Tuesday, April 17, 2012

Benang Merah yang Samar

Sedang menarik benang merah, lalu menyimpulkannya. Menjadi serpihan-serpihan yang kiranya dapat di generalisir. Melihat beberapa tingkah, kelakuan yang secara garis besar menjurus ke titik yang sama. Hanya saja selimutnya berbeda, hanya saja bungkusnya yang berbeda.


Apa bedanya ketika keringat dan air mata basah di tanah kekufuran, atau lebih sederhananya jika keringat dan air mata itu jatuh di ketidak tahuan, jatuh di kerutinitas yang hambar. lelah, capek?? tentu saja. Lalu apa yang membuat keringat dan air mata menjadi mutiara berharga yang kekal. tak perlu dijawab, karena mungkin pertanyaan ini memang ada untuk tidak dijawab.