'Biarkan pena-pena ini menggambarkan keMahatakjubanNYA, agar tak hanya menjadi goresan tak bermakna'
Wednesday, January 30, 2013
Sunday, January 27, 2013
Berbatik, Berbudaya
Batik menjadi nilai khas dari bangsa Indonesia. Hal itu tidak diragukan lagi, dikarenakan tidak ada negara dari belahan bumi manapun yang mempunyai karya seperti ini. Corak yang khas dan mempesona menjadi daya tarik tersendiri dari batik. Apalagi batik sekarang tidak hanya diproduksi berupa kain dan sarung tapi juga telah meramba ke bentuk-bentuk yang lebih modern, seperti baju, rok, tas bahkan pulpen sekalipun.
Namun keberadaan batik kian mengkhawatirkan, dikarenakan arus industri yang semakin deras ditambah dengan globalisasi yang kencang membuat batik menjadi kehilangan pamor. Baju-baju impor mendominasi dipasar-pasar tradisional maupun modern. Bangsa Indonesia seolah-olah kehilangan jati dirinya, menganggap memakai barang luar menunjukkan prestise yang tinggi. Karena itu, produk-produk yang bercorak khas Indonesia khusunya batik harus terus digalangkan kepada masyarakat Indonesia, agar batik tidak menjadi barang langka.
Disisi lain, zaman yang modern saat ini, telah menyulap batik menjadi barang yang 'mahal'. Tidak perlu susah untuk mencari batik yang berkhualitas dan cantik, sudah banyak sekali toko batik, butik batik dan batik online yang menyediakan berbagai macam mode batik. Perkembangan seperti ini juga bertujuan agar batik tetap melestari dan menjadi salah satu trend mode masyarakat Indonesia maupun diseluruh dunia.
Wednesday, January 16, 2013
semua orang berhak
bismillahiwalhamdulillah..
sudah lama sekali rasanya tidak meluangkan waktu untuk mengeja pemahaman menjadi serpihan-serpihan tulisan. mungkin memang belum sempurnanya pemahaman atau sejatinya pemahaman akan menjadi sempurna jika ditulis? walahu'alam
semua orang berhak melakukan apapun,
pergi ke mall, menghabiskan uang percuma,
pergi ke club, menghabiskan malam yang larut,
atau sekedar makan direstoran termahal didunia pun..
tak mengapa? toh ada uang juga, toh ga ada yang mencegal
semua orang berhak melalukan apapun,
berganti-ganti pasangan untuk kesekian kalinya,
menaruh cinta berlebihan kesiapapun,
memberi 'semua yang dipunya' untuk orang asing,
tak mengapa? toh gratis juga kan, toh punya sendiri juga
semua orang berhak melakukan apapun,
makan sebanyak mungkin,
tidur sepuas mungkin,
atau sederhananya berbicara sesering mungkin,
tak mengapa? toh ga merugikan, toh ga ngerepotin orang lain
semuanya berhak kita lakukan,
TAPI
Bagi mereka,
memilih untuk pergi ke majelis ilmu jauh lebih menyenangkan,
memilih untuk tetap dirumah membantu pekerjaan ibu jauh lebih membahagiakan,
Bagi sebagian orang,
memilih untuk menjaga perasaan jauh lebih baik,
memilih untuk menebar cinta pada mereka yang halal jauh lebih aman,
memilih untuk memberi yang thoyyib untuk yang membutuhkan jauh lebih berharga,
Bagi segelintir orang,
memilih untuk belajar, membaca, menghafal jauh lebih istimewa,
memilih untuk bangun, bersujud, mengaduh jauh lebih melegakan,
memilih untuk diam, berpikir, berdzikir jauh lebih bermakna,
Maka benar sekali dalam surat cintaNYA, Allah berkata:
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (al-Balad: 10)
As-Sa’di berkata, “Kami menunjukkan kepadanya dua jalan yaitu jalan kebaikan dan jalan kejelekan serta Kami jelaskan antara petunjuk dan kesesatan serta antara kebenaran dan penyimpangan. ” (Tafsir as-Sa’di hlm. 855)
sekarang pilihannya ada di diri masing-masing!!
semoga bermanfaat untuk diri ini dan juga semuanya, afwan jiddan tidak bermaksud menyinggung siapapun :)
wallahu'alam
Friday, January 11, 2013
the most beautiful part :)
Bismilllah
Saya selalu yakin dan percaya bahwa tidak ada yang kebetulan
dalam hidup ini. Tak terkecuali selembar daun yang gugur pun, apalagi pertemuan
kita (saya dan kalian) selama 1 semester ini. Sebab itulah, saya meyakini bahwa
kalian adalah orang- orang yang ditakdirkan mengisi catatan kehidupan saya
dengan konsekuensi apa pun. Begitupun sebaliknya.
Kalian siswa –siswi yang LUAR BIASA, dan juga BIASA DILUAR
:D. menghadapai kalian tidak sama dengan menghadapi soal-soal matematika.
Terkadang perlu helaan nafas panjang yang keluar, tapi tekadang tawa lucu yang
hadir dikelas. Begitulah kalian. Dan itu juga yang membuat lelah dan keringat
saya terbayar.
Saya pernah berbicara dikelas tentang ‘tujuan pendidikan’.
Masih inget kan??emm…, yang ga inget saya ingatkan lagi, bahwa tujuan
pendidikan adalah memanusiakan manusia.
Saya begitu banyak menaruh harapan ke kalian, bahkan bangsa ini pun menaruh
harapan ke kalian. Tidak lain, agar kalian menjadi orang-orang yang baik,
karena yang pintar sangat banyak di negeri ini tapi yang baik hanya sedikit.
Maka jadilah orang-orang yang sedikit itu. Ini juga menjadi pengingatan buat
saya.
Terima kasih untuk apapun yang kalian lakukan, untuk yang
tidak saya lihat dan rasa maupun yang saya lihat dan rasa. Oh ya, terima kasih
juga untuk kue ULANG TAHUN nya,emmm.. ini untuk pertama kalinya saya niup lilin
ultah (ini rahasia lo,,hehe).
Pertanyaan terakhir saya,
Kenapa harus ada yang datang, jika pada akhirnya akan
pergi????
Pertanyaan ini pun sering sekali saya lontarkan, dan lagi –
lagi saya seolah bisu untuk menjawabnya. Sstttt,, ada yang tau jawabannya???
Uhibbukum fillah ^^
you are one of the best part in my live
Subscribe to:
Comments (Atom)



