Sunday, November 6, 2011

HADIAH UNTUK HAWA

Bismillahwalhamdulillah..

Masa pengenalan kampus 2 tahun silam,mengingatkan ku pada sebuah kertas yang sekilas penuh dengan tulisan. Dengan senyuman yang indah,mereka menjulurkan kertas itu untuk diambil..
kata demi kata mulai ku eja,,

Hawa,
Sadarkah engkau sebelum datangnya sinar islam,
kita dizhalimi, Hak kita dicerobohi,
Kita ditanam hidup-hidup, Tiada penghormatan
Walau secebis oleh kaum Adam, Tiada nilai dimata kaum Adam.,
kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka,

Tapi kini bila rahmat Islam menyelubungi alam,
Sinar islam berkembang, Derajat kita diangkat, Maruah kita terpelihara.
Kita dihargai dan dipandang mulia,
dan mendapat tempat disisi Allah
sehingga tiada sebaik-baik hiasan didunia ini melainkan wanita sholeha.

Wahai Hawa,
Kenapa engkau tak menghargai nikmat iman dan Islam itu?
Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-NYA?
Kenapa mesti segan mengamalkan isi kandungan-NYA? dan
Kenapa masih was-was dalam mematuhi perintah-NYA?

Wahai Hawa,
Tangan yang menggoncangkan buaian boleh mengguncangkan dunia,
sadarlah Hawa kau dapat menggoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat yakni yang sholeh dan sholehah,
Kau bisa menggegar dunia dengan menjadi istri yang taat serta
memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan Islam dimata dunia.

Tapi hawa,
Jangan sesekali kau coba menggoncangkan keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lengguk tubuhmu.
Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu, jangan hawa.
Jangan sesekali coba menarik perhatian kaum Adam yang bukan suamimu,
Jangan sesekali menggoda lelaki yang bukan suamimu,
Karena aku khawatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian Allah, dan memberi kegembiraan pada syaitan,
Karena wanita adalah jala syaitan, alat yang dieksploitasi oleh syaitan dalam menyesatkan Adam.

Hawa,
Andai engkau belum menikah, jangan kau risau akan jodohmu,
Ingatlah hawa janji Tuhan kita,
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik.

Jangan menggadaikan maruahmu hanya semata-mata karena seorang lelaki,
Jangan memakai pakaian yang menampakkan sosok tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki,
Karena kau bukan memancing hatinya, tapi merangsang nafsunya.
Jangan memulai pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim,
karena aku kHawatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan…
Takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa,
Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa,
lelaki yang sholeh tidak memilih wanita melalui keseksiannya,
lelaki yang wara’ tidak menilai wanita melalui keayuannya, kemanjaannya, serta kemampuannya menggoncang iman mereka.

Tetapi Hawa,
Lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, pribadinya, dan ad-dinnya.
Lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya..
Karena dia takut memberi kesempatan pada syaitan untuk menggodanya.
Lelaki yang wara’ juga tidak mau bermain cinta.
Sebabnya dia tau apa tujuannya dalam sebuah hubungan antara lelaki dan wanita..
yakni pernikahan.

Oleh karena itu,
JAGALAH PANDANGANMU, JAGALAH PAKAIANMU, JAGALAH AKHLAKMU, KUATKAN PENDIRIANMU.
Andaikan ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu.
Cukuplah hanya cinta Allah menyinari dan memenuhi jiwamu,
Biarlah hanya cinta kedua ibu bapakmu yang memberi kehangatan dan kebahagian buat dirimu,
Cukuplah sekedear cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Hawa,
Cintailah ALLAH dikala susah dan senang,
Karena kau akan memperolah cinta dari unsan yang juga mencintai ALLAH.
Cintailah kedua ibi bapakmu,
Karena kau akan perolehi keridhoan ALLAH.
Cintailah keluargamu, 
Karena tiada cinta selain cinta keluarga.

Hawa,
Ingatanku yang terakhir,
Biarlah tangan yang mengguncang buaian ini dapat mengguncang dunia dalam mencapai keridhoan ALLAH.
Jangan sesekali tangan ini juga yang menggoncang keimanan kaum Adam.
Suatu saat ada yang harus pergi …
Suatu saat ada yang akan datang …
Mungkin yang pergi tak akan kembali, dan
Mungkin yang datang hanya sebentar …

-Dept.Rohis BEMJ Math-

Meski sudah berulang kali ku baca,, tetap saja hingga saat ini masih ada yang sulit dicerna terlebih diaplikasikan..

Semoga ini sebagai bahan pengingat dan perbaikan diri kita bersama untuk  menuju tujuan yang  hakiki, Allah Rabb semesta..aamiin

No comments:

Post a Comment