Monday, September 26, 2016

kata orang, kecerdasan bisa dilihat dari cara dia beradaptasi. 
Dan aku berasa babak bebelur soal ini :(

Thursday, September 1, 2016

JODOH

Bismillah

Kembali mengingatkan bagaimana saya menulis status di BBM 2 tahun yang lalu kurang lebih seperti ini “Tidak ada keraguan tentang janji ALLAH bahwa yang baik akan membersamai dengan yang baik pula dan juga sebaliknya. Tapi Perempuan dan Laki-laki yang baik bukan semata-mata menjadi baik untuk mendapatkan yang baik”

Status itu bukan hanya untuk menjawab kegerahan saya tentang dalil Q.S An-Nur:26 yang seolah-olah menjadi landasan kita untuk berbuat baik hanya untuk mendapatkan yang baik pula. Astaqfirullah jika prasangka saya banyak salahnya. Ini lebih kepada mengingatkan diri saya, meluruskan niat saya kembali dan menyucikan nya.

Bahkan saya menulis itu sebelum saya tahu asbabul nuzul mengenai turunnya ayat tersebut. Dan ternyata setelah mengikuti kajian pra nikah, saya baru tahu ternyata memang benar Surat tersebut bukan turun ketika ada seorang lelaki/perempuan berniat untuk menikah. Surat itu turun atas tuduhan keji yang ditujukan kaum munafik kepada ‘Aisyah. (Tafsir Ibnu Katsir hal. 352)

Maka Menjadi Baiklah kita bukan semata-mata untuk mendapatkan JODOH yang baik pula.

Jika ternyata JODOH kita Baik, maka dengan kita menjadi baik, insyaallah kita bisa membersamainya melakukan kebermanfaatan untuk umat yang lebih luas, membuka peluang lebih besar untuk memiliki anak-anak sholih dan sholihaah.

Jika ternyata JODOH kita belum baik, maka dengan kita menjadi baik, insyaallah kita bisa membersamainya untuk sama-sama belajar menjadi lebih baik. Merasakan jatuh dan bangun bersama-sama. Merasakan sulit dan susahnya menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita.

Jika ternyata JODOH kita seorang yang amat baik, hingga kerjaan dakwahnya begitu padat sampai begitu jarang dirumah, maka dengan kita menjadi baik, insyallah kita bisa kuat melaluinya, bahkan kita adalah orang yang pertama yang menyokong kerja-kerja dakwahnya. Kita lah orang pertama yang mendukungnya untuk terus melangkah.

Jika ternyata JODOH kita seorang yang amat bekecukupan, bahkan berlebihan dalam harta, maka dengan kita menjadi baik, insyaallah kita bisa membersamainya untuk memanfaatkan keberlebihan tersebut menjadi investasi akhirat yang tak terputus, pemulus program-program kebaikan, pendiri bangunan-bangunan untuk umat.

Jika ternyata salah satunya ada diantara pasangan kita, maka bersyukurlah. Syukur dan Sabar menjadi kendaraan untuk sampai pada tujuan kita. Yang belum punya pasangan, mari kembali meluruskan niat, merenungkan kembali niat menikah, dan jalani prosesnya dengan baik pula.