Tuesday, January 24, 2012

jagalah diri kita

Bismilahiwalhamdulillah..

Terlalu banyak permasalahan yang melanda bangsa ini, sangking banyaknya terkadang masalah menjadi tidak dipermasalahkan. Inilah potret kehidupan manusia.

Salah satu masalah yang mengiris hati yang saat ini menjadi sorotan media adalah (maaf) pemerkosaan dan pelecehan. Mulai dari yang terjadi diangkot,transjakarta,  jalanan, ‘angkot-angkot modern’ dan banyak lagi mungkin  kejadian yang tidak tersorot oleh media.Jika kejadian ini terjadi siapa yang rugi? Dengan sangat pasti jawabannya adalah kaum Hawa.

Entahlah, permasalahan ini seakan ‘menyentil’ saya sebagai kaum hawa. Apa yang salah? Siapa yang harus disalahkan? Oke, seharusnya secara bijak kita tidak boleh saling menyalahkan. Mari kita sama-sama temukan dan lakukan solusi yang dini untuk permasalahan ini.

Mari kita sama-sama menjaga diri kita dengan (1) berpakaianlah yang sopan, (2) berperilakulah dengan sewajarnya dengan tidak melakukan hal-hal yang mengundang, (3) jangan pernah pulang larut malam (>jam 10 malam) kalau tidak dengan sangat-sangat terpaksa, mepet atau tidak sengaja (kalau memang harus pulang malam maka mintalah ditemani dengan laki-laki yang muhrim).

Jika ini sudah kita lakukan maka Insya Allah, Allah dan malaikat-Nya pun akan menjaga kita. Disini saya bukan ingin menyalahkan seratus persen kaum hawa, tapi saya pikir ini merupakan salah satu titik awal mengapa kejadian ini bisa terjadi? Oleh itu, selayaknya lah kita harus menghargai diri kita kalau kita merasa bahwa diri kita berharga.
Walahu’alam

-saudari yang mencintaimu-



Friday, January 20, 2012

Memilih Diam

Bismillah


Baiklah sepertinya saya hanya ingin diam,,

Diam,entah untuk apa?

Berdamai  dengan perasaan kah?mungkinn..
Hanya ingin mengamati,, tepatnya melihat..

Kenapa cermin itu selalu ada antara saya dengannya..seharusnya kita bisa hidup senormal dengan yang lain. Tak perlu ada hijab yang menggantung. Seharusnya ditiap-tiap hati kita telah menempel ikatan yang sama. Sama-sama bisa memahami dan mengerti. Setidaknya cukup dengan mengatakan ‘iya’.

Apa yang harusnya kita lakukan bersama, bukan hanya saya atau hanya kamu?

Perluhkah kita membuang cermin itu, atau kita pindahkan cermin itu ketempat yang lebih tepat. Pertanyaannya kemana? Dimana tempat yang tepat itu? Bukankah kita pernah mencoba, mencoba menggesernya walau hanya beberapa centi. Entah kapan, tiba-tiba sejak hari itu semuanya memperjelas kalau cermin itu tetap tak bergerak dari tempatnya bahkan semakin kuat tertanam.

Sunday, January 1, 2012

mematahkan keringat

Bismillah

Berlari sekencang mungkin
menjauh...

Diam tanpa mau
mendekat..

sesak tertahan
meledak..

membisu sikap
menghantam..

berlontar logika
menyayat..

kau mau apa dengan ketakpahaman,
hingga jari jemari kaku,
hingga mata kian membengkak,
hingga hati mulai menyusut,

untuk apa kelakukan,jika tak beriring
..mematahkan keringat..