Wednesday, October 6, 2010

Surat Cinta untuk PEMILIK-ku


Kemarin dan kemarinnya lagi…
Kupenuhi dengan lalai dan lupa akan tujuanku. Kuisi dengan senda gurau berlebihan. Kulewati dengan kekufuran atas nikmatMu.
Kemarin dan kemarinnya lagi..
Kujejakkan hari-hariku dengan kepesimisan dan kekhawatiran untuk hari esok. Kuikatkan hatiku dengan ketakutan dan kecemasan menanti yang akan datang. Kujejali pikiranku dengan kecintaan dunia beserta isinya dengan ketidakwajaran.
Kemarin dan kemarinnya lagi..
Kujadikan diriku anak yang nakal, tidak tau diri, menyusahkan kedua orangtuaku. Membuat hari-hari mereka kelam karena perlakuaanku. Membuat mereka malu dihadapan orang lain, dan dalam pekat malam mereka menyesali karna melahirkan anak seperti aku.
Kemarin dan kemarinnya lagi…
Kuhiasi bibirku dengan bergunjing serta ghibah, hingga ku penuhi perutku dengan bangkai saudara-saudaraku sendiri. kutanamkan kesombongan dan keangkuhan dipundakku, dan kucabut rasa malu terhadap Pemilik diri ini. Hingga sampai lah pada saat ini, pada hari ini..

Dan Hari ini,
Mungkin adalah hari Terakhirku yang Engkau izinkan melewati pertambahan usiaku. Mungkin hari inilah hari yang terakhir yang bisa aku dengar ucapan selamat ulang tahun dari orang tuaku, keluargaku, teman-temanku dan saudara-saudariku. Mungkin inilah kesempatan itu berakhir untukku bisa memohon dan meminta ampun atas kedhaifan, kelalaian, kebodohanku pada Pemilik raga ini. Mungkin ini juga adalah hari terakhir untukku meminta maaf dan memohon keikhlasan kepada orangtuaku, keluargaku, teman-temanku, saudaraku atas ketidaksempurnaan tingkah lakuku dalam mengisi hari-hari kalian..

Ucapan syukur yang tak terbilang tak mampu berbanding dengan nikmatMu yang tiada tara. Bahkan puji-pujian yang Agung takkan berimbang dengan karunia yang Engkau limpahkan. Tulisan-tulisan inipun hanya secuil gambaran atas KeMahaLuarBiasaan Engkau. Terima kasih untuk mereka orangtuaku, keluargaku, teman-temanku dan saudara-saudaraku juga takkan cukup untuk bisa mengapresiasikan ketulusan, kasih sayang, perhatiaan, do’a dan dukungan yang selama 18 tahun ini kalian berikan.

Harapan dan do’aku untuk Pemilik Alam Semesta dan seisinya..
Hari ini, esok dan seterusnya…
Aku takkan membiarkan mulutku dipenuhi keluh kesah. Aku takkan mengizinkan keputusa asaan menyergap jiwaku. Aku takkan membolehkan kefuturan mengendam lama di hatiku. Aku takkan mendapatkan diriku lemah tak berdaya oleh keadaan.
Hari ini, esok dan seterusnya..
Takkan kubiarkan penyakit-penyakit hati merongrongi perlahan-lahan pertahanan imanku. Takkan kubiarkan hari-hariku dikenalkan dengan tangis ratapan dan kesedihan perpanjangan
Hari ini, esok dan seterusnya..
Aku akan belajar mencintai-MU dengan sempurna. Aku akan belajar untuk dapat sabar, sabar yang tanpa batas. Aku akan belajar untuk dapat ikhlas, setelah ikhtiar yang maksimal. Aku akan belajar mengenal apa yang Engkau cintai. Aku akan belajar untuk istiqamah dengan ibadahku.
Hari ini, esok dan seterusnya..
Aku akan buat bangga kedua orang tua ku, tanpa mampu membalas pengorbanaan mereka. Aku akan belajar memahami mereka, dengan keterbatasan ilmuku. Aku akan belajar membuat mereka juga mengerti jalan hidupku.

Tapi..
Bila ternyata di suatu hari Engkau dapati aku sedang mengeluh dan putus asa, maka kekuataanMu yang aku butuhkan. Bila ternyata di suatu saat Engkau dapati aku futur dan tak berdaya dengan keadaan, maka KasihMu yang kubutuhkan.
Bila ternyata suatu waktu Engkau dapati hatiku dalam keadaan sakit , maka obatMu yang aku perlukan untuk kepulihannya. Bila ternyata Engkau dapati aku duduk termenung menyesali hidup, maka hidayahMu yang aku perlukan.
Allahku..
Bila ternyata suatu saat Engkau temukan ku membantah dan marah terhadap orangtuaku, maka ampunanMu yang aku dambakan. Bila ternyata suatu waktu Engkau temukan orang tuaku menangis karna kelalaian ku, maka tangan lembutMu yang mengusap air mata mereka yang aku pinta.
Amin Ya Rabbal’alamin
Sembah Sujudku untuk Pemilik Jiwa dan Raga ini.


6 oktober, 1992 (18 tahun silam)