya blog..
tapi berhubung,,gw selalu mengungkapkan perasaan lewaat tulisan entah dalm sbuah puisi,,sebuah syaiir atw apalah yang kadang gw sendri aj ga ngerti apa maksd gw nulis..he :)

ga bermaksud mengekspose kehidupan gw,,
tp gw cman pngen ngelatih menulis..
kyak selama ini ga bsa nulis aj..hehe

gw sebenrnya bkan tipe cewk yang terbuka,,yg dikit2 cerita ke orang..
gw lebih memilih untuk memendam,,
dan memikirkanny sekaligus merasakannya cukup degn pikiran dan hati gw..
tapi,, gw juga kdang ngerasa ga enak jg klo semuanya disimpen aj..
ga pernah dikeluarkan..krna takutnya suatu saat bkal meledak..
dan gw ga ingin kyak gt..

cuman selama ini,,klo gw udah mendem sesuatu yang udah lama..
dan ngerasa udh ga kuat lagi buat nahan..

yaudah,...
gw bakal nangiiiisssss sepanjang malam dan siang..(ah lebay dehh)
tapi ini serius,,gw bisa nangis dari abis sholat isya sampe jam 2an atau lebih..
dan at least,, mata gw jadi bengkak dan gw tiba-tiba jadi cwek oriental produk gagal...hehheee

entahlahh..
itulah kebiasaan gw dari dlu..

dan hebatnya lagi,,,orang-orang terdekat gw ga tw klo gw lagi nangiss..
karna emng gw ga mau mreka tw,,

tapi,,kta orang mau ditutupin gmna aja pasti jga ketauan..
ya iyalahhh mata gw tiba-tiba berubah darstis dari belok jadi sipit...
kan itu aneh bin ajaib..

itu certa singkat tentang kebiasaan gw..

tapi,,semakin kesini (red:dewasa) gw sadar kalau hidup untuk dinikmati..
kalau hidup adalah pembelajaran yang tak kenal henti..
kalau hidup adalah perjuangan..
kalau hidup adalah merasakan semua (pahit,manis, de el el)
kalau hidup adalah pengorbanan...

mungkin cukup ini dulu...

bersyukur pada Allah yang terpenting..:)